Screenshot_1979

Bangsa Barat dalam catatan sejarah menjadi salah satu pihak yang menorehkan kisah gemilang di dunia Hindia Timur. Jika Hindia Barat untuk mengidentifikasi India, maka Hindia Timur ialah nusantara (Indonesia di dalamnya).

Kedatangan bangsa barat ke Indonesia dipengaruhi oleh beberapa peristiwa penting di Eropa. Jika diperhatikan dengan baik, latar belakang kedatangan bangsa Barat ke Nusantara, terdapat perbedaan dan persamaan latar belakang antara bangsa Portugis dan Spanyol disatu pihak dan bangsa Belanda di pihak yang lain.

Setidaknya ada tiga bidang (aspek) yang menunjukkan adanya perbedaan dan ada dua bidang (aspek) yang menunjukkan adanya persamaan. 

Pertanyaannya ialah: “jelaskanlah perbedaan dan persamaan bidang (aspek) tersebut?”

Perbedaan:

Aspek Agama

Spanyol dan portugal (satu kekuasaan) tidak kurang dari 5 abad dikuasai oleh Muslim hingga bebas pada Tahun 1492. Setelah Muslim kalah, maka keinginan untuk membalas dendam muslim begitu kentara. Mereka ingin mengkristenkan dengan cara mengemban misi Katolik ke seluruh wilayah Muslim. Berbeda dengan Belanda yang tidak pernah dikuasai Muslim sebelumnya, motif balas dendam dengan semangat agama, tidak sekeras Spanyol dan Portugal. Namun, semangat itu ada dengan tetap melakukan misi penyebaran Protestan, seperti Zending.

Aspek Ekonomi

Tidak hanya ingin mengambil langsung dari sumber rempah, Spanyol dan portugis, seakan semuanya yang bernuansa ekonomis akan dimiliki. Paham Imperialisme Kuno yang berkembang di negara mereka menguatkan akan tindakan mereka di aspek ekonnomi ini. sedangkan Belanda, terlihat dengan semangat Imperialisme moderen, Belanda Pasar, cenderung mencari sumber daya/bahan mentah, dan tenaga industri.

Aspek Politik

Keinginan Spanyol dan Portugis menguasai wilayah amat terlihat kental sekali, terutama dengan bangsa asing. Kehausan akan kekuasaan dan kejayaan (Glory) tentunya dilatari faktor sejarah mereka dikuasai Muslim selama lebih dari 5 abad. Mereka ingin menunjukkan bahwa bangsa mereka superior jauh berbeda dengan kondisi beberapa abad yang lalu. Bahkan, dengan nada politik kekuasaan/glory ini, mereka bisa menerima lapang dada di Timor Portugis (Timor Leste) walaupun daerah tersebut sedikit soal keuntungan ekonomis (yang penting berkuasa). Berbeda dengan Belanda, negara Kincir Angin ini begitu terlihat soal penguasaan ini tidak begitu kuat. Bagi mereka, penguasaan wilayah/kerajaan dilaksanakan nanti setelah mereka “sukses” berdagang ini dapat dicontohkan bagaimana “gerilya” VOC dari tahun 1602 hingga akhir abad ke 19. Penjajahan 80 tahun, tidak membuat Belanda haus politik kekuasaan, akan tetapi politik dilakukan untuk memperkuat posisi keuntungan dalam berdagang.

Persamaan:

Aspek Ekonomi

Persamaan latar belakang antara Spanyol, Portugis, dan Belanda adalah sama-sama ingin menambah pundi-pundi kekayaan secara ekonomi negaranya setelah sekian lama dikuasai/dijajah oleh bangsa asing. Berdikari (Berdiri di Kaki sendiri) di bidang ekonomi turut melatari mereka mencari rempah-rempah yang laku di pasar Eropa hingga ke Dunia Timur. Caranya adalah mencari langsung ke tangan pertama (di Nusantara) karena akan mendapatkan harga lebih murah, dan akan dijual di Eropa dengan harga yang sangat tinggi.

Aspek Iptek

Persamaan latar belakang antara Spanyol, Portugis, dan Belanda adalah sama-sama berkeinginan menerapkan sekaligus membuktikan akan kebenaran ilmu dan teknologi yang berkembang ketika itu (Renesan). Hal demikian pararel dengan penemuan-penemuan ilmu dan teknologi yang ada: teori bumi bulat, penemuan kompas, dan berbagai macam teknologi pelayaran antar benua.

Dengan demikian, perbedaan dan persamaan tersebut diatas, amat dipengaruhi oleh pengalaman sejarah bersama sebagai bangsa yang kurang menguntungkan secara politik serta ekonomi, dan semangat sebagai manusia rasional dalam kontek jiwa jaman Renesan kala itu, juga turut mendukung pencarian dan petualangan Spanyol, Portugis, dan Belanda ke Dunia Timur.

 

 

Sumber Gambar