Saatnya Sebut Supremasi Kulit Putih Teroris

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ani Nursalikah*

Supremasi kulit putih kembali menjadi kalimat yang berseliweran sejak insiden mengerikan pekan lalu di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru. Seorang pria tanpa kenal belas kasihan membombardir jamaah yang sedang shalat Jumat pekan lalu.

Sebanyak 50 orang meninggal dan 50 lainnya terluka akibat terjangan peluru dari senapan otomatis. Belakangan diketahui pelaku adalah seorang warga Australia, berkulit putih, dan berusia 28 tahun. Saya sepakat dengan Perdana Menteri Australia Jacinda Ardern yang memilih tidak menyebut nama teroris itu. Marilah kita kenang para korban dan tidak memberi tempat pada pelaku.

Continue reading “Saatnya Sebut Supremasi Kulit Putih Teroris”

Advertisements

Sejarah Fobia Islam Politik: Klaim Islam Hanya Urusi Ibadah

perlawanan-rakyat-ternate-foto-koleksi-dr-muridan-sampul-buku-_180221181553-296
Perlawanan rakyat Ternate. (Foto koleksi DR Muridan: Sampul buku tentang perjuangan Sultan Nuku)

Oleh: Muhammad Subarkah, Jurnalis Republika

Agama apa pun tak bisa berkembang tanpa kekuatan politik (kekuasaan). Ini berlaku di seluruh dunia dan terjadi di semua agama. Untuk penyebaran sebuah agama, ideologi atau isme tak pernah lepas dari pengaruh kekuasaan. Kenyataan ini bisa dilihat dari kurun zaman, baik sebelum adanya sebutan kalender tahun masehi, abad pertengahan, atau pada masa sekarang. Bahkan kekuasaan itu sangat penting, ini misalnya dalam soal pembagian air utuk pertanian melalui apa yang disebut irigasi sehingga bisa disebut bila ada irigasi pertanian maka di sana ada jejak sebuah kekuasaan yang eksis.

Continue reading “Sejarah Fobia Islam Politik: Klaim Islam Hanya Urusi Ibadah”

VOC dan Kisah Nusantara yang Dijajah Perusahaan Dagang

Pertempuran antara armada VOC dengan armada Inggris.

Pertempuran antara armada VOC dengan armada Inggris.

(Foto: gahetna.nl)
VOC bukanlah negara, tapi sebuah perusahaan dagang Belanda.

Oleh: Benny Ohorella, Penulis dan Peminat Sejarah

11 September 1599, Cornelis de Houtman, dibunuh oleh Laksamana Keumala Hayati dari Aceh, lalu armada de Houtman disita. Ini adalah ekspedisi dagang kedua Belanda ke Nusantara. Sikap de Houtman yg pongah dan kasar, memicu konflik hampir di semua tempat yg dia kunjungi.

Continue reading “VOC dan Kisah Nusantara yang Dijajah Perusahaan Dagang”