Sepultura: Back to Jakarta again, Nov 10, 2012

Beberapa bulan lalu, ketika mengetahui Sepultura akan hadir di Jakarta, rasanya senang. Dulu ketika baru menginjak di bangku SMP tahun 1992, hanya bisa membaca di majalah HAI tentang konser mereka yang di Jakarta serta Surabaya dan rusuh. Selain, itu band sangat nge-top saat remaja dahulu, rasanya lagu dan “ke-cadas-annya”  klik juga. Kemudian, soal harga tiket rasanya kemahalan bagiku sebagai bukan penggemar berat Sepultura. Saat berita konser band asal Brazil ini ramai pada awal tahun 2012, tertulis: Jakarta (Lap. Parkir Selatan Senayan) :  Presale 1 ; Rp.175.000,- Presale 2 ; Rp. 225.000,- & on the spot (harga normal) ; Rp 250.000,- (harga tidak termasuk pajak perforasi ). Harga ini memang sedikit lebih rendah dibanding band yang juga “pecahan” Sepultura, yakni Soulfly. Band yang digawangi oleh pentolan Sepultura, Max Cavalera sudah manggung 21 Oktober lalu dengan harga tiket: Presale : 1 Sep s/d 31 Sep 2012 Rp.300.000, danNormal : 1 Oktober s/d 20 Oktober Rp.350.000. Aku tidak nonton. Beda untuk Sepultura, tanggal 10 November nanti, kemungkinan besar akan ke lapangan D Senayan untuk nonton.

Keinginan untuk nonton menjadi sesuatu yang harus direalisasikan karena konser Sepultura berubah yang tadinya Single Show kemudian menjadi Festival yang merupakan konser keroyokan dari beberapa band dan tentunya lebih dari satu panggung. Satu hal yang lebih mengasikkan, ternyata harga tiketnya: turun menjadi Rp.100.000, kejangkau banget mas bro!. Konser mana pada tahun 2012 ini di Jakarta yang dapat band besar dengan harga minim seperti itu, apalagi ada rumor kalau konser festifal di venue bisa beli dengan calo dengan harga miring dan dianter sampe dalam lho!. Selain itu, rasanya “hutang” kepada “buntut” sepertinya segera ditunaikan setelah rencana nonton JRL dibatalkan oleh pihak sponsor.

Dengan demikian, maka konser sepultura dalam balutan Festival yang rencananya akan digelar pada 10-11 Nov nanti, diklam oleh Djarum-Super sebagai festival music rock terbesar di Indonesia tahun ini yang dimeriahkan oleh berbagai artis internasional maupun artis dalam negeri, yang ditujukan untuk komunitas muda pencinta rock di Indonesia khususnya Jakarta. Artis besar sepertinya mewakili ke dua harinya. Hari pertama, penonton banyak akan menonton Sepultura pada Hari Pahlwan nanti, dan hari kedua, penonton banyak akan menonton Amazing Union yang diisi oleh anggota band legendaris seperti Mike Portnoy (Ex-Drummer Dream Teater) dan  Billy Sheehan (Basis Mr. Big).

Festival ini yang baru berjalan dua kali, menggunakan nama yang beragam (?). Pertama, tahun 2011 yang dapat diyakini sebagai pesaing berat JRL 2011 bernama ROCKVULOTION 2011, tapi kini situsnya dah ngak aktif: klik aja dimari. Konser 2011 itu bertemakan: The Biggist Indipendent Rock Festival 2011, sayang gaungnya kalah dengan JRL yang memboyong band besar sekelas Helloween. Kedua, tahun ini ada dua situs yang secara bersamaan menampilkan Festival november ini, yaitu Djarum-Super dan Rockvolutionfest.Nama even satu tersebut dengan “dua” nama: Djarum Super Rock Fest 2012, dan Rockv0litionfest 2012, atau keduanya merupakan “joint site for one event” dengan tema: Rockvolution Peace Fest. Setelah baca Fb-nya, ternyata Rockvolution mengganti nama acara menjadi “DJARUM SUPER ROCK FEST 2012”, Nama Event Rockvolution Peace Fest 2012 Kita Singkat Menjadi
DJARUM SUPER ROCK FEST 2012.

Terlepas dari itu semua, seperti apa Sepultura sekarang merupakan perjalanan yang cukup panjang. Djarum Super membuat catatan seperti dibawah ini:

Rock Fest 2012 : Sepultura, The Legend is Here

Hampir 30 tahun yang lalu, di Sebuah daerah kumuh di Brazil, Max Cavalera, Jairo T, Igor Cavalera dan Paulo jr. mulai memainkan musik heavy metal yang pada saat itu dilarang keras oleh pemerintahan Brazil.

Metalica dan Iron Miden adalah dua band yang menjadi acuan mereka pada awalnya, sebelum akhirnya mereka memutuskan untuk mengusung sound Death Metal. Meski sudah memiliki keinginan serius untuk mendalami dunia musik di genre Death Metal, mereka mengakui pada awal terbentuknya group tersebut, kemampuan mereka dalam memainkan instrumen bisa dibilang mentah. Namun, semangat dalam diri mereka tetap berkobar.

