Dalam kehidupan masyarakat tentunya banyak memiliki perbedaan sosial. Perbedaan-perbedaan sosial tersebut tidaklah berdiri sendiri. Artinya, dalam suatu masyarakat perbedaan tersebut dapat dikategorikan ke dalam perbedaan sosial secara horizontal (diferensiasi sosial) dan secara vertikal (pelapisan sosial/stratifikasi sosial). Masyarakat yang dikelompokkan secara horizontal (diferensiasi sosial) tidak terlepas dari status dan peranan sosial individu dan kelompok di masyarakat. Apabila kita amati, setiap status memiliki peran yang berbeda dan fungsi yang berbeda pula. Salah satu contohnya adalah seorang yang berprofesi sebagai dokter umum akan berbeda dengan seorang insinyur tehnik sipil meskipun keduanya sama-sama seorang sarjana.

Struktur Sosial
Dalam mendefinisikan struktur sosial, para ahli sosiologi memiliki pendapat yang berbeda-beda. Berikut beberapa pandangan beberapa ahli tentang struktur sosial.

  1. George C. Homan mengaitkan struktur sosial dengan perilaku sosial elementer dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Talcott Parsons berpendapat bahwa struktur sosial adalah keterkaitan antarmanusia.
  1. James Samuel Coleman, melihat struktur sosial sebagai sebuah pola hubungan antarmanusia dan antarkelompok manusia.
  2. William Kornblum menekankan konsep struktur sosial pada pola perilaku individu dan kelompok, yaitu pola perilaku berulang-ulang yang menciptakan hubungan antarindividu dan antarkelompok dalam masyarakat
  3. Soerjono Soekanto melihat struktur sosial sebagai sebuah hubungan timbal balik antara posisi-posisi sosial dan antara peranan-peranan sosial.
  4. Abdul Syani melihat struktur sosial sebagai sebuah tatanan sosial dalam kehidupan masyarakat. Di dalam tatanan sosial tersebut terkandung hubungan timbal balik antara status dan peranan (dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial tertentu).

Dengan demikian, secara sederhana dapat kita katakan bahwa struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, dan lapisan-lapisan sosial.

Dalam sebuah struktur sosial, umumnya terdapat perilaku-perilaku sosial yang cenderung tetap dan teratur. Perilaku tersebut dapat menjadi pembatas perilaku individu dan kelompok. Dalam sebuah struktur sosial, individu atau kelompok akan cenderung menyesuaikan perilakunya dengan kelompok atau masyarakatnya. Menurut Nasikun, dalam konteks Indonesia, struktur sosial dapat dilihat secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal, struktur sosial ditandai dengan adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, dan adat. Secara vertikal, struktur sosial ditandai denga! adanya kesatuan sosial berdasarkan perbedaan lapisan sosial. Dalam banyan literatur, struktur sosial secara horizontal disebut diferensiasi sosial, sedangkan struktur sosial secara vertikal disebut stratifikasi sosial.

Diferensiasi Sosial

Pengertian diferensiasi menurut kamus sosiologi adalah klasifikasi atau penggolongan terhadap perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejenis. Kata sejenis dalam hal ini berarti klasifikasi masyarakat secara mendatar, sejajar, atau horizontal. Pengelompokan secara horizontal ini didasarkan pada perbedaan ras, suku bangsa, klan, dan agama.

  1. Diferensiasi berdasarkan ras menunjuk pada banyaknya ras yang ada di dunia ini. Menurut Ralph Linton, manusia dibagi menjadi tiga kelompok ras, yaitu ras Mongoloid, Kaukasoid, dan Negroid. Ras yang banyak mendiami daratan Asia adalah ras Mongoloid dengan ciri, kulit warna kuning sampai sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, dan mata sipit.
  2. Diferensiasi suku bangsa. Jumlah suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia tentu sangat banyak sekali. Indonesia sendiri, menurut C. van Vollen Houven memiliki 316 suku bangsa, sedangkan menurut Prof. Dr. Koentjoroningrat memiliki 119 suku bangsa. 
  3. Diferensiasi klan. Klan merupakan kesatuan keturunan, kepercayaan, dan tradisi atau adat. Di Indonesia terdapat dua klan utama, yaitu klan atas dasar ibu atau matrilineal dan atas dasar garis keturunan ayah atau patrilineal.
  4. Diferensiasi agama. Di Indonesia memiliki enam agama yang di anut masyarakatnya. Agama tersebut, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Stratifikasi Sosisal

