prahara-setelah-berdirinya-budi-utomo-fqtK2HuvkV

Politik kolonial yang dilakukan bangsa Barat terutama Belanda telah menimbulkan dampak positif dan negatif bagi rakyat Indonesia. Salah satu dampak positif itu adalah munculnya nasionalisme bangsa Indonesia pada awal  abad ke-20.

Munculnya nasionalisme bangsa Indonesia itu karena adanya proses integrasi yang terjadi saat politik penjajahan yang dilakukan Belanda. Petanyaannya ialah:

seperti apa proses integrasi tersebut berlangsung ?.

Menurut saya, tindakan politik Belanda yang mempersatukan wilayah dari Sabang sampai Merauke dalam satu sistem pemerintahan Hindia Belanda menjadi sarana pembentukan integrasi. Tentunya, penindasan dan penjajahan, termasuk dalam usaha Pax Netherlandica ini, meretas rasa saling memeiliki oleh pribumi karena sama-sama merasakan perlakuan Belanda

Selain itu, perkembangan bahasa Indonesia yang “dibiarkan” oleh kebijakan politik Belanda (berbeda dengan reaksi kebijakan politik “sekolah Liar”, dan pembangkangan oleh pribumi), telah menciptakan integrasi yang lebih kuat dibanding jaman Majapahit. “Lingua Franca” yang selama berabad-abad hanya sebagai bahasa penghubung, setelah Politik Etis digulirkan, Bahasa Indonesia berubah menjadi “bahasa nasionalis sekaligus bahasa perjuangan”. Oleh karenanya, genderang Sumpah Pemuda dan pers, menempatkan bahasa Indonesia menjadi hal yang penting. 

Demikian, gejala tersebut bukan hanya menimbulkan rasa cinta terhadap tanah air, namun juga menguatkan persatuan (integrasi) sebagai sebuah bangsa.

 

Sumber Gambar