Tentang Penulis

Sejak awal tahun 2004, saya menjadi seorang guru SMA, yang berstatus honor, yakni guru honor non-APBN, atau GTT (Guru Tidak Tetap), atau GHM (Guru Honor Murni), atau Honor Sekolah. Sejak kebijakan Sekolah Gratis digulirkan Jokowi-Ahok  pada Juli 2012, masyarakat (orang tua) tidak dipungut biaya lagi, sehingga beban diserahkan kepada  pendanaan dari BOS dan sejenisnya yang berasal dari Pemda.

Dilihat secara finansial, gaji yang diperolehnya sedikit lebih banyak dari UMR di DKI Jakarta, keinginannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan republik ini, tidak pernah padam, selalu menyala selayaknya api revolusi di dalam diri Soekarno. Ya, semangat!

Diyakini olehnya, guru mendidik, tidak hanya menciptakan murid menjadi cerdas, tetapi melawan!!!, melawan ketidakadilan, lawan realitas yang timpang, peka terhadap kehidupan!!!. Dengan memahami masa lalu, ciptakan masa depan yang gemilang!!!.

Belum genap sebulan Uni Soviet menginvasi Afganistan, saya muncul ke permukan bumi ini, tapatnya di Jakarta, Indonesia. Masa kecil, banyak dihabiskan untuk bermain dan sekolah. Masa-masa ini pula, mulai “terjejali” dengan kisah kepahlawanan, terutama dari tokoh masalalu, baik dari dunia perwayangan maupun sejarah bangsa ini, dan tentu: Islam. Layar tancap, televisi, dan penuturan bapaknya merupakan sumber belajar dalam mengetahui dan mengagumi masa lalu.

Sejak memperoleh informasi tersebut sampai detik ini, tokoh yang disenangi adalah Nabi Muhammad, Umar bin Khatab, Soekarno, Pitung, Tan Malaka, Cuk Nyak Dien, Gatot Kaca, Bima, Krishna, dan bapak saya sendiri. Salahsatu hasil dari sumber belajar tersebut, nasionalisme Indonesia membara didadanya. Nasionalisme yang tertanam kuat, tidak hanya dipengaruhi oleh cerita pahlawan Indonesia, tetapi juga kreasi pendidikan di sekolah. Terima kasih guruku.

Sampai sekarang dan kapanpun, selalu menyempatkan waktu untuk menyaksikan pertandingan tim nasional melawan negara lain, merasa bangga, merinding apabila mendengar suara Soekarno dalam membacakan proklamasi dan nyayian Indonesia raya yang membahana, apalagi dalam laga olahraga. Semakin luar biasa yang terasa, apabila mendengar dan manyaksikan para mujjahid yang berperang melawan musuh-musuh Allah.

Diluar itu semua, mungkin ada sedikit “nyeleneh”, masa remaja di SMP dan SMA, dipenuhi dengan musik rock dan metal, menyaksikan tauran antar sekolah, dan naik gunung. Soal musik rock dan metal, perkenalan di mulai dalam rumah. Saudara perempuan dan laki-lakinya adalah yang pertama-tama memperkenalkan musik mancanegara seperti Beatles, Rolling Stones, Bon Jovi, Metallica, Helloween, Skid Row, dan Guns N’ Roses. Saya jatuh cinta dengan musik tersebut. Musik lokal yang tidak kalah digandrungi ialah bergenre rock dan metal, seperti Slank, Power Metal, U’Camp, Edane, Rotor, Koil.

Seiring dengan itu, bacaan tentang musik, dan daki gunung mulai dilahapnya dengan gembira. Lebih lanjut, hal demikian – diantaranya- menjadi apa yang saya sebut sebagai sesuatu yang dirasa senang untuk dilakukan (hobi). Setidaknya ada 3 hobi hal yang sampai sekarang masih dilaksanakan, yaitu naik gunung, nonton film, dan membaca. Untuk hobi yang pertama, cita-citanya ingin mencapai puncak Everest dan K2, sampai hari ini belum terwujud, dan saya mulai menguburnya. Diluar itu semua, ada beberapa dataran tinggi yang sudah dicapainya, yakni Gn. Gede, Pangrango, Galunggung, Ciremai, Halimun, Salak, Sumbing, Merapi, Merbabu, Slamet, dan Betung. Puncak-puncak tersebut dicapainya pada medio 1995-2001, terutama yang paling banyak adalah ketika masih duduk dibangku SMA. Selanjutnya, Saat kuliah S1, nyaris terhenti hobi alam tersebut, hanya sesekali saja mengikuti pendidikan dasar bagi calon anggota baru. Kini, badanku yang sudah membasar, rasanya kurang yakin bisa mendaki gunung lagi.

Hobi kedua adalah nonton, baik itu film atau konser di berbagai media, baik itu mulai layar tancap, televisi, video, stadium, lapangan terbuka (open air) dan teater. Film-film yang disukainya, menjadi sebuah inspirasi, khayalan, kebanggaan, dan semangat. Diantaranya adalah Si Pitung, Kingdom Of  Heaven, Godfather, Star War, Star Trek, Indiana Jones, Cut Nyak Dien, Independence Day, Batman, Last MohiCan, Young Guns, Terminator, National Treasure, dan E.T. Hobi ini akan terus berlanjut, begitupula nonton konser musik rock dan metal, baik itu melalui tv, internet, dan video, maupun yang amat meningkatkan adrenalin: live in concert !. Konser yang gemar saya pantengin ialah pegelaran di kampus dan konser internasional. Bukan bermaksud tidak cinta musik dalam negeri, tapi jika konser musik lokal umumnya rusuh, jadi ngak nyaman. Beberapa konser yang pernah saya tonton dan telah menjadi memori indah antara lain: Helloween, Iron Maiden, Gn’R, Metallica, dan Skid Row.

Berikutnya, adalah hobi ketiga, sebuah kegiatan yang amat disukai, yaitu membaca. Bilamana menengok kebelakang, cikal bakal hobi baca-membaca saya diawali sejak SD, dimulai dengan ketertarikan terhadap dinasaurus serta sejarahnya, dan dilanjutkan ke SMP dan SMA . Hobi baca sejarah dibangku sekolah menengah tersebut, terutama tentang Mesir, China, Arab, dan tentunya: Indonesia Raya. Selain yang sifatnya sejarah formil, hobi membaca juga berkembang kepada kisah menarik seperti naik gunung. Saya membaca kisah-kisah itu, ketika mengkliping tentang berbagai gambar dan cerita naik gunung, baik perorangan, tim, bahkan organisasi. Sekolah atau pihak lain tidak pernah menyuruhnya, ini inisiatif saya, dan suka aja melakukannya, bahkan sampai hari ini, kliping berita dan yang menarik lainnya masih berlangsung. Setelah lulus SMA, saya menemukan dunia yang baru. Kehidupan kampus telah meningkatkan gelora membaca. Ketika kuliah S1 ini, buku adalah teman sejatiku, dan sampai kapanpun tetap akan begitu. Buku-buku yang dibacanya, seringkali berhubungan dengan ilmu pendidikan, ilmu sejarah, sosiologi, antropologi sosial dan budaya, psikologi, politik, agama, dan filsafat. Beberapa buku yang tak bosan-bosan dibacanya ialah berjudul Seratus Tokoh (M.H. Hart), Aku Melawan Teroris (Imam Samudra), Ketika Sejarah Berseragam (K.Mc.Gregor), Penjelasan Sejarah (Koentowijoyo), Perencanaan Pembelajaran dan Desain Instruksional (W.Sanjaya), Pembelajaran Sejarah (S. Kochar dan Isjoni), Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia (B.Purwanto), Gagalnya Hiostoriografi Indonesiasentris?! (B.Purwanto), Guru: Mendidik itu Melawan (E. Prasetyo), Band yang Dilupakan Waktu (P. Stenning), Sepintas Sejarah Islam (Karen Armstrong), In The Heart of Al Qaeda (M. Fachri), dan The Giant Man (Husain Ibnu Mahmud).

Saya yakin, ketiga hobi yang sudah dipaparkan,  ikut membentuk kepribadian, dan disisi lain, sejak kuliah tahun 1998, seiring dengan runtuhnya rezim otoriter-birokratif-represif-militeristik Orde Baru, hingga kini saya semakin tertarik dengan sejarah, pendidikan, politik, dan budaya. Hobi dan perjalanan hidup saya, sepertinya terkait erat dengan itu semua. Dan, blog ini adalah salah satu tempat untuk mengungkapkannya, tidak peduli orang lain membaca atau tidak, toh ini sebenarnya untuk konsumsi pribadi, untuk cerminan hidup, dan tentunya guna menapaki masa depan penuh optimisme. Amiiin.

39 thoughts on “Tentang Penulis

  1. Guru yang model begini yang dibutuhkan oleh bangsa ini…
    Terus belajar dan berjuang pak, generasi muda penerus bangsa ini sangat membutuhkan bapak.
    Saat ini guru model “Oemar Bakri” memang sangat dibutuhkan, namun saat ini gaji guru tidak lagi dikebiri atau dibawah UMR (kecuali yang masih honorer alias guru tidak tetap)
    ———————
    Selamat Berjuang!!!

  2. Hai,pha kbr temen lama? Hebat euy skrg…lg S-2 pula, blh neh sharing ilmu sejarahnya…’n sosiologinya, tuk sama2 mencerdaskan anak bgs ini. Msh inget aku ga…?
    ———————————-
    kabar saya baik-baik saja??…,mmm, diah??….*sambil memandang ke langit-langit*…., maaf, kamu Diah yang mana ya??, Diah Primagama atau Diah Guru??..oke deh, thanks ya dah berkunjung….

  3. Aku..?? Diah guru. Guru di sklh & primagama. Tp bkn PG mayestik lho..! Msh ingat pusaka? Dulu aku pernah ngjr disana, ngjr sosiologi.., Ok deh, met berjuang, semoga tetap istiqomah…!?
    ———————
    he..he..he..jangan marah dulu donk….iya, saya sudah tahu sekarang, dan thanks ya sudah bertamu…

  4. Mas Cip, saya sedang mencari kontak Persatuan Guru Honorer Murni di Jakarta. Kami berencana mengadakan acara kecil untuk meningkatkan awareness tentang GHM.

    Mohon email saya, karena saya tidak menemukan email mas Cip di blog ini. Thanks.
    —————–
    Oke…

  5. eHm,, cEwe yG kT bicarakan kemarin baik” aja paK.. aku dah ke rumahnya kmrn spulang dari 32.. dia tanya “pak cipto masih imget gw nan??” gt kaTanya…
    tolong jgn bpikiR yg negatif ttg dia y paK…🙂
    minta doanya biar dia akan slalu baik” ja di hari” ke depan..
    salam tuk guru” 32.. bu eLa sm bu syam terutama..(mereka knaLnya “RIA”) coz kMrn ga smpet ktemu…
    thx,,
    ————–

    Saya tidak berpikir negatif, kemarin itu hanya mengungkapkan kembali apa yang saya baca di internet. Maaf, bila kurang berkenan. Oya, salam sudah disampaikan, dan saya selalu berdo’a agar seluruh siswa/i yang saya didik mendapat kemudahan bagi pribadi dan kariernya. Amiiin.

  6. blog yg hisoc sdh tak aktif lg ya pa’

    q lbh sering buka dist…..tp begitu-gitu aza,,,,
    jd bttttt……..
    ——–
    Blog Hisoc masih aktif, kalau ada berita baru, pasti akan diterbitkan. Mungkin ini bedanya antara blog untuk kegiatan resmi, dan blog pribadi seperti ini. Saya bisa menceritakan, curhat sesuka atau semau saya, pastinya up to date terus (kalau lagi mood seh..hehehehe…).

    Terima kasih atas perhatiannya untuk blog Hisoc, saya dan Pak Andhika akan menanggapi opiniu kamu.

