Polisi Australia Hentikan Penyelidikan Balibo Five

Polisi nyatakan tidak ada cukup bukti untuk mengungkap pelanggaran.

Selasa, 21 Oktober 2014, 14:41 WIB

Lima jurnalis asing yang tewas dalam insiden di Balibo pada 1975

Lima jurnalis asing yang tewas dalam insiden di Balibo pada 1975 
VIVAnews – Polisi Australia mengatakan telah menghentikan penyelidikan tewasnya lima jurnalis di Timor Timur (kini Timor Leste) pada 1975, yang dikenal dengan kasus “Balibo Five.” Dikutip oleh BBC, hari ini, polisi Australia mengatakan tidak ada bukti yang cukup.
Pada 2007, seorang koroner Australia menyebut lima wartawan asal Inggris, Australia dan Selandia Baru dieksekusi oleh pasukan khusus Indonesia di kota Balibo. Pemerintah Indonesia mengatakan para jurnalis terbunuh dalam insiden saling tembak antara pasukan Indonesia dan kelompok pemberontak.Kepolisian Federal Australia (AFP) membuka penyelidikan atas kematian jurnalis Australia Greg Shackleton dan Tony Stewart, jurnalis Inggris Brian Peters dan Malcolm Rennie, serta Selandia Baru Gary Cunningham pada 2009.

Penyelidikan dilakukan setelah koroner menyebut luka para jurnalis bukan karena ketidaksengajaan, tapi sengaja ditembak atau ditikam. Pengadilan Australia menyebut tiga nama mantan pejabat senior pasukan khusus Indonesia sebagai pemberi perintah eksekusi.
Continue reading

Re-integrasi Timor Leste ke Indonesia ?

nhthy

Oleh

Sucipto Ardi

Selalu saja ada yang menarik tentang Timor Leste bagi saya. Selasa, 7 Oktober 2014, di sela-sela perayaan HUT TNI di Pelabuhan Ujuang, Koarmatim Surabaya, Xanana Gusmao berkeinginan agar Timor Leste kembali ke pangkuan Ibu Petiwi. Perdana menteri ini menyatakan: “Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia, kami butuh pemimpin baru,” Setelah 15 tahun pisah dari Indonesia yang telah ber-integrasi selama 24 tahun (1975-1999), kini Timor Leste ingin gabung dengan NKRI lagi.
Continue reading

32 Artscore 6 dan closing di GOR Seskoal

IMG_4110

Tahun 2014 ini, SMAN 32 kembali menggelar kegiatan yang menjadi icon. Saya lumayan cukup mengikutnya, dari mulai menjadi juri selekasi band hingga datang ke puncak acara di GOR Seskoal. Iya, lumayan ikut serta, dan itu porsi yang tepat untuk tidak terlalu jauh dari kegiatan yang saya juga berperan dalam membidaninya tahun 2009. Apresiasi wajib diberikan kepada siswa/i yang mencurahkan pikiran, tenaga, dan uang untuk terlaksannya kegiatan ini.

Tahun 2014 merupakan tahun ke-2 puncak acara diadakan diluar sekolah yang sejatinya adalah acara musik dengan bertajuk Musicosmic. Panitian menyebutnya sebagai closing Artscore yang dijalankan lebih dari seminggu. Even closing ini, menghadirkan band besar seperti SIGIT. Saya menyukai musik mereka, tapi sayangnya hanya beberapa yang mengenalnya. Bersama seorang alumni, saya menikmati live band asal bandung ini. Sisanya, ngak lebih menjadi penggembira, dan SIGIT memainkan lagu-lagu mereka terlihat tidak semangat, dan terkesan main-main. Barangkali ini beralasan karena audience-nya tidak memberikan atensi yang seharusnya, karena SIGIT diundang. Penonton yang mayoritas dari siswa/i SMAN 32 dapat menikmati perform band yang berasal dari kalangan sendiri terlebih kalau kelas 12 karena heboh dan senior kali ye, dan band tamu yang bergaya reggae. Monkey Boots yang nyaris tiap tahun manggung di event ini menjadi primadonanya.
Continue reading

LDKS 27-28 September 2014: Era Baru untuk Solusi Baru

IMG_5166

Sekitar 1 hingga 2 bulan belakangan, persiapan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) telah dilakukan. Awalnya saya diajak bicara mengenai perkembangan keorganisasian siswa, ternyata klik dengan rekan-rekan guru terlebih menyoal perubahan, perbaikan. Masa-masa dulu dengan gaya militeristik tapi pelakunya sipil yang kental nuansa Orde Baru, harus ditinggalkan.

LDKS kali ini, memiliki hingga 3 tahap, dan ada yang tersingkirkan persis dalam Indonesia Idol. Ini dilakukan untuk menyaring yang terbaik dan membuat OSIS lebih terlihat taringnya, bahwa organisasi tersebut bukan sekedar organisasi biasa-biasa saja. Pihak kepolisian, guru yang inginkan perbaikan, dan siswa kelas 12 yang pro perubahan, turut serta dalam 3 tahap tersebut.
Continue reading

Hari Kesaktian Pancasila: 1 Oktober

 

IMG_5271

Tepat 30 September, saya diberitahu oleh pembina Paskibra untuk beraksi story teller tentang G 30 S dan Hari Kesaktian Pancasila. Saat ditawarkan, saya sudah bersikap skeptis karena disekitar peristiwa tersebut seperti awan pekat, penuh kontroversi. Teman tetap menawarkan, mengajak untuk membrikan cerita yang dalam teks Orde Baru merupakan hari yang bersejarah, bahkan saat saya sekolah termasuk hari yang dikeramatkan. Terlebih, malam 11 Oktober, di TVRI diputar film Penghianatan G30S/PKI.
Continue reading