Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2014

Perbandingan Fretelin dan GAM

guerilya-fighter-timor-leste-taur-guards

Apa yang pemerintah RI sebut sebagai GPK (gerakan Pengacau Keamanan) merupakan sel-sel milisi atau pasukan profesional yang mengganggu stabilitas di Indonesia. Mereka ini, antara lain Fretelin dan GAM. Kedua organisasi ini ditakar oleh pioneer1980 yang sepertinya konsern pada kisah kemiliteran. Berikut uraiannya….
(more…)

Advertisements

Read Full Post »

KISAH OPS SEROJA

Operasi Seroja dan Kisah Perang di Timtim
Penyergapan David Alex

David Alex, salah satu gerilya Fretilin yang senior pada tanggal 25 juni 1997 sekitar pukul 11.00 Wita, berhasil disergap pasukan ABRI di gua tempat persembunyiannya, di Kampung Caibada, Kecamatan Baucau, sekitar 130 km arah timur kota Dili.

Menurut majalah Cahaya Candrasa dan Suara Merdeka 1997 yang saya koleksi, Pasukan yang berhasil menyergap David Alex adalah :

Tim Gabungan Kopassus,Satgas Rajawali,Kodim setempat, dan Batalyon 312/ Kala Hitam Siliwangi.
Tim gabungan itu dipimpin Kapten Inf David Hasibuan, didampingi Komandan SGI Baucau Kapten Delvianus dan Lettu Agus Pangarso.
(more…)

Read Full Post »

Sepenggal Lorosae

19 Indonesia departs scorched earth

Membaca cerpen ini mengingatkan kisah Referendum 1999 yang mengharubiru. Cerpen ini cukup kontekstual melukiskan tentang keadaan situasi perang, antara lain tentang:

1. penghianatan, pembelotan

2. kecurangan UNAMET

3. keteguhan pejuang/tentara, dan

4. nasionalisme

“…sebagai sebuah potret sisi Indonesia di wilyah Timur yang layak dibaca”, gumamku.

——————————–
(more…)

Read Full Post »

Bagi mereka yang langsung melihat proses Referendum di Timtim, kenyataan kalau ada kecurangan bukanlah rahasia lagi, setidaknya keganjilan-keganjilan yang dilakukan panitia PBB melahirkan kecurigaan yang layak menuju kepada kata: kecurangan. Tulisan berikut, bahkan idak berhenti pada kata kecurangan, akan tetapi membuat daftarnya. Menulis penulisnya, yang juga di terbitkan di kompasiana, diakui bahwa proses tulisan ini jadi melalui proses penelitian. Pengecekan kebenaran bukanlah tabu untuk sebuah tulisan, barangkali para pembaca terlebih dahulu merinci dengan baik dafatar-daftar kecurangan yang dimaksud. Menarik pokoke…..Selamat membaca yaa…
timtim3

Read Full Post »

….ketika akan memuat tulisan ini, saya berfikir akan banyak orang yang setuju, dan tentu juga tidak setuju. Itu bagi saya merupakan kenyataan yang normal. Serpihan masa lalu layak untuk didokumentasikan, dan tidak melulu yang serasa indah, akan tetapi juga yang pahit sekalipun untuk disuarakan….

Sang penulis masih berharap Timor Leste akan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi Indonesia, seperti penutup tulisan ini. Tidak ada yang tahu masa depan Timor Leste itu seperti apa. Saya malah berharap, Timor Leste bisa menerima kenyataan bahwa masa lalunya pernah bersama dengan Indonesia, pernah menjadi milik Indonesia….BAgi mereka yang pro-integrasi, tulisan ini cukup mewakilinya….semoga masa lalu menjadi sebuah penerangan bagi generasi selanjutnya…

Selamat menikmati…
(more…)

Read Full Post »

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”, demikian pesan founding father Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Pesan tersebut tentu tidak asing di setiap telinga orang Indonesia. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pahlawannya.”, kutipan ini juga pasti tidak asing bagi kita. Pada tahun 1976, Timor Timur resmi bergabung ke dalam NKRI berdasarkan UU no. 7 tahun 1976. Banyak penduduk asli Timor Timur yang memerjuangkan integrasi Timor Timur ke Indonesia. Pemerintah seakan-akan telah melupakan perjuangan mereka, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya penghargaan gelar Pahlawan Nasional kepada satu atau beberapa pejuang integrasi yang telah meninggal, jarang ada satu bab dalam buku mata pelajaran sejarah yang khusus membahas proses integrasi Timor Timur, dan kurangnya perhatian pemerintah terhadap nasib para pengungsi eks Timor Timur yang setia dengan Merah Putih yang kondisinya kian hari kian memrihatinkan. Berikut adalah nama para tokoh yang memerjuangkan maupun memertahankan integrasi Timor Timur ke dalam NKRI :

(more…)

Read Full Post »

Pengantar:

Bukanlah maksud saya hendak mengutik-ngutik ‘nasi yang sudah menjadi bubur’ dengan tulisan ini. Semata-mata saya bersaksi. Kesaksian harus disampaikan, betapapun tidak populernya. Betapapun terpinggirkannya. Kebetulan saya saksi. Saksi harus bicara.

Atau, kalau kata ‘kesaksian’ terdengar teralu resmi. Ya sudah, saya menuliskan sebuah kenangan saja. Namun lebih dari itu semua, saya merasa ada pelajaran sangat berharga dari beberapa saat di masa lalu ini. Dan saya ingin orang-orang muda Indonesia belajar sesuatu dari ini.

‘Nasi sudah menjadi bubur’ yang saya maksud adalah Timor Timur, yang sekarang bernama Timor Leste.


(more…)

Read Full Post »

Older Posts »

%d bloggers like this: