Nonton Konser Gn’R 16 Desember 2012

IMG_0105

Bangun pagi, badan rasanya masih pegal dan mata masih ngantuk. Jadwal penyelesaian kerjaan kantor yang banyak buatku bangun lebih awal, seakan terjaga sepanjang malam, tidur tak nyenyak. Namun demikian, show must go on. Barangkali persis yang promotor lakukan ketika Sabtu, 15 desember 2012, harus memutuskan untuk menunda konser Guns n’ Roses (Gn’R). Sekali lagi, show must go on!.

Sambil kerja, nge-blog ternyata bisa (selama ini kan begitu, dul ! *sambil tundukan kepala*)….

Bagiku, konser 16 Desember ini, amat berbeda dari konser yang pernah ku tonton selama ini. Setidaknya, ada satu alasan utama untuk menjelaskannya, yakni karena konser Gn’R ini adalah konser penantianku selama 20 tahun. Saat duduk di bangku SMP,  nonton konser Gn’R telah menjadi cita-cita, kemudian berubah menjadi “mimpi”, terlebih akhir tahun 1990-an, personil klasik Gn’R pada henkang, kecuali Axl. Dalam konser itu, aku teriak:  “it’s like a dream comes true!, i’ve been waiting this concer for twenty years”. Di sampingku, sambil menoleh ke arahku teriak juga: “gue malah nunggu 30 tahun!”. Para penonton memang benar-benar menunggu momen ini, dan hampir dapat dipastikan mereka adalah penonton “bermutu” aka bermuka tua. Umur mereka rata-rata antara 30 sampai 60-an tahun. Ini aku temui sejak dari parkiran, antri tiket, hingga di tempat konser aku berdiri.

Mereka ini berasal dari berbagai wilayah, ada yang dari dalam Jakarta, luar Jakarta, luar Jawa, hingga luar negeri. Seakan terlihat, di MEIS Ancol sebagai ajang ngumpul bareng Gunner (fan Gn’R), khususnya mereka yang mau nonton di Jakarta. Bagaimana tidak?, selain ditunggu-tunggu, konser Gn’R ini adalah satu-satunya di Asia Tenggara. Ancol ramai dengan atribut Gn’R dan Gunner.

Sejak di pintu masuk Ancol, hiruk-pikuk gunner amat terasa. Kaos dengan gambar Gn’R adalah “tanda” meraka yang akan nonton konser. Terlebih di antrian gate. Kami sampai di MEIS Ancol sekitar jam 11 kurang beberapa menit. Panas terik, tak membuatku melipir ke pinggir, namun ketengah untuk mengantri. Sesuai berita yang diterima, gate open jam 11 siang. Sekitar 30 menit kemudian, gerbang dibuka, ticket checking dilakukan. Menuju tangga bertemu petugas, setelah ceking. Kami langsung lari menuju pintu sesuai tiket. Keadaan mulai ramai, teriakan untuk minta dibuka terbilang keras. Tidak lebih mengantri 5 menit, pintu menuju Indoor di buka. Penonton berhamburan mencari posisi yang tepat. Sesuai tiket, penonton mendapat gelang kertas yang rekat sekali lemnya.

Panitia, khususnya petugas di pintu VIP, Festival A, dan Festival B terkesan tidak siap dengan membludaknya penonton. Tidak ada jaminan mereka masuk sesuai tiket, namun tak berselang, keamanan di pintu diperketat. Kami yang mau “pindah” ke Festival B tidak berhasil. Kami memilih untuk di tangga menuju ke balkon / tribun. Oleh karena mulai banyak yang menempati tangga, petugas kemudian mengusir kami agar duduk di atas. Kami tak merasa nyaman karena terlalu jauh pandangannya. Kami cari posisi lagi. Tribun dengan lantai dasar tempat Festival A dan VIP berada hanya bertaut sekitar 7 meter tingginya. Aku loncat-pun tidak akan terluka. Syukurnya, aku tidak mau melakukannya karena telah menemukan tempat ternyaman dengan harga Festival B namun viuw VIP. Kami akhirnya menetap di Tribun sebelah kanan panggung. Wah, manteb banget!. Aku sempat berbaring, seperti di tangga, untuk meluruskan badan yang cukup lelah, mulai dari perjalanan hingga antri di pintu utama.

