Riset Minum Red Wine Sehat Ternyata Palsu

Ketika saya baca tulisan ini, saya jadi teringat teman dan beberapa rekan meng-iya-kan, bahwa anggur dan rum adalah obat dan baik untuk kesehatan, katanya juga beberapa dokter mendukung pernyataan tersebut. Ketika dikatakan demikian, dalam hati tidak percaya, skeptis “masa minuman keras atau berbagai bentuk fermentasi yang berdampak memabukkan ternyata menyehatkan?. sikap no taken for granted-ku kini ternyata ada pendukungnya, bahkan berani mengatakan Palsu. Silahkan membaca…

———————————————————————————————————————-

Connecticut.  Peneliti University of Connecticut yang menarik perhatian dunia dengan temuannya bahwa meminum red wine (anggur merah) mempanjang usia, ternyata banyak memalsukan data dalam risetnya. Adalah University of Connecticut sendiri yang membongkar bahwa penelitian mengenai manfaat red wine itu palsu dan mengumumkannya di situsweb resminya.

“Sebuah investigasi atas penyelewengan riset ilmiah telah mendorong University of Connecticut Health Center untuk mengirim surat pemberitahuan kepada 11 jurnal ilmiah yang telah mempublikasikan hasil penelitian anggota fakultas Dipak Das K, Ph.D, seorang profesor pada Departemen Bedah dan Direktur Pusat Penelitian Kardiovaskular.” Begitu bunyi pengumuman itu yang dipublikasikan pada Rabu waktu setempat atau Kamis (12/1/2012) WIB.

“Kami memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki catatan ilmiah dan menginformasikan rekan peneliti di seluruh negera,” kata Philip Austin, Wakil Presiden sementara untuk urusan kesehatan.

Investigasi itu dipicu oleh tuduhan anonim mengenai penyelewengan penelitian pada tahun 2008. Laporan komprehensif, yang totalnya mencapai sekitar 60.000 halaman, menyimpulkan bahwa Das bersalah atas 145 jumlah fabrikasi dan pemalsuan data.

Sebagai hasil dari investigasi, University of Connecticut Health Center telah membekukan semua penelitian yang didanai eksternal di laboratorium Das dan menolak untuk menerima dana USD 890.000 dalam bentuk hibah federal yang diberikan kepadanya.

Proses pemecatan, sesuai dengan peraturan Universitas, saat ini sedang berlangsung. University of Connecticut Health Center bekerjasama intens dengan Kantor Integritas Riset (ORI) Amerika Serikat selama investigasi internal. Sesuai protokol, University of Connecticut Health Center telah mengirimkan laporan lengkap ke ORI, yang kini melakukan investigasi independen.

“Sementara kami sangat kecewa atas pelanggaran menyolok terhadap Kode Etik Universitas. Kami senang sistem pengawasan di tempat telah efektif dan bekerja sebagaimana dimaksud,” kata Austin.

Menurut Austin, pihaknya bersyukur bahwa seseorang memilih untuk melakukan hal yang tepat dengan mengingatkan pihak berwenang. “Temuan kami merupakan hasil dari investigasi mendalam bahwa, dengan sifatnya, diperlukan waktu yang cukup waktu untuk menyelesaikannya,” imbuh Austin.

Lanjut Austin, penyalahgunaan dalam satu laboratorium tidak mencerminkan kinerja keseluruhan dari lembaga penelitian biomedis University of Connecticut Health Center, yang terus mengejar kemajuan dalam perawatan dan penyembuhan dengan integritas tertinggi.

“Kami menuntut kepatuhan penuh dengan semua standar penelitian dan kebijakan oleh fakultas dan staf kami,” tegas Austin.

Das telah menyedot perhatian dalam beberapa tahun terakhir atas temuannya mengenai manfaat resveratol yang ditemukan dalam red wine. Dia telah dipekerjakan oleh University of Connecticut Health Center sejak 1984, dan dianugerahi kedudukan tetap pada 1993.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s