Dalam masyarakat yang masih homogen dan tradisional, pembedaan kedudukan dan peran masih sedikit sehingga stratifikasi sosialnya pun sedikit. Namun, pada masyarakat perkotaan, stratifikasi lebih banyak karena didasarkan pada kriteria pendidikan. Atas dasar ini, timbullah berbagai macam keahlian atau profesi (pembagian kerja).


Dasar stratifikasi dalam masyarakat disebabkan adanya sesuatu yang dihargai lebih, misalnya kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan. Ukuran yang dipakai untuk menggolongkan seseorang pada lapisan tertentu adalah ukuran kumulatif dan bukan ukuran tunggal. Contohnya, orang kaya biasanya mudah memiliki kekuasaan, pendidikan, bahkan kehormatan.


Perwujudan stratifikasi sosial adalah adanya kelas-kelas sosial. Kelas-kelas sosial ini dapat kita lihat dari segi ekonomi, sosial, dan politik.

  1. Segi ekonomi. Berdasarkan ekonomi, Aristoteles membagi masyarakat menjadi tiga, yaitu kelas dari golongan sangat kaya, golongan kaya, dan golongan miskin.
  2. Segi sosial. Dalam hal ini, masyarakat dikelompokkan atas dasar status. Pelapisan masyarakat secara sosial dapat kita lihat dari pembagian kasta pada masyarakat Bali. Masyarakat Bali dibagi dalam empat kasta, yakni Brahmana, Satria, Waisya, dan Sudra.
  3. Segi politik. Stratifikasi sosial secara politik didasarkan pada kekuasaan. Masyarakat yang memiliki kekuasaan biasanya akan ditempatkan pada kelas atas. Adapaun masyarakat yang tidak memiliki wewenang atau kekuasaan akan ditempatkan pada kelas bawah.

Statifikasi sosial yang ada di masyarakat mengakibatkan berbagai dampak  atau konsekuensi. Konsekuensi-konsekuensi tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Bahasa dan gaya bahasa. Masyarakat kelas menengah ke atas biasanya menyelipkan bahasa asing ketika berbicara, kata-kata tidak kasar, dan tutur bahasanya sopan.
  2. Makanan. Biasanya kelompok masyarakat atas makan di restoran terkenal dengan menu dari luar negri, sedangkan masyarakat bawah biasanya mengonsumsi makanan dalam negeri atau olahan sendiri.
  3. Gelar, pangkat, atau jabatan. Kelompok atas umumnya memiliki sejumlah gelar atau pangkat. Adapun, masyarakat kelas bawah tidak mengenal penggunaan gelar.
  4. Hobi dan kegemaran. Pada umumnya, ketika musik liburan, masyarakat kelas atas akan berlibur ke luar negri. Kelas menengah akan berlibur di tempat wisata dalam negeri. Sementara itu, masyarakat kelas bawah berlibur di sekitar pemukiman mereka.
  5. Pakaian. Kelas atas akan meniru gaya berpakaian dari luar negri, sedangkan kelas bawah umumnya membeli pakaian dari pasar tradisional.
  6. Perabot dan rumah. Kelas atas umumnya tinggal di kawasan tertentu dengan keamanan yang memadai, perabot yang digunakan pun mewah. Sementara itu, kelas bawah tinggal di rumah yang kecil dan sederhana.

Untuk lebih jauh melihat keduanya, perhatikan perbedaan-perbedaan berikut ini:

1)Perbedaan diferensiasi dan stratifikasi sosial

Secara sederhana perbedaan diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial adalah:
Diferensiasi sosial merupakan sebuah pembedaan atau pengelompokan warga masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial secara sejajar atau horizontal.
Stratifikasi sosial merupakan pembedaan warga masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat (bawah, tengah,atas).