  7. waduh, sejarah…. !!!

    dulu waktu sekolah saya jadi anak kesayangan pak guru sejarah. bukan karena saya pinter sejarah tapi karena beliau inget saya waktu kecil. kami bertetangga, saya ikut sibuk waktu istri beliau melahirkan dadakan. plus kalau ke mana2 saya pake celana pendek, mirip anak cowok. jadi kalau lihat wajah saya yang abg, beliau geli aja inget masa kecil saya…. padahal saya rada ga mudeng loh sama sejarah…
    ———–
    Setidaknya dari ga mudengnya kamu, itu mengindikasikan bahwa kamu manusia berpikir, semoga. Terima kasih telah mampir dan memberikan testi….

  8. Kalau anda merasa guru sejarah, jangan merasa hebat sndiri dong.
    Kalau anda mau cari gara2, okey! kita diskusi sejarah ampe bonyok!
    Sombong amat!
    ————
    Dari kata-kata ini saja, sudah dapat menunjukkan siapa yang sombong plus emosional?. Untuk Iqbal; Tidak perlu tersinggung begitu, bacalah dengan baik, gunakan kepala yang dingin (ngak perlu emosional), koment saya di blog anda beberapa jam lalu hanya sekedar mengingatkan, ini dia:

    “suciptoardi said… @ July 23, 2009 12:55 AM
    ngak jelas sumbernya?, anda dari jaman perang salib???”

    (Silahkan baca di: http://iqbalsandira.blogspot.com/2009/01/peristiwakejadian-unik-di-perang-salib.html)

    Jadi apa yang salah?, bukankah ini bagian dari bicara jujur sebagai seorang penulis?, etika menulis, bukan?, anda merasa dibilang pembohong karena tidak menuliskan sumber?, kenapa harus marah dan mengatakan saya sombong, cari gara-gara, dan saya merasa guru sejarah?. Ketahuilah, saya hanya anak manusia biasa, tidak lebih!.

    Kalau melihat tulisan dan identitas yang anda tulis, amat normal kalau anda emosional, maklum orang Sulawesi! (di TV ‘kan yang sering rusuh ya suku kamu itu!), tapi apakah saya mengatakan buruk tentang anda?, tentunya tidak!, apalagi banyak tulisan anda bernuansa Islam. Bukankan Islam itu santun?

    Kalau mau diskusi ampe bonyok seperti kata anda, ya silahkan saja, jenis komentar yang saya berikan kepada anda, sudah terlalu banyak saya berikan (juga) kepada blogger yang tidak mencantumkan sumber tulisan, hanya sekedar membudayakan sifat jujur sebagai penulis. That’s it. Kalau anda merasa kesal, itu hak anda (dan baru kali ini seorang blogger amat marah karena diingatkan tidak menulis sumber tulisan, selamat anda pertamax!!!).

    Kenapa tidak ditanggapi kepada sebuah kesadaran, bahwa anda khilaf dan akan memperbaikinya karena itu keliru, yaitu tidak jujur dalam mencantumkan sumber tulisan atau lupa/belum mencantumkannya. Anda bisa cerita kalau sumbernya hilang diawal atau akhir tulisan, dan seterusnya. Tanggapilah koment (mungkin telah menjadi kritik menurut anda, dan memerahkan atau memekakkan telinga) sebagai bagian dari cermin betapa manusia adalah tempatnya salah. Semua yang saya tulis tidak bermaksud menggurui walaupun saya seorang guru, dan saya mendo’akan semoga anda kembali ke jalan yang benar. Amiiin.

  9. ooh pak guru tooh..
    salam kenal pak guru..
    Btw Pak Guru adakah niat suatu saat nanti bisa turut mengajar anak2 yang memiliki kebutuhan khusus (anak2 yg Tuna Rungu yang memakai Alat Bantu dengar) namun mereka bisa berbicara namun sayang hingga saat ini masaih banyak sekolah umum menolak keberadaan mereka.
    mudah2an sih ada guru yang tertarik, karean tak banyak guru2 yg mau mengajar anak2 seperti mereka, padahal mereka anak2 yng menarik looh…
    ———————
    Tawaran yang menarik….

  10. Guru yang eksentrik. Luar biasa, excelent. memang perlu modifikasi dalam belajar sejarah. sayapun ingin seperti itu. kirim balasan ya…. Thank you (SMP 9 Yk)
    ————-
    Semoga terhibur membaca blog saya, bila memiliki tulisan, boleh kirimkan ke blog ini….

