Sekitar minggu kedua bulan November ini, setelah libur Seagames, saya “menantang” Dimas untuk membuat gambar tentangku. Anak kelas 12 IPS yang bertubuh besar ini, tentunya jauh melebihi saya besarnya, ternyata juga memiliki kelebihan dalam membuat gambar. Anak yang juga ku ajar sejak kelas 11 ini, adalah anak Ekskul Manga. Ketika ku tanya tentang karyanya, dia mengidentifikasikan diri berbeda dengan pendapatku, “kamu cocoknya di panggil sebagai penggambar?, Dimas terdiam sebentar dan berkata: kartunis, pak”.

…terakhir, saya ingin berkata: thanks ya Dim, karyamu saya maknai sebagai apresiasi siswa dalam menyambut Hari Guru….