Di masyarakat mana pun, struktur sosial yang ada umumnya ditandai dua ciri yang khas, yaitu:
a. Secara vertikal struktur sosia yang ada umumnya ditandai oleh adanya perbedaan antarkelas sosial dan polarisasi sosial yang cukup tajam. (stratifikasi)
b. Secara horizontal masyarakat ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, profesi, ras, adat, dan kedaerahan. (diferensiasi)

Stratifikasi sosial muncul karena ketimpangan distribusi dan kelangkaan barang berharga yang dibutuhkan masyarakat, seperti: uang, kekuasaan, pendidikan, keterampilan, dan semacamnya. Sementara itu, diferensiasi sosial muncul karena pembagian kerja, perbedaan agama, ras, (pengelompokanindividu atas dasar ciri persamaan kebudayaan, seperti: bahasa, adat, sejarah, sikap, wilayah), atau perbedaan jenis kelamin.
Di dalam stratifikasi sosial, hubungan antarkelas dalam hal cenderung tidak seimbang, di mana ada pihak yang lain. Sedangkan pada diferensiasi sosial yang dipersoalkan bukanlah keseimbangan antar berbagai kelompok (bukan antar-berbagai kelas), melainkan tentang sifat dasar masyarakat yang paling pluralis serta perbedaan yang terdapat di dalamnya. Secara normatif, di dalam diferensiasi sosial, memang hak dan kewajiban antar kelompok yang satu dengan yang lain relatif sama di mata hukum. Tetapi, bagaimanapun harus diakui bahwa di dalam kenyataan yang terjadi diferensiasi sosial umumnya tumpang tindih dengan stratifikasi sosial.

Hubungan antarkelompok dalam diferensiasi sosial (entah itu atas dasar perbedaan profesi, ras, etnis, agama, atau jenis kelamin), misalnya hak seseorang buruh dan majikan, di mata hukum secara normative sama, tetapi antar keduanya dari segi kekuasaan dan ekonomi jauh berbeda, maka pola hubungannya pun menjadi tak seimbang. Seorang majikan, jelas posisinya akan lebih dominan dan berhak memerintah buruhnya. Sebaliknya, para buruh akan selalu bersikap hormat kepada majikan yang membayarnya. Memperoleh upah yang layak, misalnya secara hukum adalah hak kaum buruh. Namun karena para buruh itu menyadari bahwa mencari pekerjaan itu susah dan tidak memiliki alternatif untuk bekerja di sektor lain, maka sering kita temui banyak kaum buruh rwlatif bersikap pasrah begitu saja, kendati diberi upah di bawah KUM (ketentuan upah minimum).

  • Perbedaan diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial
Diferensiasi SosialStratifikasi Sosial
1) Pengelompokan secara horizontal
2) Berdasarkan ciri dan fungsi
3) Distribusi kelompok
4)Genotipe
5) Kriteria biologis/fisik sosiokultural
1) Pengelompokan secara vertical
2) Berdasarkan posisi, status, kelebihan yang dimiliki, sesuatu yang berharga
3) Distribusi hak dan wewenang
4) Stereotipe
5) Kriteria ekonomi, pendidikan, kekuasaan, kehormatan

2)Pengaruh diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial

Diferensiasi dan stratifikasi sosial sangat penting bagi seseorang dalam kelompok sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan hidup yang akan diperoleh seseorang tersebut. Kesempatan hidup merupakan kesempatan seseorang untuk bisa atau tidak berperan dan bertindak dalam segenap aspek kehidupan yang diatur berdasarkan apa yang dianggap menarik atau tidak menari.

Beberapa aspek kehidupan sosial masyarakat yang dipengaruhi oleh diferensiasi, stratifikasi, dan kesempatan hidup adalah sebagai berikut:

  1. Kesehatan
    Pengaruh diferensiasi dan stratifikasi sosial terhadap kesehatan dapat digolongkan sebagai pengaruh yang bersifat tidak langsung sebagai akibat dari ketidaksamaan tingkat ekonomi anggota masyarakat. Selain itu, perbedaan akses pada kebutuhan kesehatan turut dipengaruhi oleh kondisi masyarakat. Masyarakat kelas atas dengan kondisi ekonomi yang mencukupi memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan yang lebih baik, seperti makanan bergizi dan apabila sakit mampu membeli obat, serta memanfaatkan rumah sakit dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai. Lain halnya dengan orang atau masyarakat kelas bawah, dengan keterbatasan ekonomi mereka tidak mampu membeli makanan dengan gizi yang lebih baik dan tinggal di lingkungan yang kurang sehat. Oleh karena itu, kemungkinan terserang penyakit lebih besar, apabila sakit mereka tidak dapat membeli obat serta mengakses fasilitas kesehatan yang berkualitas baik. Akibatnya, penyakit yang sebenarnya ringan dan mudah untuk disembuhkan justru menjadi mematikan.
  2. Pendidikan
    Faktor-faktor sosial dan ekonomi memiliki pengaruh kuat terhadap tingkat dan kualitas pendidikan yang dipengaruhi anggota masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan pengaruh terhadap kesehatan, dalam pendidikan orang yang berbeda pada kelas menengah ke atas akan mudah dalam mengakses pendidikan yang lebih berkualitas dengan fasilitas yang lebih baik dan menunjang kegiatan belajarnya seperti ruang kelas, perpustakaan, dan laboratorium. Lain halnya dengan orang-orang yang berbeda pada kelas bawah yang cenderung mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan yang lebih layak dan berkualitas. Hal ini pada dasarnya berkaitan dengan biaya, yang mana sekolah dengan fasilitas lengkap umumnya biayanya mahal.
    Dewasa ini, kesadaran masyarakat kita akan pentingnya pendidikan sudah tinggi. hal itu dapat dilihat dengan berkembangnya anggapan dalam masyarakat bahwa pendidikan dapat merubah status seseorang. Oleh karena itu, orang berlomba-lomba untuk bisa bersekolah dengan harapan dapat memperoleh kesempatan yang lebih baik dalam hidupnya, sehingga bisa merubah taraf kehidupannya.
  3. Harapan Hidup
    Harapan hidup adalah rata-rata jumlah tahun tambahan yang dapat diharapkan oleh seseorang pada umur tertentu untuk data hidup dalam kategori sosial tertentu. Untuk sederhananya harapan hidup diartikan sebagai lamanya hidup seseorang di suatu tempat dan status sosial tertentu.
    Salah satu indicator yang dijadikan patokan dalam mengukur harapan hidup adalah angka kematian. Angka kematian yang tinggi menunjukkan rendahnya harapan hidup, begitupun sebaliknya. Harapan hidup yang rendah umumnya terdapat pada masyarakat kelas bawah. Hal itu disebabkan kondisi ekonomi yang kurang mencukupi untuk mengakses fasilitas perawatan kesehatan dan kondisi lingkungan tempat tinggal yang kurang sehat. Sedangkan harapan hidup tinggi terdapat pada masyarakat kelas atas, mengingat sumber ekonomiyang dimilikinya lebih banyak, kondisi lingkungan tempat tinggalnya lebih baik dan memenuhi standar kesehatan serta adanya perawatan kesehatan yang lebih baik.
  4. Keadilan Sosial
    Keterbatasan akses dan fasilitas yang dimiliki oleh masyarakat kelas bawah akan memenuhi tingkat kesejahteraan mereka. Sebagai contohnya bentuk-bentuk tunjangan atau kemudahan, termasuk dana kompensasi yang diperuntuhkan bagi keluarga prasejahtera terbukti tidak sampai pada sasran, atau bahkan salah sasaran. Selain itu akses mereka terhadap perlindungan hukum, dimana banyak masyarakat golongan menengah ke bawah yang seringkali dalam berbagai kasus dirugikan, karena mereka tidak mampu untuk meghadirkan pengacara atau pembela dalam perkara pidana maupun pedata. Dalam kasus ini dapat kita dirasakan bahwa aspek keadilan sosial yang sangat didambakan oleh seluruh anggota masyrakat tidak dapat dinikmati secara merata, terutama masyarakat kelas bahwa meningkat aspek tersebut sangat dipengaruhi oleh status sosial dan ekonomi anggota masyarakat.

Bentuk diferensiasi dan stratifikasi sangat penting bagi individu-individu dalam kelompok sosial karena memiliki pengaruh terhadap kesempatan hidup (life changes) mereka. Kesempatan hidup merupakan kesempatan seseorang untuk berhasil atau gagal dalam segala aspek kehidupan yang diatur berdasarkan apa yang dianggap menarik atau tidak menarik. Diferensiasi dan stratifikasi berhubungan dengan kesempatan hidup, tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena cenderung tumpang tindih dan saling melengkapi.

