Nonton Konser Sepultura 10 November 2012 di Lapangan D Senayan

Tentang riuhnya akan nonton konser Sepultura ini, telah dituliskan di sini, sini, dan sini. Hari itu akhirnya tiba, 10 November 2012 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Sejak Sabtu pagi, saya lebih memilih di atas kasur guna “kumpulkan tenaga” untuk mulai sore hingga malam nanti: nonton konser Seputura yang ditunggu-tunggu. Setelah cukup tidur yang sepertinya kurang nyenyak, sekitar pukul 13.00-an, hengkang dari rumah. Sampai di rumah “buntut” jam 15.00-an, artinya berangkat Zhuhur sampai Ashar. Jalanan muacet banget, bahkan pada ruas jalan tertentu lebih tepat di sebut mampet sehingga saya bisa sms sampai 2 kali.

Berangkat, akhirnya baru jam 17.15-an. Lagi-lagi, macet menghiasa menjelang petang hingga hari gelap. Perut kami terasa lapar. Areal sekitar kampus Mustopo jadi sasarannya. Sop kambing-sapi jadi makan malam kami. Makan serasa tidak nikmat, hanya sekedar hilangkan lapar. Langsung menuju kawasan Senayan. Setelah tanya dengan satpam dan ticket masuk kawasan olah raga Senayan, sampailah kami di sekumpulan manusia yang berbusana hitam, bising suara musik live buatku serasa “telah memasuki” ruang konser. Jam menunjukkan 19.45. Di tempat parkir yang sebenarnya adalah trotor, kami banyak sekali di tawari calo tiket RockFest 2012 dengan harga murah: Rp.70.000. Lebih murah Rp.30.000 dari harga yang kubeli di tiket box. Diantara calo tersebut menawarkan: “bang, tiket Sepultura 70.000, dianter sampai dalam”. Persis seperti JRL 2011 yang bintang utamanya ialah Helloween. Di venue, harga jomplang, bisa kurang hingga 20-50% sesuai kemampuan nego (nawar).

Kami menuju kemana banyak orang berjalan. Alhasil, benar, yakni menuju pintu ticketing konser. Sekitar 2-5 menit dalam perjalanan, di trotoar depan parkiran, banyak disuguhkan pernak-pernik, dari video konser musik metal, seperti Sepultura hingga kaos juga stiker. Sayangnya saya tidak tertarik, sehingga lebih mencari pintu masuk. Pintu awal (pertama) dijaga oleh dua petugas dengan seragam setelan kemeja/resmi  hitam-hitam, persis di mall. Kami dipersilahkan masuk. Pintu kedua juga dengan jumlah yang sama. Setelah memeriksa body check, saya bertanya: “(petugas) ticketing perumpuannya mana?, ngak ada?”. “iya, pak, ngak ada”. Setelah memastikan petugas tersebut tidak berbuat seperti kepada saya, kami masuk ke lajur ke tiga. Petugas yang ber-kaos ini, kemudian men-scan tiket kami dengan alat yang dilengkapi lampu neon warna biru. Saya bergumam dalam hati: “apa-nya yang di-scan? tiket-nya aja, ngak ada pengamannya (seperti logo hologram)”. Setelah meleewati proses ticketing ini, saya bilang ke “buntut” kalau konser kali ini lebih bebas, tidak ketat. Bebas bawa apa saja, minuman beda merek sponsor tidak masalah. Namun, saya jadi agak khawatir soal keamanan.

Panggung pertama yang disinggahi adalah yang ukurannya kecil dan tersedia Wall of  Fame. Foto-foto dulu akh…Entah ke-GR-an atau ke-PD-an, serasa orang-orang sekitar yang mayoritas laki-laki melihat kami dengan agak “aneh” seakan bilang: “ngapain neh bedua orang, gandengan mulu n pake narsis segala”…hehehehe…tapi, saya cuek aja. Itu yang memang terjadi, di luar dan di dalam Lapangan D, semua sibuk dengan urusannya sendiri dan mereka tidak mengganggu dan tidak saling mengganggu. Sayangnya, setlist artis dan acara tidak sesuai yang saya print dari situs resminya. Band yang sedang manggung juga ngak terkenal, dan tidak lebih dari 50 orang yang menontonnya. Kami menuju ke dalam lapangan. Puluhan SPG rokok menyebar dengan kulit mulus-putih dan pakaian ketat-mini.

Lapangan D ini adalah lapangan bola, di sebelah kanan panggung Utama tempat Sepultura konser malamnya, kemudian disadari ternyata adalah Gedung JCC. Selanjutnya,  kami menuju Setlist artis dan Acara untuk dua panggung di lapangan D ini. Band yang manggung hingga jam 21.00-an, tidak ada yang membuat saya ingin menontonnya kecuali RI 1 (Roy dan Ivan – Boomerang). Kami lebih memilih, lagi-lagi, mengabadikan keberadaan kami di tengah-tengah lapangan ini. Setelah itu, kami memilih duduk “nge-deprok” di sekumpulan rumput, dan cukup luas untuk kami berdua. Di sekitar kami-pun demikian, namun kami yang relatif tepat di tengah-tengah lapangan. Indah yaa….dan ada pemandangan yang cukup unik, kami menyaksikan seorang bapak dengan kemeja putih (sepertinya habis kerja) bersama anaknya dengan dandangan metal nonton konser plus lebih dari 3 saya melihat anak di bawah umur (dibawah 10 tahun) ada dalam kawasan Lapangan D ini, tentunya bersama orang tuanya.

Kami memandangi panggung Utama yang lumayan besar, dan setelah duduk sekitar 15-an menit, kami menuju panggung tersebut untuk sekedar melihat aksi Melodrama yang kolaborasi dengan anggota AVA. Rasanya kasihan, penontonnya nyaris 100% tidak merespon, maklum anak metal disuguhi lagu Rock Alternatif, jadi “patung” semuanya dech. Lima lagu tersuguhkan, dan panggung kedua (second stage) terdengah celoteh MC yang mengajak untuk nge-rock bareng RI 1. Mengawali punggawa pendiri band rock ternama Indonesia, Boomerang, segera manggung, instrumental lagu Indonesia Raya membahana. Reflek, saya dan anak metal lainnya banyak yang menyanyikan lagu kebangsaan kita ini. Berselang satu lagu berlangsung, terjadi percakapan: “mas, maju ke depan yuk, sambil menunjuk ke arah panggung utama konser Sepultura”. Saya jawab: “mau, kamu ke tendang-tendang, di sikut?, konser metal itu pasti akan membuat Circle Pit, lingkaran tempat mereka jingkrak-jingkrak”, teriakku karena RI 1 musiknya lumayan keras. “Gimana, kalau ke depan sekalian aja?, pas dipembatas besi?, mau?”, eh, tanpa diduga, ternyata mau. Saya harus ekstra jadi bodyguard selam 2 jam-an nih.

Kami langsung bergegas, mempercepat langkah menuju barisan terdepan, dimana sudah banyak orang sedang merapatkan badannya ke depan pembatas besi sebagai “pemilik” tempat terdepan bagi penonton ini: VVIP. Syukurnya, kami dapat di sebelah kiri panggung dekat salon/pengeras suara utama. Kami sempatkan foto diri dan di-foto-kan orang lain yang tampangnya masih terlihat remaja. Tepat di depan kami, lahan sekitar 2 meter-an tepat di depan panggung dan batas pembatas terdepan penonton, terisi penuh oleh awak press. Sepertinya para wartawan ini terlihat bukan hanya sebagai peliput, akan tetapi sebagai penonton. Sepanjang konser, mereka tak ayal seperti kami, banyak wartawan yang ikut bernyanyi. Bisa jadi mereka adalah fans Sepultura juga yaaa….

Tak berselang lama, kru Sepultura men-set panggung, dari letak alat-alat hingga cek sound. Sungguh lama terasa, sementara saya melihat aksi panggung RI 1 dengan hanya mampu membalik badan karena sudah cukup banyak orang di belakang kami, dan semakin banyak setelah RI 1 usai pertunjukkannya. Jam menunjukkan 22.50, ini artinya persiapan konser memakan waktu sekitar 1 jam. Dari raut muka dan bahasa tubuh kru di atas panggung, terlihat jelas ada masalah. But, show must go on!.

