[GBS VS GTT] Konflik Horizontal Tak Terelakan lagi….

Batasan Judul

Judul di atas adalah sebuah realitas yang sedang terjadi di DKI Jakarta sekarang ini. Terlihat gejala yang sifatnya disosiatif, guru-guru yang berasal dari dua kubu yang berbeda terjadi pertentangan (konflik). Judul tersebut tanpa ada [?], karena menurut saya memang terjadi konflik. [lihat judul tulisan di bawah].

Di satu pihak, ada guru dengan nada deskriditkan guru yang lain, komentar tidak simpatik dan cenderung menuduh, sementara lainnya bertahan dan juga melakukan perlawanan, walaupun baru tahap di dunia maya. Kedua kubu guru tersebut yang bertentangan, berseteru dalam blog saya ini, ternyata mengkerucut kepada dua kelompok besar guru, yaitu Guru Bantu Swasta [GBS] dan Guru Tidak Tetap [GTT] yang notabene-nya adalah guru honor sekolah negeri [di Jakarta]. Mereka ini sejawat, sesama kelompok sosial namun mereka bertentangan (berkonflik),  sehingga konflik mereka sifatnya mendatar yang disebut konflik horisontal.

Apakah yang mereka pertentangkan?, apa penyebab konfliknya?.

Semua berawal dalam blog ini, setidaknya mencuat ke dunia maya, khususnya pembicaraan tentang dasar hukum pengangkatan GBS dengan judul “[2012] GBS Inkonstitusional”, dan dilanjutnya dengan respon penulis dengan judul: “[GBS VS GTT ?] Jawaban Penulis [2012] GBS Inkonstitusional”.  Bagi saya, yang menjadi bagian utama konflik ini adalah “GBS invasi sekolah negeri, guru honorer berkurang jam mengajar hingga di PHK”. Hal demikian bukanlah “akan” atau “nanti”, tetapi “sudah” dan “akan terjadi lagi”.  Saya yakin, dibagian lain ada yang berpendapat, bahwa konflik ini disebabkan berebut status PNS. Silahkan beropini karena tidak melanggar hukum dan wajar-wajar saja.

Seperti apakah komentar mereka yang berkonflik?

azied says:

Saya rasa penulis hanya takut dan merasa kalah saing dengan guru bantu. Anda tidak berimbang dan berat sebelah dalam memaparkan masalah (karena anda guru honor kan?) Dalam tulisan anda jelas terlihat kalau anda takut tdk diangkat menjadi pns. Apakah hak2 setiap orang yang anda kutip dari berbagai uu itu hanya hak guru honor? Dan bukan hak guru bantu? Kalau anda menulis tentang perundangan2an yg tinggi dan rendah, mana lebih tinggi SK Menteri atau SK Kepala Sekolah?

  • suciptoardi says:

    Saya yakin penulis, tidak sekedar menohok kepada apakah akan diangkat jadi PNS atau tidak. Akan tetapi, saya menafsirkan, dampaknya bagi mereka guru honorer yang bekerja di sekolah negeri. Ada beberapa ulasannya dalam blog ini, khususnya tulisan pada Jan-Maret 2012. Silahkan dibaca.

    aji says:

    azied, menterinye aje udah pensiun, PP nya aja udah kadaluarsa….SK GBS dah habis masanya, ampe 2009 doang, sekarang tahun brp? pada gak pake otak lu…

    —————————————————–
nabilah says:

Kami bukan mendompleng, kami dites jadi guru bantu oleh negara, apa guru honor di tes oleh negara…Kok lucu gak dites mau nuntut, yang wajar-wajar sajaa…OK

suciptoardi says:
wah, komentarnya tendensius begitu ya, masa seh kami menuntut hak dianggap lucu dan tidak normal?. jangan emosi, jadi kurang simpatik neh…beda pendapat its okay, tidak usah berlebihan menanggapinya. saya terbiasa beda pendapat dengan siswa, guru, atau pengunjung blog ini. semoga ada GBS lainnya yang lebih bisa mengontrol emosi untuk berdiskusi. everyone is invited.
————————————-
zubaidah says:

masalah GB dan SGJ saya yakin sudah ada aturanya/undang-undangnya sendiri (dibuat PEMERINTAH).Saya berharap tak ada yang merasa lebih berhak dengan status PNS karena sama-sama hasil seleksi,sama-sama mencerdaskan anak bangsa.Mengapa jadi ribut? GB yang ditugaskan di sekolah Negeri/Instansi Pemerintah salah satu aturan yang ditentukan oleh PEMERINTAH.Maka mari kita melihat dengan cermat … ini adalah ATURAN/KETENTUAN PEMERINTAH.GB tak berdaya untuk tetap bertugas di swata karena aturan/ketentuan ini.Saya berharap kita dapat legowo … tidak saling menjelek-jelekkan/membenar-benarkan diri.Alangkah indahnya bila kita bergandengan tangan karena kita sama-sama GURU yang turut mencerdaskan anak bangsa.Status PNS itu merupakan rejeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dari Mr. Andi Untuk Bunda Ratih, kenyataannya memang demikian telah terjadi gusur-menggusur dari GBS ke sekolah negeri. Bunda Ratih, silahkan anda kunjungi sekolah negeri dari SD sampai SMA di Jakarta , banyak dari kami yang tergusur, dan dan sekarangjobless, kesulitan untuk menafkahi istri dan membelikan susu untuk si buah hati. Di mana letak hati nurani GBS?

——————————–

nabilah says:

Guru bantu juga wajar dan sah-sah saja menuntut jadi PNS jangan dihalangi dong…OK

  • suciptoardi says:

    dalam pendapat saya, tidak menyatakan bahwa guru bantu tidak wajar. tapi malah anda merasa, kalian tidak wajar dengan klarifikasi begini: “Guru bantu juga wajar dan sah-sah saja menuntut jadi PNS”, justru nabilah yang menganggap guru honor sekolah negeri tidak wajar dengan menuliskan: “Kami bukan mendompleng, kami dites jadi guru bantu oleh negara, apa guru honor di tes oleh negara…Kok lucu gak dites mau nuntut, yang wajar-wajar sajaa…OK”.

    sudah lupaaaa yaaaa [belum lebih dari 6 jam lhooo]?. gpp koq, namanya juga manusia, tempatnya khilaf dan emosional. saya tidak menghalangi kalian jadi PNS, saya menafsirkan tulisan teman saya dapat berupa “uji kelayakan” seberapa kuatkah benteng konstitusional pengangkatan kalian. bukankah kita hidup dalam negara hukum?, jika ada pendapat yang lebih rasional dan benar, saya dengan rasional akan meyakininya. mari berdiskusi tanpa emosional tak rasional…

    ————————————————–

bio-sma says:

Buat Pak Andi Setiawan selaku pemilik tulisan : sebaiknya anda share dulu ke temen2 GB sebelum membuat tulisan di atas….. tanyakan langsung kepada teman GB dari awal sejarahnya ada penerimaan GB thn 2003 dan 2004, berapa honor yang diterima waktu itu….. sehingga data yang anda tulis menjadi akurat……
Apakah pak Andi dan Pak Sucipto Ardi pada thn 2003 atau 2004 ikut seleksi guru Bantu?? karena bukan tidak mustahil jika 6000 GB se DKI akan geram jika membaca tulisan ini…. perlu bapak2 ketahui saya adalah Guru Bantu angkatan 2003 yg cukup miris membaca tulisan ini… karena data yang kurang akurat….

aji says:

guru honor sekolah negeri ada 13.000 ribuan pak, mereka juga lg geram sekarang….jd sekarang ini guru sdg diadu domba, lebih baik bapak usulkan ke pemerintah bersama teman2 gbs bpk untuk ditempatkan di sekolah masing2, jadi gak ada yg dirugikan pak…bagaimana?

—————————–

nabila says:

9 March 2012 at 3:52 am

Yang njagar di swasta memamang tidak bisa langsung menjadi PNS, tapi guru bantu punya sk menteri yang bisa jadi PNS.Jadi tidak semua guru swasta jadi PNS jagan generalisasi masalah yang kecil dan sepele jadi besar

  • suciptoardi says:

    Ini masalah besar bagi guru honorer di Jakarta. Pernahkah terpikirkan dampaknya ketika GBS masuk sekolah negeri? 6000 lebih guru akan menganggur…..

