Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara [Terungkap?]

Tulisan berikut saya ijin copas oleh karen alasan ketertarikan untuk menemukan jawaban “siapa sebenarnya yang menjadi pemeluk Islam pertama di Nusantara Indonesia?”. Saya merasa tergoda dengan judulnya.

Saya membacanya secara perlahan dengan baik. Setelah itu, dalam benak saya bergumam bahwa tulisan ini membutuhkan bacaan lebih lanjut, bahkan penelitian yang lebih mendalam dari sang ahli tentang masa lalu di Indonesia, seperti sejarawan, arkeolog, sastrawan klasik, dan ilmuan lainnya yang mumpuni, sekali lagi, tentang sejarah (Islam). Namun demikian, penulis artikel ini sepertinya paham bagaimana memperkuat argumentasinya, khususnya memberikan sumber tulisan.

Saya meyakini, tulisan yang sedikit ini, tidak mampu mengungkap kebenarn tentang pembahasan yang diajukan. Kalimat: “(sejarah) semakin sedikit penjelasannya, maka semakin banyak kebohongannya” seakan berlaku di tiap narasi sejarah. Oleh karenanya, maka tidak berlebihan sejarawan besar seperti Kuntowijoyo menyatakan bahwa “history is a master of details” untuk melukiskan “jika sejarah mau kokoh, maka uraikan secara terperinci” sehingga dapat dipahami secara cerdas. Selain dapat diyakini secara rasional-kontekstual, sejarah dapat menjadi wahana wisata.

Tulisan yang berjudul Misteri Pemeluk Islam Pertama di Indonesia ini, akan tetap isinya menjadi misteri jika makna paragraf di atas tidak terpenuhi. Untuk sementara, saya menambahkan judul dengan kata: [Terungkap?] yang lebih mempresentasikan sebuah pengantar awala dari (harapan) tulisan dan penelitian yang lebih lanjut. Semoga judul tambahan tersebut menjadi pelengkap dan dijinkan. By the way, Terima kasih karena penulis, karena tulisan anda, saya mendapat tambahan informasi. Bagus.

Terlepas dari itu semua, boleh jadi seperti saya, para pembaca budiman penasaran seperti apa isi tulisan terkait. Selamat berfikir !!

Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara

Sejarawan asal Italia, G. E. Gerini di dalam bukunya Futher India and Indo-Malay Archipelago, mencatat bahwa sekitar tahun 606-699M telah banyak masyarakat Arab, yang bermukim di Nusantara. Mereka masuk melalui Barus dan Aceh di Swarnabumi utara. Dari sana menyebar ke seluruh Nusaantara hingga ke China selatan.

Sekitar tahun 615M, sahabat Rasulullah Ibnu Mas’ud bersama kabilah Thoiyk, datang dan bermukim di Sumatera. Di dalam catatan Nusantara, Thoiyk disebut sebagai Ta Ce atau Taceh (sekarang Aceh). (Sumber : Kesultanan Majapahit, Realitas Sejarah Yang Disembunyikan [Hermanus Sinung Janutama]).



Berdasarkan catatan-catatan yang ada, mari kita coba mengungkap misteri, siapa sesungguhnya pemeluk Islam pertama asal Tanah Jawi.

1. Penganut Islam pertama, yang berasal dari Nusantara, kemungkinan adalah Para Leluhur Bangsa Aceh, yang ikut serta menghantar Ibnu Mas’ud ra. bersama kabilahnya.

Di dalam buku Arkeologi Budaya Indonesia, karangan Jakob Sumardjo, diperoleh informasi,  berdasarkan catatan kekaisaran Cina, diberitakan tentang adanya hubungan diplomatik dengan sebuah kerajaan Islam Ta Shi di Nusantara.

Bahasa Cina menyebut muslim sebagai Ta Shi. Ia berasal dari kata Parsi Tajik atau kata arab untuk Kabilah Thayk (Thoiyk)Kabilah Thoiyk ini adalah kabilahnya Ibnu Mas’ud r.a, salah seorang sahabat Nabi, seorang pakar ilmu Alquran (Sumber : Arkeologi Semiotik Sejarah Kebudayaan Nuswantara).

