Merebut / Berebut Jam Ngajar di Sekolah Negeri Ibukota Negara Indonesia….

Kenyataan seperti yang ada dalam tulisanku lalu, khususnya begitu banyak guru baru yang datang ke sekolah negeri, tidak berhenti hingga kini. Bahkan, mereka datang semakin “menggila”, percaya diri dengan sekuat tenaga mengusahakan agar dapat “home base” mengajar. Sampai Februari 2012 ini, aku sering melihat dan mendapat cerita dari guru-guru yang risau karena posisinya kemungkinan terancam, bahwa GBS (Guru Bantu Swasta) dan mutasi dari luar Jakarta terus bergerilya.

Mengikuti Bang Karni Ilyas dalam Indonesia Lawyer Club, maka “yang menjadi petanyaanya adalah”: apa yang mereka cari di sekolah negeri?, sementara puluhan guru honor masih mengajar mapel yang sama?, bagaimana nasib guru honor di sekolah negeri yang selama ini mengabdi?

Merebut / Berebut ?

Entah perspektif apa yang tepat untuk melihat kenyataan ini, yang berlaku di sekolah negeri di Ibukota Negara Indonesia, Jakarta….pastinya, guru honor di sekolah negeri merasa risau, galau, ketar-ketir, bahkan takut akan keberlanjutannya mengajar di lembaga milik pemerintahan ini. Hampir setiap hari, khususnya jika ada guru baru yang datang, guru honor langsung berkumpul dan membicarakannya. Kenapa mereka memilih sekolah kita?, padahal kan mereka tahu kalau di sini jam-nya sudah penuh?. Tapi mereka tetap ke sekolah negeri, bahkan mereka “rela” tidak dapat jam mengajar, atau ada pula yang harus menunggu sampai tahun pelajaran berikutnya. Kondisi ini menyiratkan sebuah kalimat: “yang penting udah nyangkut di (sekolah) negeri”.

Kami sebagai guru honor seakan seperti menunggu vonis pengadilan lalu dieksekusi. Jika, kepsek memutuskan guru baru di terima, maka guru honor tidak dapat jam mengajar. Pada salahsatu sisi,  gumam berujar :…jam kami dirampas,…direbut,…atau mau lebih moderat lagi, kami semua berebut jam mengajar di sekolah negeri. Oh, rasanya nyaris sulit memahami kenyataan ini. Adakah solusi adil dan manusiawi bagi kami (guru honor sekolah negeri), dan mereka (GBS / Guru mutasi) ? dimanakah engkau wahai pemerintah? bagaimana tanggungjawabmu terhadap nasib kami?….

3 thoughts on “Merebut / Berebut Jam Ngajar di Sekolah Negeri Ibukota Negara Indonesia….

  1. Kak Cip desember 2011 istri saya diberhentikan dari SMA N 1 Kalirejo dengan alasan sertifikasi guru, padahal sudah menjadi guru di SMA N sejak 2009.Dia juga tergabung dalam FTHSNI ( Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri) Kenapa FTHNSI tidak punya peranan apapun dengan masalah ini, Saya minta komentarnya untuk meminta keadilan ini by anto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s