Sistem Penggajian Guru Honorer Sekolah Negeri DKI Jakarta Hingga Juli 2012

Saya teringat ketika rekan-rekan dari HGJ (dulu: SGJ) bercerita tentang usaha pertemuannya dengan “orang-orang atas” dalam rangkaian memperjuangkan nasib guru honorer sekolah negeri. “Orang-orang atas” yang dimaksud dapat berarti mereka yang tergabung di BKD DKI, BKN, atau instansi lainnya di atas satuan pendidikan. Salah satu diantaranya mengatakan: “guru honorer di Jakarta, ngak usah jadi PNS, kan udah pada sejahtera”. Saya yakin, hingga saat ini ada pula yang berpendapat demikian. Untuk membuka cakrawala informasi saya sajikan kutipan-kutipan yang coba menjelaskan hal tersebut dan diikuti ulasan sederhana dari saya. Semoga membantu

Suparman, Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), di Jakarta, Selasa (21/2/2012), mengatakan tidak mungkin untuk memutuskan hubungan kerja (PHK) guru honorer secara massal. Pada kenyataannya, banyak sekolah yang membutuhkan guru honorer untuk mengatasi kekurangan guru.

“Jadi yang bisa dilakukan sambil menunggu pengangkatan secara bertahap, pemerintah mengatur gaji minimal. Setidaknya gaji guru honorer sama dengan upah minimum provinsi ditambah dengan jaminan sosial tenaga kerja. Ini diberlakukan untuk guru honorer yang ada di sekolah negeri maupun swasta,” kata Suparman.

Sulistiyo, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan peraturan pemerintah tentang tenaga honorer dan peraturan pemerintah tentang pegawai tidak tetap yang di dalamnya memuat ketentuan penghasilan minimal.

Iwan Hermawan, Sekretaris Jenderal Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), mengatakan, pemerintah berkewajiban melindungi guru. Apalagi guru honorer yang terbukti mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak bangsa, harus mendapat perlindungan dari segi profesi dan kesejahteraan.

“Harus diatur gaji guru honorer. Sebab, gaji guru honorer banyak yang tidak layak di bawah upah minimum kota/kabupaten atau provinsi. Pemerintah sendiri menetapkan gaji minimal guru PNS Rp 2 juta. Seharusnya pemerintah mengatur supaya gaji guru honorer yang ada saat ini benar-benar memenuhi kebutuhan hidup minimal,” kata Iwan.

Nurjaman, guru Agama sebuah SMP negeri di Sunter Jaya yang sudah mengabdi sejak tahun 1990, mengaku upahnya tak pernah mengalami peningkatan signifikan. Bahkan, saat ini, upahnya kurang dari Rp 250.000 per bulan.

Upah itu, menurut Nurjaman, dihitung berdasarkan jumlah jam mengajar dalam satu pekan sebanyak 12 jam ditambah ongkos transportasi selama satu bulan.

”Upah saya hanya dihitung dari jumlah jam kerja selama satu pekan, bukan dalam satu bulan. Selebihnya, kerja saya selama tiga minggu tidak dihitung,” ujarnya, Selasa (1/5/2012).

Praktis dalam satu bulan, upah yang diperoleh Nurjaman hanya 12 jam dikali Rp 15.000 sehingga diperoleh Rp 180.000. Ditambah ongkos transportasi Rp 40.000 sebulan, total yang diperoleh hanya Rp 220.000.

”Untung pemerintah memberikan tunjangan fungsional sebesar Rp 300.000 per bulan. Tapi, itu biasanya juga dirapel tiga atau enam bulan sekali,” tutur Nurjaman.

Imam, guru honorer bidang studi Bahasa Inggris di sebuah  SMP negeri di Pademangan, bernasib lebih baik. Dia memperoleh upah Rp 1,1 juta per bulan. Namun, upah itu juga masih di bawah upah buruh di Kawasan Berikat Nusantara yang sebagian besar Rp 1,5 juta-Rp 1,6 juta per bulan.

”Upah sebesar itu juga saya peroleh karena ada niat baik dari kepala sekolah untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer,” kata Imam.

Sebagai tenaga profesional, menurut Sucipto, upah guru semestinya berada di atas upah buruh. Itu pun telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru dan dosen berhak memperoleh gaji di atas upah minimum.

Sebagai guru honorer, setiap tahun mereka harus memperbarui kontrak kerja selayaknya tenaga kerja kontrak. Tak sedikit dari guru honorer itu memiliki masa kerja di atas lima tahun. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 disebutkan, tenaga kerja yang dikontrak selama lima tahun harus diangkat sebagai karyawan tetap.

Berdasarkan portal berita nasional yang dapat diakses semua manusia yang dapat mengoperasikan internet, terdapat beberapa hal penting sebagai berikut:

  1. Guru honorer Jakarta hingga Juli 2012, masih menggunakan sistem penggajian “kerja sebulan, dibayar seminggu”.
  2. Seberapa banyak gaji guru honorer amat bergantung kepada jumlah jam mengajar, hari mengajar, dan tugas tambahan.
  3. Oleh karena itu, amat banyak gaji guru honorer DKI masih dibawah UMR Tahun 2012.
  4. Penggajian guru honorer DKI Jakarta tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen bahwa guru dan dosen berhak memperoleh gaji di atas upah minimum.
  5. Tidak diangkatnya guru honorer DKI Jakarta menjadi PNS, juga tidak sesuai dengan semangat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 bahwa tenaga kerja yang dikontrak selama lima tahun harus diangkat sebagai karyawan tetap.
  6. Bagaimana setelah bulan Juli 2012, setelah diberlakukan sekolah gratis Wajar 12 Tahun? apakah lebih baik atau semakin buruk ?

Sumber Kutipan:

Kom_1

Kom_2

6 thoughts on “Sistem Penggajian Guru Honorer Sekolah Negeri DKI Jakarta Hingga Juli 2012

  1. ” Kami Pemuda dan Pemudi Guru Honorer Bersatu siap menjalankan aksinya lewat Pendidikan dan merebut kembali dengan jalur Kebudayaan ” Mari Bung Rebut Kembali ” hak – hak kita, keringat kita yg selayaknya tak sampai membeku dalam otak – otak yg telah kita percayakan kepada mereka yg buta huruf dan buta warna tapi tak buta hitungan, siapkah kawan” bergerilya???jangan pernah takut karna kita meninggikan martabat seorang guru bukan membuncitkan perut, serang dan lawan segala ketidakadilan, ORASI BUDAYA – by ferry kurniawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s