Narocob {Bocoran} pada UN 2012 di Jakarta

Kata narocob dalam beberapa minggu ini adalah sebuah ungkapan terpopuler di kalangan remaja yang duduk di bangku sekolah, baik itu SMP atau SMA. Narocob adalah kebalikan dari kata bocoran, sebuah deskripsi dari diperolehnya jawaban dari soal, dalam sekarang ini ialah jawaban soal ujian nasional.

Seperti UN tahun-tahun sebelumnya, dan seperti yang banyak diberitakan berbagai media lektronik dan cetak, UN 2012 kali ini diwarnai kecurangan. Di Jakarta, kebocoran menjadi buah bibir (atau gosip..?) di kalangan guru pengawas dan peserta didik. Berikut salahsatu gambaran bagaimana alur bocoran hingga sampai di ruang ujian:

1. Membeli dengan harga yang cukup mahal kepada seseorang yang diyakini oleh para peserta didik narocob-nya jitu. Kunci jawabannya dikirimkan via sms antara pukul 07.00-08.00 WIB. Hari pertama UN, 16 April 2012, narocob vis sms datangnya sekitar 07.45-an WIB, sehingga banyak peserta didik yang terlambat.

2. Mendapatkan dari guru atau kepala sekolah via sms. Waktunya sama seperti penjelasan no. 1. Bedanya, kalau no.1 peserta didik yang berusaha sendiri dan bayar, sementara no. 2 ini adalah gratis yang usaha bukan peserta didik. Banyak berkembang kabar di kalangan guru, yang beli sendiri (oleh peserta didik) umumnya adalah anak dari sekolah negeri, dan yang tinggal ongkang-ongkang kaki dan yang berusaha adalah guru atau kepsek-nya, ialah berasal dari sekolah swasta (walaupun ada juga beberapa dari sekolah negeri)

Bagamanakah cara merealisasikan jawaban via sms hingga sampai selesai UN di dalam ruang ujian:

1. Peserta didik menyalin jawaban UN vis sms ke stiker/label kecil atau kertas kecil, biasanya dilakukan di kamar kecil, luar sekolah (jalan atau warung), bahkan ada pula yang menamengkan diri (berpura-pura) dengan masuk musholla sekolah seakan mereka sedang sholat duha.

2. Kemudian contekan dan lembaran kecil tersebut di masukan ke saku, kaos kaki, ditempel dibalik kemeja, atau sisi tertentu yang sulit terdeteksi pengawas.

3. Ketika pengawas lengah, dengan secepat kilat, narocob dikeluarkan dan disalin ke lembaran soal dengan mencoret setiap pilihan jawaban soal,  seakan sebagai jawaban sementara. Pada sekolah tertentu, hal ini dapat dimungkinkan (pengawas lengah) karena di meja pengawas disediakan minuman dan 1, 2, atau lebih eksemplar surat kabar terbaru (sekarang).

4. Dasar memang peserta masih remaja dan pikirannya tidak panjang, mereka dengan PD-nya segera menyalinnya ke LJK (lembar jawaban komputer)  dan boom, 1 jam soal standar nasional selesai dikerjakan tanpa ada rasa letih yang terpancar di muka dan kertas soal terlihat masih polos dari coret-coretan sebagai cara untuk menemukan jawaban dengan jujur. Pengawas curiga tapi tak ada buktinya….

Kapankah bangsaku ini mampu untuk tidak mencetak koruptor di masa depan?

One thought on “Narocob {Bocoran} pada UN 2012 di Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s