    • nabilah says:

      Itulah relita kehidupan yang sudah di atur 4JJI jangan kita yang ngatur dan menang sendiri

      ——————————————-

      nabilah says:

      Sekarang tanya pada HATI NURANI mau jadi guru honor karena pribadi atau ada kedekatan dengan guruguru yang ngajar di sekolah negeri dan kepala sekolah…?????

      suciptoardi says:
      memang harus diakui, ada juga seperti yang anda ungkapkan, namun dibagian yang lain tidak demikia. contohnya saya dan beberap teman. kami masuk menjadi guru honor di sekolah negeri dengan melalui setidaknya 4 tahapan tes. kami pribadi melamar, bahkan melalui iklan di koran kompas, kami bukan titipan orang lain.
      ———————————-
      Thoyyib says:

      Ribut terus cari status.. Pak cipto jgn galau pak..tak mungkin GBS akan mendepak 6000 guru honor, pemerintah juga tau, berjiwalah besar, pakai kepala dingin, tdk usah bicara2 konstitusi, kerja saja yang baik, tingkatkan profesionalisme, masa’ iya Tuhan buta thdp hambanya yang jujur, professional, dedikasi, ingatlah rizki sdh ditentukan, walaupun PNS atau tdk PNS insya Allah rizki itu tdk berupa hanya gaji saja, anak yg sholeh, sukses, kelurga sehat, dll. Tdk usah khawatir, usaha juga, sabar juga. Juga hrs dpt menerima hukum alam, seleksi alam. Dan pemerintah jg sdh berusaha adil, terutama Di Jakarta lho, selama ini yg diangkat jadi PNS sebelumnya dari guru PTT (honor dinegeri) namun akhir2 ini recruitment dari sekolah swasta (Guru Bant=inzet) juga sdh diperhatikan, mengapa ? Krn banyak dari guru2 bantu yang jg potensial, penuh dedikasi, memiliki etos kerja tinggi, nah yg seperti jg perlu mendapatkan perhatian demi kelangsungan anak bangsa yg berkwalitas.

      • suciptoardi says:

        Bang Toyyib, tulisan di atas milik Mr. Andi. Kami, guru honor sekolah negeri memang galau, dan memang harus galau. Kenapa?, sampai saat ini status kami belum jelas, dan memang kami mencari kejelasan status. kalau ini terkesan ribut/gaduh, memang harusnya seperti itu. Kenapa?, agar dapat diketahui dan dipahami, karena dengan ketidakjelasan yang ada, tidak sedikit rekan kami yang terpinggirkan, bahkan tersingkir secara sitematis oleh GBS, seperti yang tertera dalam tulisan di atas:

        Di lapangan, kehadiran guru bantu di sekolah-sekolah negeri jelas-jelas telah melawan hukum dan mengakibatkan dampak negatif bagi guru honor seperti (1) berkurangnya jam mengajar (2) tidak mendapat tunjangan fungsional karena jam mengajar tidak sampai 24 jam dan (3) dikeluarkan dari sekolah.

        Ini adalah buatan manusia melalui undang-undang atau legal formal sejenisnya, saya yakin Allah masih memberikan keluangan untuk kami berusaha merubah keadaan. Pasrah seperti komentar anda di atas adalah kata terakhir bagi kami, setelah kami berusaha.

        ——————————-

        nabilah says:

        Ya setuju komitmen seperti ini pilih guru yang kualiatas dan profesional bukan guru yang ngawur dan banyak menuntut….

        • suciptoardi says:

          wah, sepertinya nabilah ini guru yang berkualitas dan profesional ya……

          • nabilah says:

            Iya dong kita harus optimis dengan kemampuan, bukan guru yang ngawur dan ambisius…OK

            • suciptoardi says:

              saya jadi ingat perkataan teman, katanya optimis/yakin/percaya diri batasnya tipis dengan sombong, kalau tidak pandai2 mengelolanya jadi terkesan negatif, tapi saya yakin nabila ini adalah seorang guru yang optimis dan menjunjung tinggi nilai2 seorang pendidik yang mulia. Oya, berdasarkan komentar nabila, maksudnya, ada juga ya guru yang ngawur dan ambisius ya?….bisa diberitahu, kan temen2 guru lain dan pembaca blog ini juga ingin jelas seperti apa mereka itu??….bisa dijelaskan?….

              • nabilah says:

                optimis dengan kemampuan yang diberikan 4JJI bukan dari angkuhnya yang menutupi kenyataan yang ada dengan keinginan yang “belum jelas status menurut anda”,kok guru bantu dibilang inkonstitusional itu maksud saya “bukan kami” begitu bukan ngawur mengajar dan ambisius menerima upeti…OK

                ———————————————————

                aji says:

                eee…nabilah, coba lu datang ke sekolah gw, gw yg pertama nonjok muke lu, gbs datang ke sek. negeri cuma jadi bencana buat guru honor di sekolah itu, sekarang elo kumpul sama temen2 gbs elo, terus pergi ke pemerintah dan bilang minta diangkat dan ditempatkan disekolah masing2, jd jgn ganggu lahan org….ngarti gak lu…kalo masih ngeyel pengen datang ke sekolah negeri dan gangguin lahan org coba aje….blo’on lo pade….

