GBS [Guru Bantu Swasta] Merambah Sekolah Negeri, Guru Honor Meradang

Sudah dua bulan belakangan ini, Desember 2011- Januari 2012, SMAN 32 Jakarta sering kedatangan guru untuk “melamar”, mencari tempat tetap untuk mengajar “home base” bagi mereka (Guru Bantu Swasta) yang sudah menerima SK (Surat Keputusan) diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil) dari pemerintah. Di sekolah negeri lainnya, ada guru honor yang selama ini mengabdi, diberikan pilihan sulit: “tetap di sini (sekolah negeri) tanpa jam ngajar, atau keluar”. Seakan, pikiran, tenaga, loyalitas dan totalitas untuk mendidik anak bangsa, hilang dalam sekejap, tak berarti apa-apa. Kalau ada guru baru yang datang dengan membawa SK, maka guru honor harus hengkang. Tidak peduli apakah yang disingkirkan adalah kepala rumah tangga dengan beban sejumlah anak dan rumah mengontrak, ataukah guru yang sudah berumur tua (senior), SK sampai di tangan kepala sekolah, semua akan berubah drastis. There’s noting you can do!. Bagi mereka yang berfikiran legal formal, maka GBS datang dengan surat resmi, maka guru honor di sekolah negeri harus pergi, tidak ada istilah berbagi jam ajar, adalah suatu yang wajar karena sesuai peraturan. Dimensi pengabdian dan sosial diabaikan….

Namun di sekolah kami, hanya satu guru yang dapat diterima dari sekian guru yang datang dengan menunjukkan SK. Ada kabar yang bisa jadi sebuah gosip belaka, bahwa terjadi “permainan”, mereka memperoleh SK dengan cara memberikan sejumlah uang (menyogok) aparatur pemerintah untuk menerbitkannya setelah sebelumnya memperoleh data sekolah mana yang tidak ada guru PNS dengan mata pelajaran tertentu. Alhasil, di lapangan menimbulkan kejanggalan, apakah benar pemerintah mengeluarkan SK untuk sekian guru untuk menuju kepada sekolah yang sama dengan mata pelajaran yang sama sedangkan formasinya haya satu?. Kejanggal ini bisa jadi tidak menjadi janggal, ketika diketahui bahwa GBS tidak ditunjuk oleh pemerintah untuk mendidik di sekolah tertentu, melainkan mereka harus mencari sendiri sehingga mereka “gerilya” secara mandiri.

Menjelang akhir tahun 2011, ketika anak sekolah libur semester ganjil, adalah waktu yang memungkinkan usaha GBS untuk mencari informasi dan menerbitkan SK, hal ini diyakini karena “invasi” ke sekolah negeri banyak terjadi awal Januari 2012. SK dapat akhir tahun 2011, maka awal tahun 2012  mencari “home base” sekolah negeri. GBS merambah sekolah negeri, guru honor meradang.

5 thoughts on “GBS [Guru Bantu Swasta] Merambah Sekolah Negeri, Guru Honor Meradang

  1. Yah begitulah…,tapi tidak hanya itu saja kejadiannya bagi sekoah2 ug berlabel RSBI/SBI juga nggak segan2 ndepak guru yg sdh sekian belas/puluh tahun mengabdi untuk diganti dgn guru2 baru (yg kompetensinya juga blm teruji=pengalaman dan sifat2 kedewasaan/paedagogi masih tanda tanya besar ?! ini juga berakibat pada masalah sosial krn bila guru lama yg sdh tersertifikasi keluar dari sekolah akan kesulitan dapat jam sesuai ketentuan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s