Karikatur-ku

Sekitar minggu kedua bulan November ini, setelah libur Seagames, saya “menantang” Dimas untuk membuat gambar tentangku. Anak kelas 12 IPS yang bertubuh besar ini, tentunya jauh melebihi saya besarnya, ternyata juga memiliki kelebihan dalam membuat gambar. Anak yang juga ku ajar sejak kelas 11 ini, adalah anak Ekskul Manga. Ketika ku tanya tentang karyanya, dia mengidentifikasikan diri berbeda dengan pendapatku, “kamu cocoknya di panggil sebagai penggambar?, Dimas terdiam sebentar dan berkata: kartunis, pak”.

…terakhir, saya ingin berkata: thanks ya Dim, karyamu saya maknai sebagai apresiasi siswa dalam menyambut Hari Guru….
Continue reading “Karikatur-ku”

Referendum untuk Papua, NKRI [Bukan] Harga Mati

Rencana terbaru AS yang akan menempatkan marinir-nya di Darwin (australia), bagi saya, adalah sinyal nyata bahwa masalah Papua sudah mendekati klimaks. Seperti yang sudah saya sinyalir dalam tulisan terdahulu,  selama Freeport kokoh di Papua maka selama itu pula dukungan AS untuk integrasi Papua ke NKRI adalah harga mati. Namun, kecenderungan sekarang berbeda. Demonstrasi yang mendekati 100 hari di kawasan Freeport oleh para karyawannya, Kongres Adat Papua III yang diberangus oleh aparat Indonesia, OTSUS yang gagal, demonstrasi mahasiswa yang terus berkelanjutan, pelanggaran HAM selama Papua dalam NKRI, dan lobi Internasional yang dilakukan oleh anggota dan simpatisan OPM, semakin mendekatkan kepada kata: REFERENDUM.

Referendum diyakini oleh kalangan tertentu adalah harga mati untuk solusi Papua, dan AS sebagai sekutu Indonesia selama ini sepertinya meng-amini-nya. Bukti terbaru ialah pangkalan militer AS di Darwin. Skenarionya seperti ini: marinir mereka di Australia adalah sebagai pendukung kalau Papua kacau, dan marinir mereka akan mendukung habis-habisan kepada pejuang OPM. Pernyataan pihak AS yang mulai “melihat kembali” kebijakan RI di Papua semakin hari akan menjadi jelas tidak mendukung lagi Papua tetap dalam NKRI.  Dengan demikian, AS mulai [berencana dengan nyata] akan meninggalkan dukungannya selama ini terhadap Indonesia karena keberadaan Freeport semakin terancam. “Uang keamanan”  untuk TNI dan Polri telah meruntuhkan hati nurani bangsa ini, terlebih berbagai masalah yang terjadi terkait dengan Freeport terhadap rakyat Papua.

Continue reading “Referendum untuk Papua, NKRI [Bukan] Harga Mati”

Penipuan Pulsa / Peminta-minta Pulsa (Up Date Terussss)

Sudah lama aku menerima sms dari nomor tidak dikenal dengan pola “meminta-minta” pulsa dengan berbagai alasan, biasanya menggunakan kata “penting”, atau “mama di kantor polisi”.  Selanjutnya, aku menghapusnya, selain karena tidak mau menggapinya, aku merasa terganggu. Dalam media cetak dan elektronik, apa yang ku terima dapat dibilang sebagai penipuan pulsa, tapi saya lebih senang mengistilahkannya sebagai Peminta-minta Pulsa. Tak apalah….

Waktu terus berjalan, dan beragam sms yang serupa tetap bermunculan. Baru kali ini terpintas di kepalaku untuk mengabadikannya, sebagai sebuah perjalanan. Yupz, sekedar tertib arsip….

Monggo di mulai….
Continue reading “Penipuan Pulsa / Peminta-minta Pulsa (Up Date Terussss)”