Isi Sumpah Pemuda dari Masa ke Masa

Hampir berbarengan setelah mendapat amanat untuk tampil saat upacara Sumpah Pemuda, di sekitar arah menuju rumah banyak terpampang pamflet tentang Sumpah Pemuda. Judul-nya membuat saya tergelitik untuk kemudian mengumpulkan berbagai sumber, sekaligus untuk persiapan pada tanggal 29 Oktober lalu itu yang kurang greget. Judul yang dimaksud adalah SUMPAH PEMUDA JILID 2 tertanggal 28 Oktober 2012 Tertanda Putera-Puteri Indonesia. Dalam hati bergumam, apa bener seperti itu?, memang ada kongres seperti pada tahun 1928?, pamflet ngak jelas nih!.

Namun demikian, saya berusaha untuk menjawabnya. Saya teringat beberapa tahun lalu beli buku tentang Sumpah Pemuda karangan ilmuan Australia yang bernama Keith Foulcher pada tahun 2008. Cari dan ketemu plus hasil surfing di google.com. Dari bacaan-bacaan tersebut, akhirnya saya berkesimpulan bahwa setiap rezim telah memanfaatkan teks Sumpah Pemuda sesuai jiwa jamannya. Teks sumpah Pemuda begitu lentur sehingga dapat menjadi slogan/semboyan yang mendeskripsikan kebutuhan atau tantangan yang sedang bangsa ini jalani atau hadapi.

Setelah saya tampil itu, beberapa rekan bertanya: seperti apa bunyi teks Sumpah Pemuda yang asli seperti pada 28 Oktober 1928?. Ternyata, bagi mereka yang lulusan sebelum pertengahan tahun 1990-an, Sumpah Pemuda-nya berbeda seperti yang saya pekikkan pada senin pagi itu. Dengan demikian, jelas bahwa isi Sumpah Pemuda memiliki beberapa macam, dari tahun 1928 hingga tahun 2012 ini. Untuk melihat lebih lanjut, berikut saya uraikan:

Masa Kolonial – Penjajahan Belanda

Isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II

  1. Kami Poetra-Poetri Indonesia Mengakoe Bertoempah Darah jang Satoe Tanah Indonesia
  2. Kami Poetra-Poetri Indonesia Mengakoe Berbangsa jang Satoe Bangsa Indonesia
  3. Kami Poetra-Poetri Indonesia Mendjoengdjoeng Bahasa Persatoean Bahasa Indonesia

Isi Sumpah Pemuda 1930, Pemberontakan Indonesia Moeda, “3 Semboyan”

  1. Berbangsa Satu = Bangsa Indonesia
  2. Berbahasa Satu = Bangsa Indonesia
  3. Bertanah Air Satu ialah Tanah Air Indonesia

Isi Sumpah Pemuda 1938, Kongres Bahasa, “Sumpah Kita”

  1. Kita Bertumpah Tanah Satu, yaitu Tanah Air Indonesia
  2. Kita Berbangsa Satu, yaitu Bangsa Indonesia
  3. Kita Berbahasa Satu, yaitu Bahasa Indonesia

Masa Pemerintahan Soekarno (Orde Lama)

Isi Sumpah Pemuda 1949, “semboyan Perdjoeangan”

  1. Satu Bangsa – Bangsa Indonesia
  2. Satu Bahasa – Bahasa Indonesia
  3. Satu Tanah Air – Tanah Air Indonesia
  4. Satu Negara – Negara Indonesia

Isi Sumpah Pemuda 1958, 30 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda

  1. Kami Putra-Putri Indonesia Mengakui Satu Tanah Air, Tanah Air Indonesia
  2. Kami Putra-Putri Indonesia Mengakui Satu Bangsa, Bangsa Indonesia
  3. Kami Putra-Putri Indonesia Mengakui Satu Bahasa, Bahasa Indonesia

Masa Pemerintahan Suharto (Orde Baru)

Isi Sumpah Pemuda 1978, 50 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda

  1. Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia
  2. Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia
  3. Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia

Isi Sumpah Pemuda 1988, 60 Tahun Peringatan Sumpah Pemuda “Kaos Sablonan” Mahasiswa Pulau Jawa

  1. Kami Mahasiswa Indonesia Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan
  2. Kami Mahasiswa Indonesia Mengaku Berbagsa satu, Bangsa yang Gandrung akan Keadilan
  3. Kami Mahasiswa Indonesia Mengaku Berbahasa Satu, Bahasa Kebenaran

(dengan beberapa revisi, Sumpah di atas ini menjadi “pembacaan sakral” hampir di setiap aksi demonstrasi menurunkan Suharto, khususnya pada tahun 1998)

Masa Reformasi

Masa ini, isi Sumpah Pemuda dimaknai sebagai alat untuk mengembangkan pemahaman keberagaman sambil mengangkat kearifan lokal, dalam bingkai NKRI. Tantangan (challenge) masa kini, sepertinya, masih menghembuskan isu unitarisme: NKRI Harga Mati. Sumpah Pemuda, sekali lagi, harus dapat lentur sesuai jiwa jamannya.

Isi Sumpah Pemuda 2012, Sumpah Pemuda Jilid 2 (Pamflet “ngak jelas”)

  1. Kami Putera-Puteri Indonesia Mengaku Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia
  2. Kami Putera-Puteri Indonesia Mengaku Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia
  3. Kami Putera-Puteri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia
  4. Kami Putera-Puteri Indonesia Berideologi Satu, Ideologi Pancasila
  5. Kami Bersatu Mengembalikan Konstitusi Kepada UUD 1945 yang Asli

Semoga, dengan tulisan ini, para pembaca dapat paham, bahwa peristiwa masa lalu, khususnya yang bersejarah untuk bangsa ini, bukanlah barang usang, tua yang tanpa guna. Pada tataran tafsir negatif, atau kritis, atau netral, atau istilah lainnya, salahsatunya dapat dinyatakan bahwa isi Sumpah Pemuda adalah untuk kepentingan rezim, “diperalat” atau “diperkosa”. Namun demikian, saya lebih memilih untuk berpendapat, bahwa Sumpah Pemuda seyogyanya kembali menjadi sejarah seperti apa adanya (isi tanpa diubah) dan setiap generasi belajar dari sejarah tersebut untuk menghadapi tantangan hari ini guna menapaki optimisme kehidupan di masa depan, tentunya yang lebih baik. Sumpah Pemuda 1928 dijadikan cermin untuk merumuskan langkah dalam menghadapi tantangan jaman sekarang dan masa yang akan datang. Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan: Selamat memperingati Sumpah Pemuda ke 84 tahun.

“….adalah penting bagaimana belajar sejarah, namun yang jauh lebih penting lagi adalah belajar dari sejarah”.

 

We are One sebagai Apresiasi Musisi Indonesia terhadap Sumpah Pemuda:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s