Pukul sudah menunjukkan 13.00 WIB ketika kru Gn’R mulai men-set panggung. Sekitar 30-an menit, sontak penonton yang tadinya duduk-duduk, termasuk kami, langsung berdiri. Layar latar panggung memunculkan logo Gn’R, sorak riuh semakin menjadi ketika rombongan Jokowi memasuki lapangan konser VIP. Kontan, perhatian tertuju kepada “Gubernur Metal” ini. Sayangnya, Jokowi tidak menyalami penonton, maaf, yang cacat. aku melihat dan mengabadikannya, ada dua penonton ber-kursi roda (satu di tempat khusus, satunya lagi di VIP) dan satu penonton yang memakai tongkat.

Cek sound kemudian melemah, dan pukul 13.45, DJ Asba naik ke atas drum. Sayatan gitar lagu Chinese Democracy awali konser yang menurutku tanpa basa-basi ini. Jokowi keluar sejam kemudian yang disusul dengan lagu Knockin’ on Heaven Door. Konser ditutup dengan lagu Paradise city dan waktu menunjukkan pukul 16.45 WIB. Selama konser 3 jam itu, aku tak berhenti bernyanyi dan  “snake dance” *dance like Axl*, kecuali saat Gn’R nge-jam dan lagu baru mereka di nyanyikan. You know? I’m The Big Fan of Gn’R!. *penonton dibelakangku dalam hati berkata: neh orang ngak cape apa?, nayanyi semua lagu?*

Berita yang tersiar di portal berita, dikatakan bahwa Gn’R membawakan 30-39 lagu kurang lebih 3 jam. Di depan sekitar 20.000 penonton, minggu siang itu, Gn’R membawakan lagu-lagu sebagai berikut :

  1. chinese democracy
  2. it’s so easy
  3. welcome to the jungle
  4. estranged
  5. mr.brownstone
  6. rocket queen
  7. sweet child o’mine
  8. nightrain
  9. patience
  10. the blues (street of dream)
  11. cathcer in the rye
  12. november rain
  13. this i love
  14. knockin’ on heavens door
  15. you could be mine
  16. civil war
  17. better
  18. live n let die
  19. Indonesia Raya
  20. dont cry
  21. lagu baru/cover (ngak ada di album Gn’R) dinyayikan Tommy Stinson
  22. lagu baru/cover (ngak ada di album Gn’R) dinyaynyikan Bumblefoot
  23. lagu baru/cover (ngak ada di album Gn’R) dinyanyikan Axl Rose

Setidaknya dalam konser ini, Gn’R melakukan Jamming sebanyak 3 kali dan intro hampir setiap lagu lumayan agak lama. Suara dan stamina AXl Rose, aku ancungkan jempol. Mobile dan suaranya masih mampu tinggi dan panjang. Lagu-lagu seperti don’t cry, civil war, sweet child o’mine, knockin’ on heaven door, dan estranged, dinyanyikan Axl dengan amat baik. Perfect !. Penantian 20 tahun terbayar sudah. Bokin nanya: “dah puas Mas liat Gn’R?”. Puas banget, apalagi nontonnya sama kamu….

Tentang konser Minggu siang itu, beberapa pihak berkomentar:

Rollingstones: Terpaksa diundur sehari akibat kondisi panggung yang dianggap tidak memenuhi syarat setelah diterpa hujan deras, Guns N’ Roses tampil dengan gemilang pada hari Minggu (16/12) di MEIS, Ancol, Jakarta. Dengan barisan hits dari album pertama hingga terakhir, Axl Rose dan formasi terkini Guns N’ Roses menyajikan salah satu konser heavy metal paling baik di negeri ini.

