Daftar Sejarah di Dunia Yang di Rahasiakan!!!

Banyak fakta-fakta sejarah yang sengaja disembunyikan dari pengetahuan masyarakat luas. Mungkin karena adanya keburukan atau kejahatan yang dilakukan oleh penguasa pada masa lalu atau bisa juga untuk menyembunyikan konspirasi-konspirasi jahat untuk kepentingan-kepentingan politik dan ekonomi kelompok-kelompok tertentu. Atau barangkali karena ada kejadian yang memang tidak tercatat dengan baik. Selain itu terdapat juga fakta-fakta mengagumkan yang ada sepanjang sejarah dan bisa menambah pengetahuan kita.

Inilah fakta-fakta tersebut :

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA BUDAYA LOKAL*

Oleh Dhanang Respati Puguh

  1. A.     Pendahuluan

Tema seminar dan judul tulisan ini secara implisit menyiratkan adanya dua hal yang berbeda, tetapi dapat disinergikan untuk tujuan yang positif. Di satu sisi, frasa “peningkatan kualitas pembelajaran sejarah dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)” menyiratkan adanya persoalan dalam pembelajaran sejarah dan IPS di sekolah, sehingga perlu ditingkatkan; di sisi lain frasa “pemanfaatan sumberdaya budaya lokal” menyiratkan adanya potensi pada sumberdaya budaya lokal untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi dalam pembelajaran sejarah dan IPS di sekolah. Terlepas dari adanya persoalan dalam pembelajaran sejarah dan IPS di sekolah (kalau memang ada), suatu hal yang masih dapat dirasakan adalah adanya citra buruk yang tampaknya masih melekat pada mata pelajaran sejarah dan IPS (karena di dalamnya juga terdapat substansi sejarah) sampai sekarang. Sejarah dianggap sebagai  mata pelajaran yang membosankan dan tidak menarik, karena harus menghafalkan peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau yang antara lain mencakup nama-nama raja, kerajaan, dan angka tahun, sementara IPS dianggap sebagai mata pelajaran yang kurang penting (dinomorduakan), (mungkin) karena di dalamnya terdapat materi sejarah. Pendek kata, suatu hal yang pasti adalah minat siswa terhadap mata pelajaran sejarah lebih kecil dibandingkan dengan minat siswa terhadap mata pelajaran yang dianggap penting  (Ilmu Alam dan Ilmu Pasti). Kondisi ini diperparah dengan adanya anggapan bahwa sejarah dianggap sebagai mata pelajaran yang tidak ada gunanyanya karena yang dipelajari adalah peristiwa pada masa lampau, sehingga dianggap tidak dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam kehidupan kekinian dan apalagi masa depan.

Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah dan IPS dengan memanfaatkan sumberdaya budaya lokal. Untuk mencapai pembahasan yang relatif utuh, secara berurutan tulisan ini akan menjawab tiga pertanyaan pokok, yaitu:

1. Mengapa perlu peningkatan kualitas pembelajaran sejarah dan IPS?

2. Apakah yang dimaksud dengan sumberdaya budaya lokal?

3. Mengapa dan bagaimana sumberdaya budaya lokal dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah dan IPS? Continue reading “PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN SEJARAH DAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DENGAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA BUDAYA LOKAL*”

Peningkatan Pembelajaran Sosiologi Melalui Model Partispatif Berbasis Poster di Kelas X SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten

Subakri

Abstract. This research aims to describe: the improvement of the social interaction conceptual comprehension and to des-cribe the changes of the student behaviour positively after get-ting the application of the participative learning model which has the poster basis on Sociology learning. The research was done in X class of the State Senior High School (SMA) in Po-lanharjo which has 40 students. The result of the research in-dicates that the comprehansion of the student social interac-tional conception in the first cycle reaches 70% and increases 5% in the second cycle becomes 76%. The learning complete-ness target in the first cycle has not been reached because it is only under 75%, whereas in the second cycle has been able to be reached that is 76% or 1% beyond the prior target.

Kata kunci: pembelajaran Sosiologi, interaksi sosial, pem-belajaran partisipatif, portofolio.

Materi pembelajaran Sosiologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) pada Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas X berkai-tan dengan telaah mengenai interaksi sosial dengan segenap variasi-nya yang disajikan secara terpadu, sehingga para siswa dituntut me-nguasai konsep interaksi sosial secara menyeluruh. Tuntutan demiki-an ini membebani siswa yang umumnya merasa kesulitan untuk seka-ligus menguasai konsep-konsep interaksi sosial tersebut. Pemahaman sosiologi menuntut aspek kognitif yang cenderung verbal dan serba abstrak bagi para siswa, karena berbasis kehidupan sosial secara uni-versal dengan pembahasan secara teoritis.

Continue reading “Peningkatan Pembelajaran Sosiologi Melalui Model Partispatif Berbasis Poster di Kelas X SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten”