indonesia-merdeka-bukan-hadiah-dari-jepang--mozaik--nadya

Dalat dan pejuang bawah tanah merupakan beberapa “simbol” yang menghatarkan peristiwa bersejarah Indonesia, yaitu proklamasi. Terkait hal ini, seorang dosen mengajukan pertanyaan sebagai berikut:

mengapa Jepang (perdana menteri Kaiso) membawa Soekarno Hatta ke Dalat (Vietnam) ?,  di sisi lain terdapat para tokoh pejuang dibawah tanah yang menghendaki kemerdekaan tidak melalui badan kemerdekaan pembentukan Jepang. Uraikan siapa saja tokohnya dan bagaimana peranannya ?

Silahkan disimak uraian dibawah ini:

A). Mengapa Jepang (perdana menteri Kaiso) membawa Soekarno Hatta ke Dalat (Vietnam) ?.

  • Menepati janji Kaiso, bahwa Indonesia akan Diberikan Kemerdekaan kelak Dikeudian Hari. Ikatan janji ini, pernah diucapkan beliau pada 17 September 1944.
  • Kenapa sekarang ditunaikan janji tersebut ?. karena Jepang sudah dalam keadaan terjepit, nyaris kekalahan segera datang. Dengan menunaikan janji ini (Indonesia direncanakan merdeka tanggal 24 Agustus 1945), maka yang diharapkan Jepang adalah agar pihak Indonesia tetap bersama (mendukung) Jepang. Dengan demikian, diharapkan, ketika Sekutu datang ke Indonesia, Jepang mendapat bantuan secara maksimal dari pihak Indonesia.
  • Dengan menunaikan janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia, Jepang ingin menjadi “penjajah yang baik” agar ditulis dengan tinta emas pada lembaran sejarah sebagai “pembebas penjajahan Belanda terhadap Indonesia”. Propaganda humanis perang ini, ternyata kemudian hari terbukti. Film “Murudeka” yang diterbitkan Jepang dengan membuat narasi besar  bahwa kemerdekaan Indonesia juga adalah andil secara sadar dari Pemerintah Jepang di Dalat dan Indonesia, dapat mewakili “niat” propaganda paska perang tersebut.

B). Di sisi lain terdapat para tokoh pejuang dibawah tanah yang menghendaki kemerdekaan tidak melalui badan kemerdekaan pembentukan Jepang. uraikan siapa saja tokohnya dan bagaimana peranannya?.

  1. Kelompok Pemuda. Kelompok ini diiisi oleh Chaerul Saleh, Johar Nur, Eri Sadewo, E.A.Ratulangi, dan Syarif Thayeb.

Peranan mereka antara lain: menyusun aksi-aksi kontra terhadap penguasa Jepang, mengorganisisr pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin bangsa, dan membentuk ikatan organisasi-organisasi persatuan mahasiswa

  1. Kelompok Ahmad Subarjo, dipimpin langsung oleh Amad Subarjo.

Peranannya antara lain: menghimpun tokoh-tokoh bangsa Indonesia yang bekerja dalam angkatan laut, dan berhasil mendirikan asrama pemuda dengan nama “Asrama Indonesia Merdeka”. Di asrama inilah, para tokoh bangsa memberikan pelajaran –pelajaran untuk menanamkan semangat nasionalisme bagi para pemuda Indonesia.

  1. Kelompok Sukarni. Kelompok ini digerakan oleh dari Sukarni dan Muhammad Yamin.

Beberapa peranannya sebagai berikut: menghimpun pergerakan  yang lain seperti Adam Malik, Kusnaini, Pandu Wiguna, dan Maruto Nitimiharjo. Selanjutnya, berperan dalam hal menyebarluaskan cita-cita kemerdekaan, menghimpun orang-orang yang berjiwa revolusioner, dan melawan propaganda Jepang dengan mengungkap kebohongan-kebohongan yang dilakukan Jepang.

  1. Kelompok Sutan Syahrir.

Kelompok yang dimotori oleh Sutan Syahrir, berperan dengan secara diam–diam menghimpun teman-teman sekolahnya, dan rekan-rekan seorganisasi untuk mempersatukan rakyat dalam mencapai kemerdekaan.

Dengan demikian, penunaian janji pemberian kemerdekaan kepada Indonesia, adalah reaksi logis Jepang karena keterdesakan akan kekalahan yang sudah ada didepan mata. Oleh karenanya, Indonesia sebenarnya diharapkan sebagai tenaga bantuan ketika nanti Sekutu datang ke Indonesia untuk menggantikan Jepang. Sifat yang kooperatif ini, bertentangan bagi mereka yang bergerak dibawah tanah, dan tentunya non-kooperatif. Dengan kemampuan yang bisa diberikan, keinginan besar untuk merdeka dengan segera,  terlihat dari peranan kelompok-kelompok kepemudaan dan berjiwa revolusioner ini.

 

Sumber Gambar