Petrus {Penembak Misterius} dalam Mata Najwa

Setelah memastikan untuk tidur, malah saya menyalakan televisi. Metro Tv yang selama ini saya jadikan salah satu referensi isi kepalaku, telah memberikan suguhan acara yang berbobot, antara lain Metro Files, Kick Andy, Stand Up Comedy, dan tidak ketinggalan adalah: Mata Najwa.

Malam kamis ini, setelah sepintas di hari sebelumhya lihat iklan, rasa penasaran terobati. Sebenarnya saya tidak tahu kapan tampilnya episode Petrus, tapi entah mengapa tangan mengambil remote untuk pilih Tv swasta yang “alergi” siarkan sinetron, padahal seminggu-an ini tidak pernah tidur larut malam (di atas pukul 22.00 WIB-red).

Mata Najwa kali ini membahas rangkaian peristiwa penghilangan nyawa yang lazim dikenal pada awal hingga pertengahan tahun 1980-an sebagai Petrus (Penembak Misterius). Beberapa tokoh di undang untuk di wawancarai oleh Najwa. Berdasarkan dari acara tersebut ada beberapa hal yang banyak belum diketahui oleh masyarakat umum, antara lain:

  1. Penghilangan nyawa yang dikenal dengan nama Petrus diadopsi dari pembersihan preman yang sukses di daerah Jawa Tengah.
  2. Pemerintah menyetujui penghilangan nyawa preman ala Petrus.
  3. Petrus dianggap perlu dan tepat karena masyarakat umum tidak merasa keberatan.
  4. Fenomena Petrus (Penembakan Misterius) segera  melahirkan Matius (Mayat Misterius) dan Hilarius (Hilang Misterius).
  5. Korban tidak selalu tepat sasaran (baca: harusnya preman), akan tetapi ada kasus yang ditemukan seperti Matius Guru ngaji, orang yang menolak tanahnya dibeli oleh kelompok tertentu.
  6. Modusnya Umum: menjemput di rumah target, di pinggir jalan -> dibawa pergi -> dieksekusi di perjalanan atau di tempat tujuan. Ada pula yang diinapkan di Kodim.
  7. Modus Eksekusi:  dianiaya, dilempar ke jurang yang amat dalam atau pada umumnya: ditembak di dahi depan, dahi kiri, dahi kanan, melalui mulut, atau leher.
  8. Modus Pelumpuhan: diikat kedua ibu jari, atau diikat lehernya. Simpul yang digunakan bukan simpul yang banyak dikenal oleh kalangan awam, akan tetapi sebuah simpul paten “clove hitch” yang dibuat orang terlatih.
  9. Mayat Petrus biasanya diselipkan uang pecahan terbesar ketika itu: Rp.20.000 untuk biaya pemakaman. Desa atau wilayah yang kedapatan “Bandeng” ini maka “berkewajiban” menguburkannya.
  10. Pelaku Petrus adalah dari kalangan militer (ABRI: TNI, Polri meng-amin-i).
  11. Petrus telah melanggar HAM dan siap dibawa ke pengadilan.

Saya selalu merasa geram dan miris ketika menjelaskan kepada peserta didik atau mereka yang bertanya terlebih dahulu tentang fenomena Petrus tersebut. Namun demikian, saya harus jujur bahwa itulah bagian dari sejarah bangsa ini, bangsa yang selalu saya dan semoga kita banggakan: Indonesia. Janganlah terjerembab dalam lubang yang sama. Petrus atau penghilangan nyawa secara paksa dalam bentuk-bentuk kreatif lainnya tidak diperbolehkan, baik itu sekarang atau masa-masa depan di Indonesia. Inilah pentingnya belajar sejarah: “yang terpenting bukan hanya “bagaimana belajar sejarah”, melainkan “bagaimana belajar dari sejarah”.

Mata Najwa menutup acaranya dengan untaian kata-kata berikut:

Karena dalih kejahatan, ada pembunuhan tanpa pengadilan. Daftar preman dan gali, diberangus dalam rantai target operasi. Penghilangan orang secara paksa, disertai hilangnya nyawa. Sasaran dipilih secara simbolis, orang bertato dan residivis. Pameran kebengisan, dipakai membungkam kejahatan. Preman yang tak mau loyal, digebah seolah bandit nakal. Penciptaan rasa aman, tegak dengan hukum yang mengerikan. Ditemukan cukup bukti, kejahatan HAM yang pasti. Ketika negara telah merestui, pembunuhan massal yang keji.

…dan diakhiri sebuah lagu dari Creed – One Last Breath…

Acara yang informatif dan mencerdaskan, agar kita bangsa Indonesia aware terhadap masa depan…..

Silahkan lihat video-nya: Berangus ala Petrus

One thought on “Petrus {Penembak Misterius} dalam Mata Najwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s