Perang Israel di Timur Tengah Sejak Tahun 1948

Pagi ini, diberbagai situs/portal berita nasional ataupun internasional, mengabarkan bahwa akhirnya Israel dan Palestina memilih untuk gencatan senjata. Republika Online mengabarkan bahwa dengan diberlakukannya gencatan senjata ini, maka Israel harus menghentikan semua agresi terhadap Gaza dari darat, laut dan udara. Termasuk membuka lalu lintas perbatasan secara bebas untuk memberikan keleluasaan keluar masuknya bantuan dan warga yang diblokade Israel sejak tahun 2007.

Berita yang cukup melegakan semangat kemanusiaan itu, sebenarnya salahsatu tahap positif dari rentetan konflik yang telah mengikutsertakan Israel selama bertahun-tahun, baik itu dengan Palestina atau negara lain di sekitarnya dalam kawasan Timur Tengah. Sejak berdiri tahun 1948, Israel seringkali terlibat konflik bersenjata dengan beberapa negara tetangganya, pendek kata, negara Yahudi ini “lumrah” jika berperang.

Dengan demikian, sepertinya mengikuti sang sekutu setia sehidup sematinya yakni Amerika Serikat, Israel juga tergolong negara yang gemar perang. Kapan perang itu dan melawan siapa akan disasjikan di bawah ini:

  1. Tahun 1948, Perang Arab-Israel (Israel perang dengan Gabungan Negara Arab. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, Israel langsung diserbu oleh tentara dari Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina, yakni wilayah Palestina terpecah belah dan dikuasai oleh beberapa negara. Yordania menguasai Tepi Barat, yang seharusnya menjadi jantung negara Arab palestina, Mesir menguasai Jalur Gaza, serta Israel mencaplok wilayah Galilea. Perang ini menyebabkan banyak kaum Palestina mengungsi dari daerah Israel. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab lainnya.
  2. Tahun 1956, Perang Suez  (Israel perang dengan Mesir setelah Mesir menutup Selat Tiran bagi kapal Israel, menasionalisasikan Terusan Suez, serta menolak lalu lintas Israel melalui terusan itu. Israel bereaksi cepat dengan menyerang Mesir dengan persetujuan Inggris dan Perancis, dan berhasil menduduki Jalur Gaza dan Jazirah Sinai. Namun, karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat, maka Israel menarik diri dari daerah yang diduduki tersebut. Sebuah pasukan pengawas perdamaian PBB ditempatkan di Sinai dan Selat Tiran pun di buka kembali.)
  3. Tahun 1967, Perang Enam Hari (Israel perang dengan Gabungan Negara Arab. Koalisi Arab ini terdiri dari Mesir, Yordania, dan Suriah plus bantuan dari Saudi Arabia, Kuwait, Irak, Sudan dan Algeria, mampu mencaplok semenanjung Sinai dan Gaza dari Mesir, Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Wilayah Israel meluas berlipat-lipat dari sebelumnya).
  4. Tahun 1973, Perang Yon Kippur (Israel perang dengan Mesir, Suriah, dan Libya. Perang yang terjadi pada tanggal 6 – 26 Oktober ini selesai dengan kekalahan dan kehancuran total militer negara-negara arab.)
  5. Tahun 1982, Perang (Invasi) Libanon  (Israel perang dengan Libanon, 6 Juni 1982, Israel menyerang Lebanon Selatan. Pemerintahan Israel melancarkan invasi sebagai respon dari usaha pembunuhan duta besar Israel kepada Inggris, Shlomo Argov oleh Organisasi Abu Nidal)
  6. Tahun 1987, Intifadah Pertama (Israel perang dengan Palestina. Intifada Palestina adalah pemberontakan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel dari wilayah Palestina, yang berlangsung dari Desember 1987 hingga 1993. Pemberontakan dimulai di kamp pengungsi Jabalia dan dengan cepat menyebar ke seluruh Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Aksi rakyat Palestina tersebut termasuk pemberontakan sipil tanpa kekerasan dan perlawanan, itu adalah pertama kalinya bahwa rakyat Palestina bertindak secara bersama-sama dan sebagai bangsa. Mereka menggelar pemogokan besar-besaran, boikot pada produk Israel, penolakan untuk membayar pajak, grafiti, barikade dan melempari tank-tank Israel dengan batu. Total korban selama hampir 6 tahun konflik berkecamuk adalah 160 korban tewas di pihak Israel dan lebih dari 2100 orang Palestina gugur baik dari pihak militer maupun warga sipil.)
  7. Tahun 2000-2008, Intifadah Kedua (Israel perang dengan Palestina. Semenjak bulan September 2000 hingga Desember 2001, sebanyak 936 orang Palestina tewas. Sepanjang pertikaian, satuan-satuan tentara Israel menjadikan banyak warga sipil, termasuk anak-anak yang pulang sekolah sasaran pengeboman dengan helikopter).
  8. Tahun 2000, Perang Libanon Pertama (Israel perang dengan Libanon. Israel babak belur “dihajar” Hizbullah dan harus kehilangan 1.500 prajurit terbaiknya di samping ribuan warga Lebanon dan Palestina. Pasukan negeri Zionis itu yang dilengkapi dengan persenjataan super canggih gagal “mengubur” Hizbullah sejak agresi tahun 1982 yang meluluhlantahkan Lebanon. Bahkan negara biadab Israel akhirnya terpaksa hengkang dari Lebanon Selatan pada Mei 2000).
  9. Tahun 2006, Perang Libanon Kedua (Israel perang dengan Libanon selama 33 hari – Israel pertama kali kalah besar di Timur Tengah.  Israel menyerang Libanon dengan menggunakan alasan penawanan 2 tentara Israel oleh Hizbullah dalam suatu serangan lintas perbatasan. Hizbullah berencana untuk menggunakan penawanan ini untuk melakukan pertukaran tawanan untuk membebaskan warga Libanon dan Palestina yang ditahan Israel. Roket-roket yang diluncurkan oleh Hizbullah mampu menembus wilayah Israel).
  10. Tahun 2008 dan 2009, Perang Gaza Pertama (Israel perang dengan Palestina. Militer Israel mengalami kekalahan besar saat melakukan serangan darat pada perang 22 hari pada akhir 2008-2009 ini, di mana banyak tank tempur Israel dihancurkan oleh para pejuangan Palestina yang memang menguasai medan. Meski telah melakukan serbuan gencar selama tiga pekan, Israel ternyata tidak mampu menguasai Kota Gaza.
  11. Tahun 2012, Perang Gaza Kedua (Israel perang dengan Palestina. Perang 8 hari ini (14-22 November) juga bisa dinilai sebagai kekalahan pihak Israel dari Hamas. Israel, pada kali ini, bisa dinilai gagal untuk meruntuhkan hegemoni Hamas di Jalur Gaza. Alih-alih meruntuhkan hegemoni Hamas, pihak Israel justru banyak menuai kecaman dari dunia internasional. Di pihak lain, Hamas justru mendapat angin segar berupa simpati yang luas dari penduduk Palestina. Selain gagal meruntuhkan hegemoni Hamas, Israel juga dipermalukan pada perang kali ini. Kemajuan alustita Hamas luput dari perhitungan Israel. Akibatnya, roket Al-Fajr 5 buatan Iran mampu menembus sistem pertahanan anti roket, Iron Done, yang dibangun oleh Israel. Dan tentu ini akan berdampak psikologis bagi Israel).

Damai di Timur Tengah masih awan kelabu….

One thought on “Perang Israel di Timur Tengah Sejak Tahun 1948

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s