50131dba-4179-493a-92cb-d2672f48bb81

Wafatnya Presiden era tahun 1998-1999 kemarin petang pada pukul 18.05 WIB, menyeruak memori tentang Prof. BJ. Habibie. Saya kenal beliau saat SMA melalui televisi. Beliau adalah orang Indonesia yang mampu membuat peswat. Nama besar beliau dikukuhkan dengan ditetapkannya sebagai ketua ICMI.

Kecerdasan beliau amat tidak diragukan, bahkan pihak Jerman konon katanya menawarkan kewarganegaraan kehormatan untuk profesor bertubuh mungil ini. Kecil, tapi isinya otak semua, itu lah judul buku yang pernah aku baca di toko buku, dan lupa pengarangnya. Soal keilmuan, tidak usah dibahas. Matematika, pesawat, dia jagonya.

Setelah beliau jadi wapres, dan menjadi Presiden RI pasca pengunduran diri Suharto, kiprah Habibie begitu luar biasa. Dalam sekejap, mampu menurunkan kurs dollar yang awalnya mendekati 20 ribu menjadi 6 ribu rupiah per-dollar-nya. Prestasi tersebut, tidak mampu diikuti oleh 4 presiden setelahnya (hingga September 2019). Indoktrinisasi melaui P4 selama puluhan tahun, dihapuskan, begitupula dengan Timor Timur dihapuskan dari peta provinsi Indonesia.

Kanal demokrasi menyeruak di masa beliau. Kebebasan pers dan partai yang tidak 3 lagi, menjadi ciri keberhasilannya. Orang cerdas dan bijak beragama Islam berada di sekelilingnya, rencana besar untuk membuat Indonesia menjadi besar kembali, kemudian kembali kandas……

Selamat jalan Prof. Habibie, presiden non-Jawa pertama dan salah satu cendikiawan muslim Indonesia yang saya kagumi. Demikian sekelumit tentang Habibi yang saya kenal……

 

Sumber gambar: entah dari siapa, tapi tersebar di grup-grup WA