reformasi-2-98

Demonstrasi besar-besaran yang digelar oleh elemen mahasiswa dan pelajar STM pada akhir September 2019 hingga kini (awal Oktober 2019), mengingatkan saya terhadap peristiwa yang serupa pada tahun 1998. Tahun tersebut penting.

Seorang dosen menuliskannya seperti dibawah ini yag diakhiri sebuah pertanyaan:

Pemerintahan Orde Baru yang berakhir pada tahun 1998, bermula dari krisis moneter yang terjadi di Thailand pada tahun 1997 ternyata merambah ke Indonesia dengan ikut merosotnya rupiah yang mencapai 17.000 per satu dollar Amerika Serikat. Krisis moneter itu merambah keberbagai bidang sebagaimana tergambar dari tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam bentuk agenda reformasi. Berkaca dari proses jatuhnya pemerintahan Orde Baru tersebut, bagaimana penilaian sudara terhadap jatuhnya pemerintahan Orde Baru tersebut dari segi ekonomi dan politik?

Kemudian saya merespon:

Bagi saya, keyakinan rakyat banyak bahwa jaman Suharto barang-barang murah telah menjadi mitos ketika krisis ekonomi terjadi pada tahun 1997-1998. Suharto kehilangan legitimasinya di mata rakyat terkait hidup hajat orang banyak ini, hasil Pemilu 1997 tidak mampu mempengaruhinya. Kehidupan ekonomi negara yang sakit karena menumpuknya hutang, inflasi, dan udaya KKN, menyebabkan orang lapar kehilangan simpatinya kepada pemerintah. 

Di bidang politik, pembelengguan kebebasan yang dijalankan pemerintah melalui tangan militer, telah menjadikan kekuatan laten untuk kemudian munculnya letupan besar pada waktunya. Partai dan gerakan oposan mulai begerak, baik itu dibawah tanah atau muncul kepermukaan. Rasa takut yang menahun menyoal kekebasan berpolitik, mendapatkan legitimasi perlawanan ketika rakyat jelata juga digilas, bahkan tanpa ada pengadilan resmi. 

Dengan demikian, konsep kestabilan politik dan ekonomi ala Orde Baru,  membelenggu kebebasan sekaligus akhirnya juga merugikan secara ekonomi karena terpaan krisis tidak mampu ditanggulangi. Rakyat selalu menjadi korbannya. Kemudahan ekonomi jaman Suharto sudah kehilangan legitimasinya, dan rakyat menaggalkan mitos tersebut. Rakyat lapar, orang politik memantik gerakkan, dan keruntuhan Suharto menjadi suatu kepastian.

Mengenang-Kembali-Peristiwa-Mei-98-dan-Kasus-yang-Tak-Terungkap-Hingga-Saat-Ini

Sumber Gambar 

Sumber Gambar 2