Detik: Meskipun diundur satu hari dan pindah lokasi, penampilan Guns N’ Roses tetap enerjik dengan lagu-lagu hits mereka.

Kompas: Axl, yang kini bertubuh rada tambun, membuktikan bahwa dirinya masih memiliki vokal yang melengking.

Tribun: Suaranya mampu menjangkau nada-nada tinggi. Bahkan, ia mampu melengking.

Jakartapost: one of the guitarists Ron “Bumblefoot” Thal took the audience by surprise when he started to play the national anthem “Indonesia Raya” on his guitar. The audience assisted the guitarist and sang the lyrics. That it was a gesture of the band’s appreciation of Indonesia.

HAI online: Biar nggak muda lagi, Axl Rose cs masih bertaji. Buktinya 31 lagu mereka mainkan dengan baik dan tanpa kelelahan. Konser itu jelas spesial, nggak hanya soal penantian yang lama tetapi juga GnR yang tampil maksimal.Biar sedikit ngomong, Axl Rose terus membawa penonton ke satu demi satu lagu. Tanpa disuruh, penonton juga langsung membuat koor panjang di setiap lagu yang dimainkan. HAI melaporkan setlist 16 Desember 2012 lalu:

1.       Chinese Democracy

2.       Welcome to the Jungle

3.       It’s So Easy

4.       Mr. Brownstone

5.       Estranged

6.       Rocket Queen

7.       Richard Fortus Guitar Solo  (Blacklight Jesus of Transylvania)

8.       Live and Let Die  (Wings cover)

9.       This I Love

10.      Better

11.      Motivation  (Tommy Stinson song) (Tommy Stinson on lead vocals, with band introductions)

12.      Dizzy Reed Piano Solo (No Quarter by Led Zeppelin)

13.      Catcher in the Rye

14.      Street of Dreams

15.      You Could Be Mine

16.      DJ Ashba Guitar Solo  (Mi Amor)

17.      Sweet Child O’ Mine

18.      Another Brick in the Wall Part 2 (Pink Floyd cover) (with Axl on piano)

19.      November Rain

20.      Objectify  (Bumblefoot cover) (Bumblefoot on lead vocals)

21.      Bumblefoot Guitar Solo (Indonesia Raya, Indonesia’s national anthem)

22.      Don’t Cry

23.      The Seeker (The Who cover)

24.      Civil War

25.      Knockin’ on Heaven’s Door (Bob Dylan cover)

26.      Jam

27.      Nightrain

Encore:

28.      Jam (Richard Fortus and Bumblefoot on acoustic guitars)

29.      Patience

30.      Jam

31.      Paradise City

Djarum-superAxl Rose yang masih sangat powerfull membawakan puluhan lagu selama tiga jam nonstop. “Tekniknya bagus banget. Meskipun suaranya dari rendah ke tinggi tapi nggak pake teriak dan sambil lari dari ujung ke ujung panggung

Antara: Lolongan suara tinggi Axl masih sangat prima, meski usianya sudah 50 tahun.  Pun ketika membawakan “Knockin on Heaven’s Door, “Patience”, “Civil War”, “Night Train”.  Dia tetap setangguh dan segahar dulu.

Jurnalicca: Meski tahun ini genap berusia setengah abad, gelegar suara Rose masih terdengar prima hingga vokal oktaf tingginya yang khas. Dan beraksi dengan repertoar 3 jam setiap konsernya, membuktikan betapa Rose masih perkasa.

This slideshow requires JavaScript.

3 thoughts on “Nonton Konser Gn’R 16 Desember 2012

  1. Reviewnya ok banget, thanks. Dari 33 lagu yg sangat berkesan adalah Patience & Civil War. Power Axl jelas banget di kedua lagu ini. Civil War versi Myles Kennedy kalah jauh dibanding Axl Rose yang melengking membedah langit. Kayaknya Axl memang bukan manusia biasa, dia adalah Dewa langit yang dikirim Tuhan untuk lonjat-lonjat & teriak2 dibumi. Ajaib, Sexy, cerdas. Itulah Axl Rose!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s