Mengenang Tragedi Everest 1996; Resiko Kematian Pendaki Senior Jauh Lebih Tinggi Dari Pendaki Pemula

“The mountains are not stadiums where I satisfy my ambitions to achieve. They are my cathedrals, the house of my religion. In the mountains I attempt to understand my life.” Anatoli Boukreev

Penulis : Jenggot

INTO THIN AIR VS THE CLIMB

10 mei 1996 adalah saat-saat yang paling kritis dalam hidup saya, kenang Sandy Hill Pittman. Meski ia selamat dari tragedi paling dramatis dalam pendakian Gunung Everest, tetapi trauma psikologisnya tidaklah hilang dalam waktu yang singkat.
Bergabung dengan Mountain Madness Expedition dengan leader Scott Fischer (salah satu korban tewas) ia menjadi salah satu yang terkuat dari delapan klien lainnya. Tapi penulis tidak akan mengupas siapa profil Sandy ini. Penulis hanya mencoba melakukan deskripsi ulang berkaitan dengan kronologis tragedi Everest 1996 dari dua manuskrip sejarah pendakian era 90-an (Into Thin Air dan The Climb).

Catatan Dari Film Everest Untuk Para Pendaki Gunung

images

Rob Hall…

everest-trailer-movie_h

“Manusia selalu mencoba bersaing dengan gunung dan gununglah yang selalu menjadi pemenang” Anatoli Boukreev

Sebelas tahun lalu saya membaca Into Thin Air karya Jon Krakauer dan pada saat itu pula saya membatin, suatu saat buku ini pasti akan menjadi film Hollywood. Barulah di tahun 2015, film yang berdasar rilis, Everest. Memang film ini tidak sepenuhnya mengadaptasi buku Into Thin Air, justru menambahkan dengan sumber-sumber lain, termasuk buku bantahan dari Anatoli Boukreev, The Climb. Poin bagus film ini adalah film ini mencoba objektif dengan kejadian yang terjadi di Everest tahun 1996 dan tidak menyandarkan pada satu sumber saja.
Continue reading “Catatan Dari Film Everest Untuk Para Pendaki Gunung”