Menulis tentang asal muasal sebutan Kecebong (atau hanya: Cebong) dan Kampret bukanlah tulisan yang serius, saya anggap sebagai lucu-lucuan saja. Namun, untuk sebuah perjalanan perpolitikan Indonesia di tingkat akar rumput, tulisan ini cukup berguna untuk mengungkap fenomena Pemilihan Presiden di Indonesia yang begitu gegap gempita, sekaligus ada yang menyatakan dengan istilah ngeriii….

Langsung saja, berikut uraiannya:

  1. tidak ada kesepakatan di dunia netizeen, sejak kapan (tanggal, bulan, dan tahunnya) sebutan Cebong  dan Kampret dideklarasikan.
  2. Namun demikian, sebutan tersebut menyeruak ke permukaan media sosial, seperti di Tweeter dan Facebook, ketika 1-3 tahun masa pemerintahan Jokowi JK, sekitar tahun 2016-2017.
  3. Saat kampanye Pilkada DKI Jakarta, polarisasi dengan sebutan Cebong dan Kampret sudah ada. Semakin menjadi “gila dan massif”, menjelang Pilpres, pencoblosan Pilpres, Pilpres usai Mei 2019, dan entah sampai kapan sebutan tersebut mereda.
  4. Cebong sebenarnya adalah berudu atau anak kodok (yaitu tahap berikutnya setelah telur menetas).
  5. Kodok adalah hewan favorit peliharaan Presiden Jokowi.
  6. Anak Presiden gemar memakai dan berfoto mengenakan topi bertuliskan; KOLEKTOR KECEBONG.
  7. Oleh karenanya, cebong (manusia) mengidentifikasikan dirinya sebagai anak keturunan alias anak buah dari kodok alias pendukung Presiden Jokowi.
  8. Cebong adalah sebutan untuk pendukung Presiden & Capres Jokowi & Amin. Mereka tidak keberatan, bahkan ada yang senang di sebut Cebong.
  9. Cebong atau next season-nya is kodok tidak memiliki referensi kepahlawanan seperti di film Hollywood atau film lainnya. Muppet (Kermit) dan Kero Keroppi atau Pangeran Kodok rasanya tidak cocok dijadikan icon dan mereka pun tidak pernah mengakuinya.
  10. Sedangkan, Kampret diidentikkan dengan pendukung Prabowo-Sandi.
  11. Berbeda dengan Cebong, kata Kampret ini tidak diidentifikasi dengan hewan.
  12. Sebutan Kampret merupakan lanjutan kisah Pilpres 2014.
  13. Koalisi Merah Putih (KMP) pada Pilpress 2014, ternyata masih kebanyakan berada kini di Koalisi Adil Makmur Pilpres 2019, begitupula mayoritas para pendukungnya.
  14. Kampret disinyalir sebutan yang berasal dari celotehan Cebong dengan cacian: KMP Pret !!, sehingga “disambungkan” menjadi Kampret.
  15. Jika sebutan Cebong membuat mereka tidak keberatan, bahkan ada yang senang diantara para pendukung Capres & Cawapres Jokowi-Amin, tidak demikian di rasakan oleh pendukung Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi ketika disebut Kampret.
  16. Pendukung Koalisi Adil Makmur mereka keberatan, bahkan seringkali tidak  senang disebut Kampret karena mereka menyadari bahwa mereka adalah manusia.
  17. Mereka kemudian lebih memilih mengidentifikasikan mereka seperti Manusia Kampret alias Batman.
  18. Batman memiliki musuh bebuyutan, yaitu Joker. Manusia senda gurau yang identik dengan kartu-kartu.
  19. Cebong dan Kampret seringkali berseteru di dunia maya, bahkan para “pentolannya” terlihat juga berdebat keras di forum-forum televisi swasta.
  20. Demikian asal muasal sebutan Cebong dan Kampret, dan memang begitulah adanya.
  21. Semoga setelah ini, di tahun 2020 sebutan demikian dapat mereda dan berakhir.