  11. sy salut pada anda.terkadang tertarik anak2 terhadap pelajaran di pengaruhi oleh siapa yg mengajarnya..ntah knp…tiba2 sy merasakan bahwa anda seorang guru yang menyenangkan.teruskan niat baik anda pa…………

  12. kak cip gmana kabarnya…..btw…..S2 nya dah rampung blm…gmana rasanya pulang kampung….ngk pengen merantau lagi nih

    1. Kabarnya baik. S2-nya belum rampung. Rasanya kembali ke Jakarta merupakan sensasi yang menyenagkan. Merantau?, belum ada rencana lagi….

  13. om…. Saya MAhasiswa Pendidikan Sejarah dari Universitas Siliwangi Tasikmalaya…
    bolh minta alamat FB nya ga??? pengen kali aja bisa sharing…

  14. om… saya mahasiswa Pend. Sejarah di Universitas Siliwangi Tasikmalaya…
    boleh minta alamat fb ga? kali aja bisa sharing… dan menambah wawasan saya…

    1. FB saya dah didelete karena ruangnya kecil untuk menulis. Kalau mau shearing di blog ini aj…di blog lebih banyak menambah wawasan di banding FB…hehehehe…

  15. “Teruskan perjuangan…revolusi belum berakhir ! Salam merdeka pendidikan bangsaku.!
    fromm : R. Irawan-Education For All (Lampung Indonesia)

    1. Guru: Mendidik itu melawan!, melawan ketidakadilan, melawan ketakutan, melawan, penindasan, dan peka terhadap keadaan…

  16. salam kenal pak…. sy guru di sdn jakarta pusat, ihtiar merupakan bentuk kepasrahan kpd Allah dan smg Allah mendengar do’a2 qt untuk secepatnya mengangkat jadi PNS Amiiin…

  17. Halo, Mas! Salam kenal! Sy teman seprofesi yg sangat mencintai profesi sy sebagai guru di SD Swasta Jakarta. Sy mengajar bahasa Indonesia dan memang itu pelajaran yang sangat sy sukai meskipun sy masih banyak kekurangan. Mungkin karena sejak kecil sy juga suka membaca dan menulis sehingga sy sangat suka mengajar anak-anak pelajaran ini. Feeling sy mengatakan Anda teman berdiskusi yang menyenangkan. Sy sudah dua kali menulis di blog ini. Tulisan sy tentang guru bantu. Percaya deh, sy tidak akan pernah mengganggu ketenangan guru honor di sekolah negeri apa pun alasannya.

  18. Dear mas Suciptoardi, saluut atas karya tulisan-tulisannya, semangat nasionalismenya, sungguh membanggakan Indonesia ternyata punya banyak pula putera-puteri yang terus berkarya tanpa banyak bicara. Sukses dan maju terus ….!

  19. Salam knl Boeng cip,sy jg penggemar BK…lnjtkan trs amnah BK dlm menddk mrid2 Bpk. krn mnrt sy Nasionalisme Bpk dlm mengajar sngt dbthkan ank2 Indonesia unt mnjd seorng patriot sejati,bkn patriot korupsi…krn djmn sprt ini uang seolah mnjd sglannya….
    – Salam BONEK –

  20. kak cip jadi nikah…dapat orang mana?
    o y alhmdullilah aku dah selesai S2 nya,, kk cip udah selasai S2 nya

  21. Lagi nyari2 tentang cara menentukan fokus penelitian, eh nemu blog nya Pak Cipto. Hehehe. Assalamualaikum pak, ingat saya gak pak ? ;D

  22. Ass.Wr.Wb Mas Ardi. Apa kabar ? Ada banyak hal yang saya ambil darimu. Hal yang paling penting adalah menyadari bahwa membaca itu menyenangkan. Masih ingat…. dulu saya sering meminjam buku-buku mas ardi waktu satu kost-an. Setelah lulus kuliah saya makin sering membaca buku-buku di perpustakaan. Untuk itu saya ucapkan banyak terima kasih. I am looking for a title for my thesis. I want to discuss about our duty as a teacher. Would you like reply my message by email? I hope so. Thank you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s