32a655db8de3a93deab623f46f4dba09

Judul yang juga sekaligus pertanyaan tersebut, menurut pendapat saya, posisinya serupa dengan “betapa pentingnya Kompas/Rasi Bintang untuk seorang petualang/penjelajah”.

Tujuannya agar tidak tersesat. Begitupula, dengan berfikir kronologi. Tanpa berfikir kronologi, maka penyusunan peristiwa sejarah akan mengalami kerancuan, dan berakibat: tersesat dalam memahami peristiwa sejarah. Sesat dalam berfikir sejarah ini, berupa peristiwa yang terjadi pada suatu masa akan masuk pada masa atau zaman lain, bisa loncat-loncat, terbalik, sehingga terjadi kekeliruan dalam memahami peristiwa sejarah. Kondisi ini dikenal dengan istilah anakronisme.

Dengan demikian, cara berfikir kronologis yang mengajak kita memandang peristiwa secara urut, runtut, berkesinambungan dan teratur, mampu memberikan secara utuh tentang suatu peristiwa sejarah, tidak sepotong-potong, rancu, sesat, seperti anakronisme.

Terkait dengan hal tersebut, berikut contohnya:

Kronologi Detik-detik Proklamsi Kemerdekaan Indonesia

  1. Bom Atom dijatuhkan di Horoshima
  2. Pendirian PPKI
  3. Bom Atom dijatuhkan di Nagasaki
  4. Tokoh nasional ke Dallat, Vietnam
  5. Kekalahan Jepang atas Sekutu
  6. Kekosongan kekuasaan di Indonesia (vacuum of power)
  7. Peritiwa Rengasdengklok
  8. Perumusan Teks Proklamasi
  9. Pembacaan Teks Proklamasi

 

 

 

Sumber Gambar