Adeus Timor

 Tulisan dengan judul tersebut jika diterjemahkan ke Bahas Indonesa adalah Selamat Tinggal Timor. Uraian yang disajikan tentang situasi berakhirnya kekuasaan Portugis di Timor Purtugis/Timor Timur/Timor Lorosae/Timor Leste. Cerita ini juga menjelaskan bagaimana kondisi awal perang saudara terjadi di mantan provinsi Indonesia ke-27 beberapa bulan sebelum Indonesia secara resmi melakukan Operasi Seroja yang dimulai 7 Desember 1975…
——————————

“Selama 500 tahun di bawah Portugal, hanya 1% saja rakyat yang bersekolah, Serahkan Timor-Portugis kepada Indonesia atau Australia, viva El Tari !” (Maret, 1974)——————————

Tahun 1512, orang Portugis pertama sampai di Maluku. Selanjutnya dengan Solor sebagai pelabuhan transit, ekspedisi dagang Portugal lalu menjangkau pulau-pulau di sekitarnya, termasuk Timor. Nahkoda Antonio de Abreau diperkirakan sebagai orang portugis pertama yang mendarat di pulau Timor.

Kedatangan orang-orang Belanda sebagai gabungan pedagang yang lebih agresif (VOC) sejak pertengahan abad ke-16 mendesak keberadaan Portugal. Satu demi satu koloni Portugal di Maluku, Flores, Solor, Alor dan lainnya jatuh ke tangan Belanda. Akhirnya berdasarkan perjanjian Belanda-Portugis yang terakhir maka sejak tahun 1904, Portugis hanya memiliki Timor.
Continue reading

PENDUDUKAN INDONESIA SECARA ILEGAL DI TIMOR LESTE

Tulisan berikut berasal dari blog ini, yang menurut saya merupakan tulisan versi orang TL. Tulisan ini sudah beberapa kali saya baca sebelumnya, tapi baru kali ini saya terbitkan di blog. Istri saya sampai kesal karena di rumahpun masih membicarakan tentang sejarah TL. Sepertinya saya jatuh cinta tentang sejarah Timor Leste…

————————–
BAB I
LATAR BELAKANG

Ketika Revolusi Bunga mulai meletus di Portugal, Timor Leste pun mendapat getahnya. Pada 25 April 1974 Gerakan Angkatan Bersenjata Portugis yang dikenal dengan (AFM) berhasil mengulingkan pemerintahan diktator Salazar Caetano di Portugal. Gerakan pengulingan regim Caetano di Portugal ini memberi suatu harapan baru bagi masa depan Timor Leste. Selain itu memberi kemerdekaan bagi negara-negara koloni lainnya. Seperti di Mozambique. Perayaan Kemerdekaan Mozambique juga dihadari oleh dua orang tokoh Fretilin . Yaitu Francisco Xavier do Amaral sebagai ketua Fretilin dan Mari Alkateri sebagai anggota Comite Central Fretilin.

Sebuah gerakan bersenjata yang dipimpin oleh seorang jendral bernama Antonio de Spinola memandang perlu adanya otonomi bagi daerah koloni Portugis. Konsep otonomi waktu itu lebih diarahkan kepada suatu kemerdekaan bagi negera yang bersangkutan. Terutama negara-negara yang selama ini menjadi koloni Portugis.
Continue reading

Polisi Australia Hentikan Penyelidikan Balibo Five

Polisi nyatakan tidak ada cukup bukti untuk mengungkap pelanggaran.

Selasa, 21 Oktober 2014, 14:41 WIB

Lima jurnalis asing yang tewas dalam insiden di Balibo pada 1975

Lima jurnalis asing yang tewas dalam insiden di Balibo pada 1975 
VIVAnews – Polisi Australia mengatakan telah menghentikan penyelidikan tewasnya lima jurnalis di Timor Timur (kini Timor Leste) pada 1975, yang dikenal dengan kasus “Balibo Five.” Dikutip oleh BBC, hari ini, polisi Australia mengatakan tidak ada bukti yang cukup.
Pada 2007, seorang koroner Australia menyebut lima wartawan asal Inggris, Australia dan Selandia Baru dieksekusi oleh pasukan khusus Indonesia di kota Balibo. Pemerintah Indonesia mengatakan para jurnalis terbunuh dalam insiden saling tembak antara pasukan Indonesia dan kelompok pemberontak.Kepolisian Federal Australia (AFP) membuka penyelidikan atas kematian jurnalis Australia Greg Shackleton dan Tony Stewart, jurnalis Inggris Brian Peters dan Malcolm Rennie, serta Selandia Baru Gary Cunningham pada 2009.

Penyelidikan dilakukan setelah koroner menyebut luka para jurnalis bukan karena ketidaksengajaan, tapi sengaja ditembak atau ditikam. Pengadilan Australia menyebut tiga nama mantan pejabat senior pasukan khusus Indonesia sebagai pemberi perintah eksekusi.
Continue reading

Re-integrasi Timor Leste ke Indonesia ?

nhthy

Oleh

Sucipto Ardi

Selalu saja ada yang menarik tentang Timor Leste bagi saya. Selasa, 7 Oktober 2014, di sela-sela perayaan HUT TNI di Pelabuhan Ujuang, Koarmatim Surabaya, Xanana Gusmao berkeinginan agar Timor Leste kembali ke pangkuan Ibu Petiwi. Perdana menteri ini menyatakan: “Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” Setelah 15 tahun pisah dari Indonesia yang telah ber-integrasi selama 24 tahun (1975-1999), kini Timor Leste ingin gabung dengan NKRI lagi.
Continue reading

32 Artscore 6 dan closing di GOR Seskoal

IMG_4110

Tahun 2014 ini, SMAN 32 kembali menggelar kegiatan yang menjadi icon. Saya lumayan cukup mengikutnya, dari mulai menjadi juri selekasi band hingga datang ke puncak acara di GOR Seskoal. Iya, lumayan ikut serta, dan itu porsi yang tepat untuk tidak terlalu jauh dari kegiatan yang saya juga berperan dalam membidaninya tahun 2009. Apresiasi wajib diberikan kepada siswa/i yang mencurahkan pikiran, tenaga, dan uang untuk terlaksannya kegiatan ini.

Tahun 2014 merupakan tahun ke-2 puncak acara diadakan diluar sekolah yang sejatinya adalah acara musik dengan bertajuk Musicosmic. Panitian menyebutnya sebagai closing Artscore yang dijalankan lebih dari seminggu. Even closing ini, menghadirkan band besar seperti SIGIT. Saya menyukai musik mereka, tapi sayangnya hanya beberapa yang mengenalnya. Bersama seorang alumni, saya menikmati live band asal bandung ini. Sisanya, ngak lebih menjadi penggembira, dan SIGIT memainkan lagu-lagu mereka terlihat tidak semangat, dan terkesan main-main. Barangkali ini beralasan karena audience-nya tidak memberikan atensi yang seharusnya, karena SIGIT diundang. Penonton yang mayoritas dari siswa/i SMAN 32 dapat menikmati perform band yang berasal dari kalangan sendiri terlebih kalau kelas 12 karena heboh dan senior kali ye, dan band tamu yang bergaya reggae. Monkey Boots yang nyaris tiap tahun manggung di event ini menjadi primadonanya.
Continue reading