Latar panggung utama, berubah menjadi tulisan baru menggantikan Djarum Super RockFest 2012 menjadi Sepultura. Riuh teriakan yang selama puluhan menit lalu amat keras, semakin bergemuruh. Band yang ditunggu-tungguku selama 20 tahun akhirnya memunculkan diri. Gebukan drum anggota baru yang gabung tahun 2011 ini menghentakkan semangat para penonton yang jumlahnya sekitar 5.000 orang. Konser kemudian baru di mulai pukul 23.00. Setelah lagu pertama, sang vokalis: mr.green, mengeluhkan bahwa “sound-nya feedbacak”. Vokalis ini sambil mengarahkan tangannya membentuk linkaran dan mengembalikannya ke mukannya sendiri. Oleh karena, saya di barisan terdepan panggung yang jaraknya hanya 2-3 meter dari panggung, dapat membaca “bibir” dengan baik, namun dijawab “kisser” dengan dingin seakan berkata: “lanjuut aja gan!”.

Lagu-lagu yang saya dapat nikmati karena tahu dan ikut bergoyang adalah Arise, Kairos, Refuse/Resist, Choke, Territory, Inner Self, Policia, Beneath The Remains, Sepulnation, Ratamahatta, dan Bloody Roots. Lagu-lagu demikian membuat keringat bercucuran, tapi saya menikmati konser ini yang seringkali harus meletakkan tangan kananku di sebelah “buntut” untuk menjadi tameng para penonton yang headbang dan moshing. Walaupun dia di depan saya, tetap saja khawatir. Untungnya, di sebelah kirinya, ternyata perempuan. Keingintahuannya, akhirnya membuat saya menggangkat tinggi untuk melihat kebelakang. Setelah diturunkan, saya bertanya: “ada kan circle pit-nya?, gede?. Langsung dijawab: “iya, muter, kaya arus ya?”. “bener kan!”, sambungku. Sesekali ada saja yang surfing in crowd, ngeri juga kalu kena tendang tuh….

Dalam konser malam minggu ini, andreas Kisser berkata: “Aku cinta Indonesia” dan dilanjutkan: “bagus kan bahasa Indonesia gue?!”. Dia merasa senang, setelah 20 tahun akhirnya datang ke Jakarta lagi. Pujian untuk penonton sangat besar, semoga saja ini jujur. Green-pun demikian, katanya: “kami pasti akan kembali lagi. Bagaimana kalau tahun depan?”. Penonton serentak menjawab: “ya!!!”. Asiiik deh, dan tak terasa vitalitas fisik mereka yang tanpa lelah dan enerjik ini, sudah menembus 1 jam 30 menit. Sebagai penutup, dua lagu terakhir adalah Ratamahatta dan Bloody Roots persis seperti dalam Festival Wacken 2011 dan 2012. Seperti yang saya perkirakan dalam tulisan saya sebelumnya, selayaknya kedua konser besar tersebut, vokalis Sepultura diakhir pertunjukan berteriak: Sepultura do Brazil, u dos tres kwa….Roots..Bloody Roooooots !.

Konser ini bagus, bahkan Rolling Stones Indonesia menulis: Derrick Greene, Andreas Kisser, Paulo Jr., dan drummer baru Elloy Casagrande tetap menyuguhkan konser thrash metal yang prima, bahkan jauh lebih baik dari konser Soulfly yang digelar hanya dua minggu sebelumnya.

Penonton bubar dengan tertib. Banyak yang foto-foto dengan latar massa dan panggung, kami juga tidak mau ketinggalan. Dengan konser ini, saya pastikan akan datang lagi jika Sepultura kembali ke Jakarta tahun berikutnya. Semoga!

Mantapnya konser Sepultura !

diambil dengan BB lama, jadi beginilah hasilnya:)

This slideshow requires JavaScript.

2 thoughts on “Nonton Konser Sepultura 10 November 2012 di Lapangan D Senayan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s