PERBAIKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN

ABSTRAK

Akhmad Arif Musadad. Perbaikan Kualiatas Pembelajaran Sejarah melalui Optimalisasi Penerapan Proses Historiografi dalam Pembelajaran di SMA Negeri Colomadu. FKIP – Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Rumusan masalah dalam pengembangan ini adalah: “bagaimanakah upaya memperbaiki kualitas pembelajaran sejarah melalui optimalisasi penerapan proses historiografi dalam pembelajaran di SMA Negeri Colomadu?”. Masalah rendahnya kualitas pembelajaran itu bersumber dari rendahnya kemampuan mengajar guru, sebagaimana yang tampak pada saat diadakan observasi awal, yaitu: (1) suasana pembelajaran kurang kondusif, (2) Cara penyampaian materi didominasi oleh metode ceramah yang membosankan, sedangkan guru kurang menguasai materi, (3) guru hanya menyampaikan materi tanpa memotivasi siswa, (4) aktivitas belajar siswa rendah, dan (5) hubungan antara guru dengan siswa terkesan kaku.

Pengembangan ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran sejarah melalui optimalisasi penerapan proses historiografi dalam pembelajaran di SMA Negeri Colomadu.

Pengembangan ini dilaksanakan dengan “proses pengkajian berdaur” yang meliputi empat tahap kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Beberapa tindakan perbaikan yang dilakukan adalah: (1) diskusi tentang pembelajaran sejarah (yang berkualitas), (2) diskusi tentang metode, strategi dan pendekatan dalam pembelajaran sejarah, khususnya ditekankan pada penerapan proses historiografi, (3) latihan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, dan (4) les model pembelajaran, untuk meningkatkan kemampuan guru melaksanakan prosedur pembelajaran, dan peningkatan keterampilan menerapkan proses historiografi. Pengembangan ini dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu: siklus I sebagai implementasi tindakan, dan siklus II sebagai perbaikan.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa setelah diadakan tindakan, kemampuan guru menerapkan proses historiografi dalam pembelajaran sejarah semakin meningkat. Peningkatan itu diikuti juga oleh perbaikan kualitas pembelajarannya. Hal itu ditandai dengan: (1) kemampuan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) kemampuan melaksanakan prosedur pembelajaran, dan (3) kemampuan melaksanakan hubungan yang harmonis di dalam kelas. Perbaikan itu pada akhirnya juga berakibat pada: (1) peningkatan aktivitas belajar siswa, dan (2) terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif.

Kata kunci: Kualitas pembelajaran, proses historiografi, pembelajaran sejarah.
Continue reading “PERBAIKAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH MELALUI OPTIMALISASI PENERAPAN”

Membangun Karakter Melalui Pelajaran Sejarah

Tak perlu dipungkiri bahwa ilmu sejarah dalam kurikulum pelajaran sekolah tingkat SD dan SMP dianggap pelajaran “kelas dua.” Artinya, tidak seperti pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang dianggap khalayak lebih menentukan kelulusan. Anggapan ini semakin menguat sejak dinas pendidikan mengeluarkan kebijakan Ujian Nasional (UN) beberapa tahun lalu sebagai penentu utama kelulusan siswa.

Namun benarkah pelajaran sejarah sudah tidak penting lagi? Kalau tidak penting dan tidak memberi andil dalam pembentukan generasi bangsa, kenapa masih sibuk-sibuk diajarkan di kelas? Kenapa para guru harus memaksakan muridnya menghafal materi tentang para pahlawan bangsa, merayakan hari besar nasional? Bila tidak penting, bukankah tidak perlu diajarkan saja?

Sebenarnya, tulisan pendek ini tidak ingin mengulas tentang kecenderungan sejarah sebagai pelajaran “kelas dua” sebagai akibat kebijakan negara dalam mengatur institusi pendidikan dan kelulusan siswa. Wilayah ini sangatlah kental berbau politis dan perdebatan secara tuntas haruslah mencapai tataran mempertanyakan kebijakan negara tersebut (perundang-undangan). Dan ini tentunya tak lepas dari ranah hukum. Tulisan ini hanya ingin mengungkapkan sedikit gagasan tentang sumbangan yang bisa diberikan ilmu sejarah bagi generasi bangsa.
Continue reading “Membangun Karakter Melalui Pelajaran Sejarah”

PROPORSI SEJARAH LOKAL: TANTANGAN DAN PELUANG PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SEKOLAH

Oleh: Rifky Azhari

LATAR BELAKANG

Belajar sejarah pada dasanya adalah belajar tentang kehidupan masyarakat. Berbagai aspek kehidupan dapat dipelajari dalam sejarah. Pembelajaran sejarah di sekolah sebaiknya lebih mudah dipahami siswa. Dalam pembelajaran sejarah hendaknya siswa dapat melihat langsung kehidupan yang nyata. Sejarah lokal dalam konteks pembelajaran di sekolah tidak hanya sebatas sejarah yang dibatasi oleh lingkup ruang yang bersifat administratif belaka, seperti sejarah provinsi, sejarah kabupaten, sejarah kecamatan, dan sejarah desa. Bertolak dari sejarah lokal inilah siswa dapat menyadari akan kekayaan tema kehidupan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat sekitarnya, sehingga siswa akan lebih bisa memahami dan memaknai peristiwa sejarah. Dengan dilatar belakangi hal tersebut, maka akhirnya kami mengangkat suatu judul “PROPORSI SEJARAH LOKAL: TANTANGAN DAN PELUANG PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SEKOLAH”.

URGENSI SEJARAH LOKAL DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH

Walaupun sebagian dari kalangan awam baik itu orang tua murid maupun siswa di sekolah mempertanyakan tentang adanya kegunaan pelajaran sejarah yang secara umum mereka ketahui hanyalah sebuah “cerita atau dongeng tentang masa lalu”, padahal secara kenyataannya bukan seperti itu, para ahli telah menyatakan bahwa sejarah itu memiliki kegunaan. Secara garis besar setidaknya terdapat tiga kegunaan sejarah, yaitu: guna edukatif, guna inspiratif, dan guna rekreatif dan instruktif.
Continue reading “PROPORSI SEJARAH LOKAL: TANTANGAN DAN PELUANG PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI SEKOLAH”