Inilah Sebab Indonesia, Menduduki Timor-Timur

Diterjemahkan Oleh: Maubere

Judul Asli:

OIL, GAS AND SPY GAMES IN THE

TIMOR SEA

Australian scheming for the Greater Sunrise oilfield has a long history by K i m McGrath

March, 2014

Pada bulan Desember tahun 2013 lalu, Perdana Menteri Timor -Leste, Xanana Gusmão, sedang melakukan kunjungan resmi ke negara terbaru di dunia Benua Afrika yaitu Sudan Selatan, ketika ia menerima panggilan mendesak dari Dili. Petugas dari Organisasi Intelijen Keamanan Australia dan Kepolisian Federal Australia baru saja mengambil file dan komputer dari kantor Bernard Collaery yang berlokasi di Canberra, Australia, ia adalah salah satu pengacara sekaligus penasehat negara Timor – Leste dalam persengketaan  dengan Australia melalui perjanjian yang membagi rampasan dari $ 40.000.000.000 USD dari ladang minyak dan gas yang bernama Greater Sunrise.

Continue reading “Inilah Sebab Indonesia, Menduduki Timor-Timur”

BRIMOB RANGERS WAR-6

KERJASAMA BEBERAPA SATUAN TEMPUR DENGAN BRIMOB DAN MANTAN RANGERS DALAM ROTASI XI TIMOR TIMUR, 1984-1985

Anton A Setyawan, SE,MSi
Dosen Fak Ekonomi UMS dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen UGM
e-mail: anton_agus@ums.ac.id atau rmb_anton@yahoo.com*Tulisan ini muncul sebagai respon atas mulai adanya komentar negative tentang diskusi tentang Brimob dan Menpor dalam beberapa blog milik Brimob maupun website TNI.
* Tulisan ini adalah bagian dari riset saya yang akan menjadi salah satu bab dalam buku “Resimen Pelopor, Pasukan Elite Yang Terlupakan”.
* Tulisan ini berdasarkan wawancara dengan beberapa mantan anggota Brimob Polda DKI, Batalyon Infanteri 406, Marinir dan Kopassus yang pernah berdinas di Kab Viqueque Timor Timur dan juga penggalian pustaka yang berasal dari Dephan, International Crisis Group dan Jurnal Pertahanan Tlava.

Continue reading “BRIMOB RANGERS WAR-6”

Perang Salib Tim-Tim Usai Sudah

Oleh: Aru Syeif Assadullah (Pemimpin Redaksi Suara Islam)


Hari-hari September 2010 saat ini ingat kembali, ketika Sekjen PBB Kofi Anan mengumumkan hasil Referendum Timor-Timur (Tim-Tim), pada 4 September 1999, hari itu penulis tengah berkunjung di kediaman sementara Letjen (Pur) Prabowo Subianto di Amman Yordania. Di tengah berbincang dengan tamu yang lain (al: Hartono Mardjono SH, Fadli Zon, Ahmad Muzani), tiba-tiba telepon seluler Prabowo berdering. Sejurus berbincang di telepon, Prabowo tampak  menggertakkan giginya, mukanya merah padam, murka besar. Tak bisa menyembunyikan kemarahannya lagi, Prabowo pun  memukul sekeras-kerasnya meja di depannya, Braak! Kami yang duduk di seberang lain terperangah.

Continue reading “Perang Salib Tim-Tim Usai Sudah”