Perbandingan Fretelin dan GAM

guerilya-fighter-timor-leste-taur-guards

Apa yang pemerintah RI sebut sebagai GPK (gerakan Pengacau Keamanan) merupakan sel-sel milisi atau pasukan profesional yang mengganggu stabilitas di Indonesia. Mereka ini, antara lain Fretelin dan GAM. Kedua organisasi ini ditakar oleh pioneer1980 yang sepertinya konsern pada kisah kemiliteran. Berikut uraiannya….

Harus diakui kesabaran akan membuahkan hasil yang manis, hal itu pula yang dipakai oleh fretilin terutama falintil dalam menghadapi kekuatan prajurit TNI, bayangkan tanpa dukungan logistik (terutama munisi) mereka bisa bertahan berjuang selama lebih dari 20 tahun.

Berikut perbandingan Falintil dengan GAM secara taktis :

Fretilin :
* Persenjataan dan munisi terbatas.

* Pisik dan mental kuat, lebih baik mati dari pada menyerah.

* Cenderung sadis (kebanyakan tidak kenal agama – menganut kepercayaan)

* Murni berjuang untuk kemerdekaan.

* Melakukan penghadangan dirancang dengan teliti, jarak penghadangan rata2 3 meter dari killing ground untuk mendapatkan daya hancur maksimal.

* Pilih2 sasaran, kalau tidak perlu benar (TNI tidak bersenjata), tidak akan membunuh TNI. menghindari hal yang sia2.

* Senjata terawat dan selalu dibawa kemanapun pergi.

* Tunduk pada satu komando.

* Mempelajari musuh, biasanya akan testing terhadap satuan yang baru masuk TOD, jika satuan tersebut panik, sudah pasti jadi bulan-bulanan fretilin selama TOD.

* Jarang melakukan psywar thd TNI.

GAM :
* Persenjataan dan munisi cukup.

* Pisik dan mental kurang terbina, mudah balik kanan karena hal2 kecil.

* Tidak berbuat sadis (tidak melakukan mutilasi), agamanya tekun.

* Dalam berjuang sering disusupi unsur ekonomi.

* Melakukan penghadangan dari jarak jauh sekitar 100-200 meter lalu kabur.

* Berusaha membunuh TNI dimanapun, bahkan yang habis sholat pun dibunuh.

* Senjata sering ditimbun, dibawa ketika mau mengadakan aksi.

* Komando terbagi dalam pemimpin2 kelompok, kadang antar kelompok berselisih paham.

* Tidak mempelajari satuan2 yang masuk, pokoknya pukul rata dianggap sama.

* Melakukan psywar thd TNI, berusahan merayu anggota TNI supaya bergabung dgn iming2 jabatan dan gaji besar (berhasil membujuk beberapa anggota TNI menjadi GAM)

2 thoughts on “Perbandingan Fretelin dan GAM

  1. Reblogged this on Negeri Anarki and commented:
    Apa yang pemerintah RI sebut sebagai GPK (gerakan Pengacau Keamanan) merupakan sel-sel milisi atau pasukan profesional yang mengganggu stabilitas di Indonesia. Mereka ini, antara lain Fretelin dan GAM. Kedua organisasi ini ditakar oleh pioneer1980 yang sepertinya konsern pada kisah kemiliteran. Berikut uraiannya….

    Harus diakui kesabaran akan membuahkan hasil yang manis, hal itu pula yang dipakai oleh fretilin terutama falintil dalam menghadapi kekuatan prajurit TNI, bayangkan tanpa dukungan logistik (terutama munisi) mereka bisa bertahan berjuang selama lebih dari 20 tahun.

    Berikut perbandingan Falintil dengan GAM secara taktis :

    Fretilin :
    * Persenjataan dan munisi terbatas.

    * Pisik dan mental kuat, lebih baik mati dari pada menyerah.

    * Cenderung sadis (kebanyakan tidak kenal agama – menganut kepercayaan)

    * Murni berjuang untuk kemerdekaan.

    * Melakukan penghadangan dirancang dengan teliti, jarak penghadangan rata2 3 meter dari killing ground untuk mendapatkan daya hancur maksimal.

    * Pilih2 sasaran, kalau tidak perlu benar (TNI tidak bersenjata), tidak akan membunuh TNI. menghindari hal yang sia2.

    * Senjata terawat dan selalu dibawa kemanapun pergi.

    * Tunduk pada satu komando.

    * Mempelajari musuh, biasanya akan testing terhadap satuan yang baru masuk TOD, jika satuan tersebut panik, sudah pasti jadi bulan-bulanan fretilin selama TOD.

    * Jarang melakukan psywar thd TNI.

    GAM :
    * Persenjataan dan munisi cukup.

    * Pisik dan mental kurang terbina, mudah balik kanan karena hal2 kecil.

    * Tidak berbuat sadis (tidak melakukan mutilasi), agamanya tekun.

    * Dalam berjuang sering disusupi unsur ekonomi.

    * Melakukan penghadangan dari jarak jauh sekitar 100-200 meter lalu kabur.

    * Berusaha membunuh TNI dimanapun, bahkan yang habis sholat pun dibunuh.

    * Senjata sering ditimbun, dibawa ketika mau mengadakan aksi.

    * Komando terbagi dalam pemimpin2 kelompok, kadang antar kelompok berselisih paham.

    * Tidak mempelajari satuan2 yang masuk, pokoknya pukul rata dianggap sama.

    * Melakukan psywar thd TNI, berusahan merayu anggota TNI supaya bergabung dgn iming2 jabatan dan gaji besar (berhasil membujuk beberapa anggota TNI menjadi GAM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s