Oleh: Sucipto Ardi

Salah satu bacaan atau tontonan dari berbagai media yang menyita perhatianku adalah kisah-kisah usaha memisahkan diri (disintegrasi), khususnya kasus di Indonesia. Tim0r Timur dan GAM banyak ditulis dalam blog ini, dan kini ialah OPM (Organisasi Papua Merdeka).  Pertanyaannya kemudian adalah: setelah 3 dekade, kenapa OPM tidak bisa memerdekakan Papua?…

Aku yakin ada banyak alasan, apalagi bila diungkapkan dari berbagai sudut pandang. Namun demikian, bagiku, kenapa OPM tidak bisa wujudkan impiannya karena hal beriku:

1.) Keorganisasian OPM tidak terstruktur dengan baik

2.) Basis rakyatnya belum mengakar dengan baik

3.) Golongan terpelajarnya masih kurang banyak

4.) Angkatan bersenjatanya belum kuat

Karena ke-4 faktor demikian, maka OPM tidak dapat mengorganisir pergerakan, baik itu diplomasi dan militer, secara berkelanjutan juga konsisten. Diplomasi yang diharapkan, ternyata hanya berupa dukungan dari LSM luar negeri yang tak memiliki “taring”. Berharap kepada Amerika Serikat adalah nyaris mustahil karena Freeport masih beroperasi, lalu kepada PBB prosesnya berat dan lama, pasalnya PBB sendirilah yang melegalkan Papua masuk NKRI. Sementara itu, pemekaran provinsi dan otonomi khusus bagi Papua menjadi opsi yang menjanjikan bagi NKRI untuk memecah kekuatan OPM. Kekuatan militer OPM tak seberapa dengan Indonesia, dan TNI mampu menghabiskan anggota OPM hanya membutuhkan waktu 2 minggu saja. Jadi, usaha untuk memerdekakan Papua Barat masih harus direvisi bila mimpinya ingin terwujud, dan selama 30 tahun belakangan ini, apa yang mereka {OPM}  pekikkan: “Papua Merdeka” telah gagal, tak mampu Papua merdeka…