Kemarin, 6 Mei 2012, Serikat Guru Jakarta (SGJ) mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Gedung Djoeang 45 Menteng, Jakarta Pusat. Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, berakhir hingga pukul 17.00 WIB. Pada sesi kedua, antara pukul 14-17 WIB, tamu undangan yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir, yaitu Prof. Agus Suradika selaku Wakadis DKI Jakarta dan anggota Komite III DPD RI, yakni Pardi, S.H.

Dalam kesempatan ini, Wakadis menjawab permohonan guru-guru Jakarta yang tergabung dalam SGJ tentang adanya pengaduan bahwa ada kepala sekolah di sekolah negeri yang memecat guru honor-nya. Setelah konfirmasi dengan stafnya, Prof. Agus Suradika berkata: “mulai besok (7 Mei), surat dari Dinas yang melarang kepsek memecat guru honorer akan terbit”. Riuh tepuk tangan ratusan peserta, baik itu guru, LSM, wartawan, dan para undangan lainnya, menggemakan suasana dalam ruang yang dipenuhi gambar-gambar pahlawan. Lanjut Wakadis, “kemarin, surat sudah keluar dari ruang kepala dinas, sudah ditandatangani”. Kembali, tepuk tangan riuh dari peserta.

Ini artinya adalah:

1. Mulai hari ini, tidak ada lagi guru honorer di sekolah negeri DKI Jakarta yang akan diberhentikan, terutama jika ada guru baru yang datang untuk meminta jam ngajar, seperti guru PNS dari sekolah lain, atau GBS.

2. Mulai hari ini, guru yang sudah di PHK dapat mengajukan kembali atau dipanggil untuk mengisi posisi yang ditinggalkan dulu jika memungkinkan.

3. Mulai hari ini, keresahan guru honorer sekolah negeri berakhir.

Gabung ke SGJ nyok!!!

——————

 

Jika terjadi guru non pns dikeluarkan silahkan lapor ke HGJ (Himpunan Guru Jakarta) lewat korwil masing2.
INFO PENTING : PP Perubahan ke 2 dr PP 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer sudah keluar hari ini jumat 1 Juni 2012 Jam 15 sore di kmenpan & RB, dengan PP No. 56 Tahun 2012. Silahkan di download di menpan. Di Blog ini tinggal klik ajaa neh !.