                • suciptoardi says:

                  betul tuh, kata Mr. Andi begini: “SDM/karyawan perusahaan swasta, dosen universitas swasta, dokter dan perawat rumah sakit swasta tidak menuntut menjadi dokter pns, dosen pns, perawat pns dan karyawan pns, hanya guru sekolah swasta yang menuntut menjadi guru PNS”…..

                  —————————

                  • Dimas Riadi says:

                    GBS rencana mau masuk tahun ajaran baru 2012.
                    Yang saya khawatirkan bagaimana dengan nasib 6000 guru kelas SDN dan guru bidang studi SDN/SMPN/SMAN/SMKN berstatus honorer di Jakarta yang sudah teruji & sesuai jkompetensinya bisa tergusur GBS.
                    Semoga Pemda DKI Jakarta & KepSek bisa bijak & arif dalam melihat permasalahan tersebut.

                    aji says:
                  • betul sekali, tuk gbs yg hanya ngajar di swasta, minta ditempatkan disekolah masing2 aja ya, jgn ngambil dan nyerobot lahan org…oh ya di papua masih banyak lowongan tuh…..

                    ————————————————–

                    zubaidah says:

                    @ Bapak Suciptoardi ,saya ingin kejelasan kalimat Bapak “realitas tidak tampak” menurut pendapat saya,sebaiknya Bapak menanyakan dan menuntut pada PEMERINTAH jangan mengitimidasi rekan lain.Sesama GURU rekan seperjuangan,sama-sama sudah berusaha dan terus berjuang pada jalan masing-masing ….

                    suciptoardi says:

                    • realitas yang tidak tampak maksudnya, GBS dan GTT sudah berjuang, tapi belum ada kenyataanya. kita bisanya bicara yang sifatnya membiarkan pemerintah yang atur, tapi kenyataannya malah amburadul, lihat saja sekarang: konflik horisontal sudah dan akan terus terjadi. Silahkan berjuang dengan masing-masing, tapi jangan sampai pihak lain ter atau disingkirkan. Begitu lho bu…

                      Justru bilang kepada negosiator GBS untuk lebih arif kalau berbicara dengan pihak pemerintah, baik itu demo atau audensi. Bagi saya, jadi PNS tidak masalh, tapi jangan ke sekolah negeri. pikirkan dampaknya. 6000-12.000 guru di DKI Jakarta akan menganggur. justru kalian yang menyulut terlebih dahulu, lihatlah guru2 yang ada di sekolah negeri sekarang?, jam ngajar kurang, bahakan tidak sedikit yang di PHK. bagaimana kalau kalian GBS yang mengalaminya? dimana hati nurani kalian sebagai pendidik?….

                      Konflik horisontal GBS VS GTT tidak terelakkan….

10 thoughts on “[GBS VS GTT] Konflik Horizontal Tak Terelakan lagi….

  1. Wah seru neh…kalo bapak dan ibu guru berdebat…..tapi kenapa para GBS sepertinya merasa terusik ya……Para guru honor negeri bukannya tidak mau GBS menjadi PNS,tapi yang anda ambil itu mata pencaharian kami selama bertahun2…maaf bapak ibu GBS sekalian…kami ucapkan selamat atas pengangkatan kalian,tp tolong dilihat akibat dari kehadiran GBS…ditempat saya,….saya tidak menganggap GBS musuh saya..bahkan mereka turut mencarikan info untuk teman2 Honorer…cobalah pikirkan lagi….khususnya yang bicara seolah-olah GTT itu arogan,ambisius,tidak kompeten……jangan pernah ada anggapan GBS atau GTT lebih jago. Kita khan sama2 guru ….pikirkan saja anda bagaimana…apakah sudah menjadi pribadi yang sempurna…..khusus buat bu nabila istigfar bu….ga semua GTT itu ngawur…dan ga semua GBS itu ngawur

    1. Saya setuju sekali dengan Bang Ari. Pembicaraan sebelumnya sudah jelas: masalah hukum, dan bukan kinerja guru GBS atau GTT. Mereka (GBS) malahan bersikap “tendensius” terhadap GTT, mereka menganggap kami itu “arogan”, “suka nuntut”, “ambisius”, “tidak kompeten”, bahkan ada kata “ngawur mengajar dan ambisius menerima upeti”. Semua kata “cacian” ini berasal dari tulisan GBS yang menuliskan namanya sebagai: “nabilah”. Saya pikir, saran Bang Ari ini boleh anda lakukan: ” istigfar bu…”, ” istigfar bu…”, ” istigfar bu…”, ” istigfar bu…”, ” istigfar bu…”, ” istigfar bu…”………………