2. Penguasa Nusantara, yang pertama memeluk Islam adalah Raja Sriwijaya yang bernama Sri Indravarman.

Pada sekitar awal abad ke 8, orang-orang Persia Muslim mulai berdomisili di Sriwijaya akibat mengungsi dari kerusuhan Kanton.

Dalam perkembang selanjutnya, pada sekitar tahun 717 M, diberitakan ada sebanyak 35 kapal perang dari dinasti Umayyah dengan hadir di Sriwijaya, dan semakin mempercepat perkembangan Islam di Sriwijaya (Sumber : Sejarah Umat Islam; Karangan Prof. Dr. HAMKA).

Ditenggarai karena pengaruh kehadiran bangsa Persia muslim, dan orang muslim Arab yang banyak berkunjung di Sriwijaya, maka raja Srivijaya yang bernama Sri Indravarman masuk Islam pada tahun 718M (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979).

Sehingga sangat dimungkinkan kehidupan sosial Sriwijaya adalah masyarakat sosial yang di dalamnya terdapat masyarakat Buddha dan Muslim sekaligus.

Tercatat beberapa kali raja Sriwijaya berkirim surat ke khalifah Islam di Syiria. Bahkan disalah satu naskah surat adalah ditujukan kepada khalifah Umar bin Abdul Aziz (717-720M) dengan permintaan agar kholifah sudi mengirimkan da’i ke istana Srivijaya (Sumber : Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nsantara abad XVII & XVIII; Karangan Prof. Dr. Azyumardi Azra MA) (Sumber : Wikipedia : Kerajaan Melayu Kuno dan Hadits Nabi, Negeri Samudra dan Palembang Darussalam).

3. Penduduk pulau Jawa, yang pertama memeluk Islam adalah Pangeran Jay Sima (Suku Jawa) dan Rakeyan Sancang (Suku Sunda).

Pangeran Jay Sima…

Hubungan komunikasi antara tanah Jawa dan Jazirah Arab, sudah terjalin cukup lama. Bahkan di awal Perkembangan Islam, telah ada utusan-utusan Khalifah, untuk menemui Para Penguasa di Pulau Jawa.

Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bin Affan, beliau mengirimkan utusannya Muawiyah bin Abu Sufyan ke tanah Jawa, yakni ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga).

Kalingga pada saat itu, di pimpin oleh seorang wanita, yang bernama Ratu Sima. Dan hasil kunjungan duta Islam ini adalah, Pangeran Jay Sima, putra Ratu Sima dari Kalingga, masuk Islam (Sumber : Ilmu politik Islam V, Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang; Karangan H Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang, 1979). ( Sumber : Islam di Indonesia dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe)

Rakeyan Sancang…

Mengenai siapa pemeluk Islam pertama di tataran Sunda, menurut Pengamat sejarah Deddy Effendie, adalah seorang Pangeran dari Tarumanegara, yang bernama Rakeyan Sancang.

Rakeyan Sancang disebutkan hidup pada masa Imam Ali bin Abi Thalib. Rakeyan Sancang diceritakan, turut serta membantu Imam Ali dalam pertempuran menalukkan Cyprus, Tripoli dan Afrika Utara, serta ikut membangun kekuasaan Muslim di Iran, Afghanistan dan Sind (644-650 M) (Sumber : Islam masuk ke Garut sejak abad 1 Hijriah dan Jemaah Haji, Tempo Doeloe).

WaLlahu a’lamu bishshawab

Sumber

2 thoughts on “Misteri Pemeluk Islam Pertama di Nusantara [Terungkap?]

  1. Amiiiieeen….!.sy orang Indonesia,merasa sangat bangga, bahwa negri kita ini,menjadi siklus perjalanan sejarah,.dari agama Hindu,Budha,Kaharingan, Abangan, Kejawen, sampai agama Islam,yg be ragam2 ,… Trims info nya gan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s