Pada umumnya, guru bantu di seluruh Indonesia adalah guru yang bekerja, mendidik di sekolah negeri. Sehingga, peraturan yang sifatnya dari pemerintah berlaku untuk semua guru bantu dalam NKRI. Namun, di DKI Jakarta berbeda. Guru bantu malah bekerja, mendidik di sekolah swasta. Di sekolah negeri terdapat guru dengan status PNs, PTT, dan honorer/GTT. Jadi, rumitlah masalahnya jika guru bantu di sekolah swasta jadi PNS di sekolah negeri. Stabilitas terganggu.

“Pemerintah dalam memanfaatkan guru bantu di DKI Jakarta dan di daerah lain berbeda. Kalau di daerah, guru bantu dimanfaatkan untuk sekolah-sekolah negeri, tetapi khusus di DKI Jakarta guru bantu dimanfaatkan di sekolah-sekolah swasta,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Margani Mustar, di Jakarta. Selanjutnya, Guru bantu di DKI Jakarta tidak mudah diangkatjadi pegawai negeri sipil (PNS). Posisi guru bantu di Jakarta berbeda denganguru bantu di daerah lain di Indonesia. Umumnya, guru bantu di Jakartamengajar di sekolah swasta, bukan di sekolah negeri. Ia menyampaikan hal itu untuk menyikapi tuntutan para guru bantu jadi PNS. Posisi guru bantu di Jakarta yang demikian, kata dia, menyulitkan Pemprov DKIJakarta. “Kalau guru swasta itu diangkat menjadi guru PNS dan kemudian ditempatkan di sekolah negeri, maka sekolah swasta pasti akan protes, sebaliknya jika guru-guru tersebut akan ditempatkan di sekolah swasta maka pemerintah DKIJakarta belum punya cukup uang untuk menggaji guru bantu tersebut

Cukup unik ya, bekerja di instansi swasta, tapi kemudian ingin jadi PNS, bekerja di instansi negeri. Ya, cuma guru (setidaknya itulah yang muncul ke permukaan). Pernahkan diberitakan, karyawan rumah sakit swasta, demo untuk bekerja di rumah sakit pemerintah/negari?, adakah pemberitakan pegawai Bank Mandiri / bank swasta lainnya demo untuk bekerja di Bank DKI / bank negeri, selayaknya guru swasta demo untuk bekerja di sekolah negeri?.

Terlepas motivasi guru swasta tersebut, dan tangan-tangan yang mendukungnya, kini GBS sudah msuk ke sekolah negeri, khususnya di Jakarta. Sekali lagi, stabilitas terganggu.

Sumber 1, sumber 2, sumber 3,