  2. “Seru……seru….seru…dan seru….Hal ini memberikan gambaran bahwa ada yg tidak beres dalam pengelolaan tenaga pendidik di negeri ini. Jika hal ini terjadi adalah suatu hal yg wajar……kita sebagai orang awam akan keep wait and see with sweet smiling…… Dan memberikan keputusan yg bersifat sementara, yaitu……ck…ck…ck…ck…alangkah bodohnya kita ini selalu diadu domba. Peraturan dan regulasi yg ada belum bisa memberikan hal laik bagi pahlawan banyak jasa ini. Luarbiasa….luarbiasa…luarbiasa…..dapur membuat orang lupa akan integritasnya sebagai guru Indonesia.
    Salam Merdeka Pendidikan BangsaKU !!!!

  3. Kalo semuanya pada sadar ini tidak lebih sedang terjadi debat kusir, yang bener harusnya biarkan masing2 memperjuangkan haknya dan kl nantinya GBS ditempatkan di Negeri ya biarkan saja sebaliknya yg GTT ga usah gusar wong sekolah negeri juga bukan milik GTT. kan semua punya hak di atas bumi Indonesia ini ….. dan yg perlu diketahui yang menempatkan GBS jadi PNS di sekolah negeri itu bukan jg permintaan Guru bantu yang dituntut guru bantu adalah hak menjadi PNSnya itu.
    Sekarang ayo sama2 berjuang biar diangkat jadi PNS…!!! urusan penempatan biarkan sj yang berwenang…. gitu aja kok repot…

    1. Inilah komentar yang tidak memahami masalahnya, sehingga mereduksi esensinya. selain itu, Kanaya seperti bukan guru yang harusnya memiliki hati nurani.

      Baca yang banyak dulu yah mas/mbak, baru setelah itu baru komentar…

  4. Sebenarnya yang membuat GBS dan GTT di adu domba adalah tulisan ini.. tidak ada asap kalau tidak ada api… perdebatan yang tidak mutu.. gak akan ada habisnya.. nambahin dosa aja.. sama2 ingin diangkat PNS.. gimana anak murid gak tawuran.. gurunya aja tawuran… hmmmm…

    1. Sebuah tuduhan yang irasional dan tidak bersahabat. Saya yakin Raditya ini tidak paham permasalahann dan terjadinya gesekan. Jauh sebelum tulisan ini diterbitkan, banyak portal berita nasional sudah memberitakannya. sudahkah anda membacanya?…

      Tulisan saya ini adalah mengungkapkan apa yang sudah terjadi. Kalau anda anggap tulisan saya dianggap sebagai sebab adu domba, silahkan buktikan. Selanjutnya, tulisan di atas dianggap tidak mutu?, kok anda bisa ya, ,mengomentari perdebatan yang ngak mutu?, katanya ngak mutu, koq malah ikut2an ngak mutu…hehehehe…

      Berikutnya, komentar anda yang tidak masuk akal lagi adalah “gimana anak murid gak tawuran.. gurunya aja tawuran:, mas/mbak, tauran terjadi jauh sebelum tulisan ini terbit, dan sampai hari ini, belum ada karya ilmiah yang menjelaskan dan membuktikan “gara2 guru suka tauran di blog ini, kemudian menyebabkan murid ikut tauran”. Duuhhh….anda kalau guru, bicaranya yang baik lah, minimal rasional, jangan emosional…

      Marilah diskusi….

  5. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan rizki yg luas dan berkah bagi guru honorer negeri. Allah Maha luas dan pemberi rizki, Allah Maha tau siapa2 hamba yg terdzolimi dan mendzolimi.
    Mudah-mudahan juga perjuangan guru honorer negeri untuk mndapatkan hak-haknya segera terpenuhi, salah satunya untuk bisa diangkat menjadi PNS.
    Aamiin Ya Rabb
    Jgn berhenti untuk berusaha, berdo’a dan berjuang untuk mndapatkan yang lebih baik, Insya Allah. Allah sll bersama kita
    Saya sangat mendukung perjuangan SGJ, smoga gerak langkahnya sll mndapatkan ridho Allah SWT
    Semangat!!!!!!!!!!
    Baik GBS dan Guru honorer negeri smoga tetap amanah dlm mnjalankan tugas nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s