Mereka pun mulai membuat musik dan lirik sendiri dan mengambil bagian dalam sebuah konser atau acara musik berskala kecil. Dengan banyaknya konser-konser itulah kemampuan bermain musik dan penguasaan panggung mulai mereka miliki. Band dengan bendera “Sepultura” itu akhirnya mampu mensejajarkan diri dengan Band-Band underground terbaik brazil saat itu.

Cogumelo Records sebuah perusahaan rekaman indie akhirnya melihat potensi yang luar biasa besar dalam Band yang dalam bahasa portugis mempunyai arti “Kuburan” itu. Album split LP yang diluncurkan bersama dengan Band Overdose pun ternyata menuai hasil positif. Nama Sepultura semakin keras menggaung di dunia musik metal Brasil.

Tahun 1986 mereka meluncurkan album berjudul “Morbid Visions” yang disebut-sebut menjadi awal keberhasilan mereka. Tak ingin hanya berkutat di lahan underground kota kecil Brazil, mereka pun memutuskan untuk hijrah ke Sao Paulo. Pergantian pemain pertama kali terjadi disini, saat Jairo T memutuskan untuk mundur. Seorang gitaris asal Sao Paulo, Andreas Kisser menggantikan posisi Jairo. Bukan hal yang buruk ternyata, karena nyatanya dengan skill luar biasanya, Andreas Kisser lebih dari mampu untuk mensejajarkan diri dengan personel lainnya.

Setelah album “Schizophrenia” di rilis tahun 1987, Sepultura menyudahi kontrak kerja nya bersama Cogumelo Records dan menandatangani kontrak baru dengan perusahaan ternama Roadrunner Records. Tahun 1989, Scott Burn yang dipercaya sebagai sound engineer metal membantu mereka dalam pembuatan album “Beneath theRemains”. Album ini lah yang membawa Sepultura ke level selanjutnya.Video klip “Inner Self” dari album “Beneath the Remains” menjadi klip perdana mereka. Puja puji dara para pencinta musik metal dalam tur keliling Amerika dan Eropa, membuat nama Sepultura menggaung keras.

Tahun 1991, Album “Arise” yang juga ditangani oleh Scott Burn meledak di pasaran musik dunia. Bukan hanya tour Amerika – Eropa yang mereka jalani selanjutnya, namun World Tour yang berujung pada penghargaan Platinum untuk mereka. Tahun 1993, album “Chaos A.D.” yang mengangkat tema sosial yang tangah terjadi di Brasil, diluncurkan. lagu “Refuse/Resist”menjadi salahsatu lagu andalan di album ini. Album ini  pun sukses dipasaran . Tahun 1996, album “Roots” dirilis dan lagi-lagi disambut positif oleh pencita musik metal di sleuruh dunia, Tahun ini disebut-sebut sebagai tahun puncak popularitas Sepultura.

Kepopuleran tertanya bukan penghalang perpecahan, pasca kecelakaan yang merenggut nyawa anak dari Gloria (istri Max yang juga manager Sepultura), Band yang tengah di posisi puncak ini menjadi terbengkalai. Saat anggota lain merundingkan untuk mencari manager baru, Max merasa dikhianati karena menganggap teman-temannya tidak turut merasakan kesedihan Ia dan istrinya. Max pun memutuskan untuk keluar dari Sepultura. Meski fans mereka seolah ingin turut membubarkan Sepultura karena kehilangan Max. namun Igor, Paulo dan Andreas memberikan kejutan dengan mencari vokalis baru untuk penganti posisi Max. Melalui banyak audisi, Derrick Green akhirnya bergabung sebagai vokalis baru Sepultura.

Dengan formasi yang ini, mereka merilis album,“Against” pada tahun 1998 dan “Nation” pada tahun 2001. sedangkan Max pun akhirnya membentuk band sendiri. Tahun 2006 secara mengejutkan Igor Cavalera sang drummer memutuskan untuk hengkang dari Sepultura.

Meski ditinggal dua personil kunci nya, Paulo, Derrick dan Andreas tak ingin menyerah begitu saja. Jean Dolabella ditarik untuk bergabung bersama mereka, hingga akhirnya di tahun 2011 seorang remaja berusia 20 tahun Eloy Casagrande memenangkan kontes Modern Drummer Undiscovered Drummer dan mencuri perhatian seluruh personel Sepultura. Hingga kini, Eloy pun bergabung menggantikan Jean yang ingin memfokuskan diri pada project pribadinya.

“Nation”, Roorback”, “Dante XXI”, A-lex” dan “Kairos” adalah lima album terakhir mereka yang juga mendapat respon luar biasa. Kehadiran mereka di setiap festival musik rock selau menjadi headliner yang tidak bisa dilewatkan dan konser tunggal mereka punselalu dipadati penonton. Ingin menyaksikan kegarangan mereka diatas panggung?.

2 thoughts on “Sepultura: Back to Jakarta again, Nov 10, 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s