Perpanjang SIM Jakarta yang “Mati” 6 Bulan

SIM Jadoel

Malam Kamis, setelah pagi-nya menyelesaikan masa puasa Golput, saya baru menyadari kalau SIM sudah kadaluarsa, mati 6 bulan!. Dasar memang ngak pernah melanggar aturan, itu seingat saya, rasanya bersalah banget. Kamis setelah istirahat siang, langsung tancap ke Polres terdekat. Ternyata, sudah tutup. Ketika saya bergegas ke bagian perpanjangan SIM, seorang polisi (terlihat dari Id card yang tercantum didadanya) bertanya: “mas, mau kemana?”, saya jawab: :”mau perpanjang SIM, pak!”. “Sudah tutup mas”, lanjut polisi yang terlihat jangkung itu. Langkahku melambat, dan terduduk di depan loket. Jam menunjukkan 13.26 WIB, tapi semua loket sudah ditutup. Rasanya gimana gitu, maklum, seringnya saya tepat waktu rasanya ngak aja ketika dihadapkan pada kenyataan bahwa saya terlambat. Salah saya juga karena tidak mengecek terlebih dahulu jam berapakah pelayanan SIM tutup. Namun demikian, saya niatkan kembali lagi.
Continue reading “Perpanjang SIM Jakarta yang “Mati” 6 Bulan”

Lucu, Ada Spanduk Cagub Nomor 7: Jangan Pilih Gua, Gua Pasti Korupsi

Jakarta Semua pasti sudah tahu cagub dan cawagub DKI Jakarta yang akan bertarung di Pilkada ada 6 pasang. Semua sudah resmi, palu telah diketok KPU DKI. Nah, tapi ini memang di luar yang resmi itu: cagub dan cawagub nomor 7. Hah?!

Spanduk nomor urut 7 ini terpasang di kawasan Semper, Jakarta Utara, Jumat (6/7/2012). Di spanduk itu terpasang foto pasangan Dali Mandali dan Kunto Saktiaji. Entah siapa keduanya, tapi pastinya isi tulisan kampanye di spanduk bakal bikin tertawa.
Continue reading “Lucu, Ada Spanduk Cagub Nomor 7: Jangan Pilih Gua, Gua Pasti Korupsi”

Kesalahan Tata Bahasa yang Bikin Sesak Dada

Dalam kehidupan sehari-hari saya seringkali menemukan penggunaan bahasa Indonesia yang keliru. Saya mungkin bukan mahasiswa jurusan sastra Indonesia, tapi saya ingin mencoba membantu memaparkan contoh-contoh penggunaan bahasa yang salah dan menyalahi kaidah bahasa Indonesia, dan sudah terlanjur menjadi budaya umum…

PENULISAN SINGKATAN DAN AKRONIM
Singkatan merupakan perpendekan serangkaian kata ke dalam bentuk beberapa huruf. Kata-kata yang dimaksud biasanya merujuk kepada nama lembaga, bidang studi, nama tempat, atau istilah. Umumnya huruf-huruf yang membentuknya adalah huruf-huruf awal dari kata-kata tersebut. Cara membacanya pun beragam, tergantung huruf-huruf yang membentuknya. Misal, “IPA” akan diucapkan “I-Pa” karena memiliki huruf vokal “A” di belakang . Rasanya kita jarang sekali mendengar orang menyebut “I-P-A”. Namun “IPS” akan dibaca “I-P-S” karena terdiri dari dua huruf mati atau konsonan yang mengakhiri singkatan. Mustahil rasanya saat ditanya mengenai jurusan, orang menjawab, “Saya jurusan Ipssss!”
Continue reading “Kesalahan Tata Bahasa yang Bikin Sesak Dada”