 Beberapa pengaruh diferensiasi sosial terhadap kehidupan masyarakat sebagai berikut.

• Etnosentrisme, yaitu pandangan yang cendrung menganggap kelompoknya lebih baik dibandingkan kelompok lain.
• Primordialisme, yaitu pandangan atau paham yang menunjukkan sikap berpegang teguh pada hal-hal yang sejak semula melekat pada diri individu.
• Politik aIiran/sectarian, yaitu keadaan suatu kelompok atau organisasi, tertentu dikelilingi atau diikuti oleh sejumlah organisasi lain yang memiliki kesamaan pandangan dan ideologi tertentu.
• Rasisme, yaitu pandangan diskriminasi, berdasarkan perbedaan fisik seperti perbedaan warna kulit.

 Pengaruh stratifikasi sosial dalam kehudupan masyarakat, antara lain adalah sebagai berikut;
• Tempat tinggal, masyarakat kelas atas biasanya mempunyai tempat tinggal mewah menyesuaikan status sosialnya. Sebaliknya, masyarakat kelas menengah ke bawah lebih memilih membangun rumah sederhana
• Pendidikan, pendidikan masyarakat lapisan atas memiliki kemampuan mengakses dan meningkatkan strata pendidikan. Sebaliknya, masyarakat kelas menengah ke bawah memilih pendidikan yang sesuai dengan kemampuan.
• Kesehatan, pemenuhan kesehatan masyarakat kelas atas memiliki kemampuan ekonomi, untuk mengakses pelayanan kesehatan terbaik. Adapun masyarakat kelas menengah ke bawah memiliki kemampuan ekonomi untuk mengakses pelayanan kesehatan yang lebih rendah.
• Gaya hidup, golongan kelas atas cenderung memiliki gaya hidup mewah. Sebaliknya untuk golongan masyarakat kelas menengah ke bawah memilik, gaya hidup sederhana.
• Hobi, memebrikan pengaruh besar dalam stratifikasi sosial, hobi berbeda dimiliki oleh masyarakat kelas atas yang cederung membutuhkan banyak biaya, sedangkan untuk masyarakat yang berada di garis ekonomi ke bawah menengah hobi yang dilakukan tidak banyak untuk memakan biaya.
• Rekreasi, ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok, misalnya rekreasi yang dilakukan masyarakat ekonomi ke atas cederung membuang waktu dan membutuhkan biaya tinggi akan tetapi untuk masyarakat biasa hanya membutuhkan dana dan tidak membuang waktu.

 Pengaruh Diferensiasidan Stratifikasi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

  1. Gaya Hidup
    Perbedaan kelas sosial dalam banyak hal memengaruhi perilaku dan gaya hidup yang ditampilkan, selera pakaian, selera makanan, dan lain-lain, yang berkaitan dengan gaya hidup.
  2. Peluang Hidup dan Kesehatan
  3. Peluang Bekerja dan Berusaha
    Peluang bekerja dan berusaha antara satu kelas sosial dan kelas sosial di atasnya umumnya jauh berbeda.
  4. Respons Bekerja dan Berusaha
    Kelas sosial rendah merupakan kelompok yang paling terlambat menerapkan kecenderungan baru, khususnya dalam cara pengambilan keputusan.
  5. Kebahagiaandan Kelas Sosial dalam Keluarga
    Orang-orang kaya umumnya lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka sehingga lebih berkemungkinan untuk merasa bahagia daripada orang-orang yang kurang berada.
  6. Perilaku Politik
    Semakin tinggi kelas sosial semakin cenderung individu mendaftarkan diri sebagai pemilih, memberikan suara, tertarik politik, menjadi anggota organisasi yang mempunyai arti penting secara politis, dan berusaha memengaruhi pandangan politik orang lain.

Demikian, semoga kalian dapat memahaminya dengan baik. Materi ini hanya pada tahap pengetahuan awal, sebagai pengantarnya saja. di kelas 11,kalian akan mengupasnya lebih luas dan dalam. Terima kasih.

Sumber satu, sumber dua.